
Di akademi yang sangat besar ini, terdapat beberapa organisasi yang rahasia dibentuk untuk mengendalikan para bangsawan atau para darah biru yang sudah melewati batas. Mereka akan di hilangkan atau dibunuh secara mengenaskan tapi walaupun terjadi masalah seperti itu, kekaisaran tidak akan mencari tau apa yang telah terjadi kepada mereka karena mereka tau kalau mereka ikut campur, mungkin saja mereka selanjutnya yang akan terbunuh....
Dan dari semua itu akademi yang telah berdiri dari ratusan tahun yang lalu ini mempunyai kemampuan untuk mendidik semua para bangsawan muda dan memberikan kesempatan kepada beberapa rakyat biasa untuk belajar menjadi orang yang bijaksana, mereka juga tidak akan segan-segan untuk menghukum mereka yang berbuat kesalahan dan orang yang melakukan atau memberikan hukuman itu adalah Dewan Kesiswaan...
"Luke, berikan aku dokumen yang ada ada di meja milikmu itu, aku akan memeriksa semuanya sekarang," ucap laki-laki yang bermata biru kegelapan itu dengan dingin
"Baik master," ucap Luke sambil berjalan membawakan setumpuk kertas ke atas meja laki-laki itu
"Tok... tok...tok..." Suara ketukan pintu
"Luke, periksa siapa yang berada di pintu dan tanyakan apa yang dia inginkan," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin
"Baik master," ucap Luke sambil berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa orang yang datang ke ruangan itu
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" ucap Luke sambil membuka pintu dengan tatapan dingin dan profesional
"Luke, bisakah aku langsung bertemu dengan Dalbert?"
"Ada yang ingin aku bicarakan mengenai putri keluarga Halmiton," ucap Blake dengan tatapan serius
"Baiklah kalau begitu akan aku sampaikan,"
"Jadi mohon untuk tunggu sebentar," ucap Luke dengan tatapan profesional dan dingin menutup pintu
"Master, tuan Blake ingin bertemu dengan anda secara langsung dan ingin berbicara mengenai nona muda,"
"Apakah perlu mengizinkannya untuk masuk?" ucap Luke dengan tatapan yang serius
'Dia ingin berbicara mengenai Reina? Masalah apa lagi yang menimpa Reina?' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tangan yang berhenti bekerja
"Baiklah, izinkan dia masuk," ucap Dalbert dengan tatapan tajam dan dingin
"Baik," ucap Luke kemudian membuka pintu untuk Blake memasuki ruangan itu
"Jadi katakan kepadaku apa yang membuat dirimu datang ke sini membawa nama adik perempuanku,"
__ADS_1
"Aku harap kamu tau mengatakan hal yang penting, kalau tidak aku akan menganggap dirimu menghabiskan waktuku dan memberikan hukuman kepadamu," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan tajam
"Terima kasih karena tuan pemimpin mengizinkan saya untuk berbicara di sini,"
"Yang ingin saya sampaikan adalah sidang yang berhubungan dengan nona Reina,"
"Nona Reina meminta sebelum sidang dimulai nona ingin bertemu dengan kakaknya dan keluarganya secara langsung untuk berbicara mengenai yang telah terjadi,"
"Dan mereka mengharapkan kalau keluarganya mendengarkan kejadian dari kasus yang menjadi titik buta ini,"
"Saya harap anda bisa ikut dengan saya untuk menemui nona Reina secara langsung, karena ini adalah keinginan dari nona sendiri," ucap Blake dengan tatapan yang serius sambil berlutut di hadapan Dalbert
"Aku mohon untuk menemui dirinya, karena di situasi seperti ini yang dibutuhkannya adalah kepercayaan dari keluarganya,"
"Aku harap tuan pemimpin ingin mengabulkan permohonan ini," ucapnya lagi dengan tatapan yang tajam dan serius
'Sepertinya Reina benar-benar merasa terpukul dan ketakutan karena pembicaraan mengenai dirinya yang mendorong seorang siswa baru masuk ke dalam akademi,'
'Apalagi masalah ini telah tersebar ke seluruh akademi, aku malah sedang mengurus semua pekerjaanku dibandingkan memperhatikan dirinya yang sedang menungguku di sana,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan yang tajam melihat ke arah Blake yang berlutut
"Aku ingin melihat adik perempuanku karena bagaimanapun aku tidak ingin menjadi kakak yang buruk bagi dirinya,"
"Jadi tunjukkan dimana tempatnya sekarang, karena aku yakin dia tidak akan bisa datang ke sini karena banyak siswa yang berjalan di koridor," ucap Dalbert sambil beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah pintu
"Baik tuan pemimpin," ucap Blake dengan perasaan lega dan senyuman tipis
"Master, tapi bagaimana dengan pekerjaan anda ini?" ucap Luke dengan tatapan kebingungan dan menghentikan langkah itu
"Tinggalkan saja, nanti aku kerjakan setelah urusanku selesai,"
"Karena adik perempuanku sedang membutuhkan aku untuk berada di sisinya sekarang," ucap Dalbert kemudian berjalan mengikuti Blake dari belakang
Di sisi lain tidak jauh dari ruangan perawatan itu...
"Perasaan yang tidak asing? Apakah kalian merasa pernah bertemu dengan Reina sebelumnya?" ucap Albern dengan tatapan menyidik
__ADS_1
"Iya, kami berdua merasakan seperti itu dan anehnya kami berdua bisa merasakan hal yang tidak asing itu," ucap Shun dengan tatapan serius
"James, apa kamu juga pernah merasakan hal yang sama?" tanya Albern sambil menoleh ke arah belakangnya
"Karena kamu bertanya, aku memang pernah merasakan hal semacam itu pada saat pertama kali bertemu dengan Reina,"
"Seolah-olah kita telah saling mengenal dan lumanyan dekat tapi aku rasa mungkin hanya perasaanku saja,"
"Dan juga aku merasa tidak asing dengan dua orang ini pada saat kita pertama kali masuk ke dalam dewan kesiswaan," ucap James sambil menaikan kacamatanya
"Baiklah, aku mengerti yang kalian rasakan,"
"Aku ingin bertemu dengan wakil kepala sekolah dulu untuk berbicara beberapa hal dan nantinya akan aku sampaikan kepada kalian mengenai apa yang telah terjadi," ucap Albern dengan mengangguk mengerti
"Sebelum itu, aku ingin bertanya kepadamu Albern, kenapa kamu menanggapi masalah perasaan tidak asing ini dengan serius seolah-olah kamu menganggap kalau ini adalah masalah yang bisa membuat dirimu kehilangan," ucap Shun dengan tatapan serius
"Yang dikatakan oleh Shun ada benarnya, kamu sekarang terlihat seperti orang yang ketakutan kehilangan sesuatu,"
"Apakah itu ada hubungannya dengan sesuatu yang perasaan tidak asing ini? jika memang benar seperti itu,"
"Tolong beritahu kami segera mungkin supaya kami bisa membantu dirimu," ucap Yuria dengan tatapan khawatir
"Jika memang sudah waktunya, aku pasti akan memberikan kebenarannya tapi tidak saat ini karena aku juga ingin mencari tau apakah benar-benar ini baik-baik saja atau akan terulang kembali," ucap Albern sambil tersenyum dingin namun dengan tatapan yang pahit atau sedih
"Kalau begitu kami pergi dulu," ucap Albern sambil berjalan dengan cepat di susul oleh James dari arah belakang
"Apakah menurutmu perasaan tidak asing ini ada hubungannya dengan Reina dan yang Albern sembunyikan?" ucap Yuria dengan tatapan kebingungan
"Mungkin saja, dan jika memang dia menyembunyikan sesuatu dari kita,"
"Dia pasti tidak ingin melibatkan kita kali ini oleh karena itu kita harus mencari tau kebenaran yang terjadi ini berdua," ucap Shun sambil mantap orang yang berada di depannya sudah hampir tidak terlihat
'Aku harus memastikan kalau ini tidak akan membuat keadaannya menjadi buruk,' ucap Albern di dalam hatinya dengan perasaan yang panik dan takut kehilangan
Apakah yang menjadi pertanda buruk bagi Reina? Apakah kematian yang sama akan terjadi? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA