
Setelah rapat dinyatakan dimulai seluruh ruangan mempunyai aura yang dingin.
"Jadi kali ini putra makhota akan memimpin rapat ini dan semua peraturan yang akan diubah akan langsung di rapatkan," ucap Dalbert dengan tatapan dinginnya ke arah Albern
"Terimakasih kepada NHBNTA, karena telah ingin membantuku dalam memenangkan perang ini,"
"Dan karena kontribusi kalian dalam membantuku maka aku akan memberikan kalian gelar bangsawan dan wilayah untuk kalian pimpin karena mengingat banyaknya para pemberontakan yang diberikan hukuman mati sehingga banyak sekali kursi-kursi bangsawan yang kosong,"
"Kemudian aku juga akan menyampaikan kalau aku akan turun dari takhta kerajaan,"
"Tentu saja, aku akan menyerahkan hal ini kepada adik laki-lakiku, untuk duduk di kursi selanjutnya," ucap Albern dengan tatapan yang serius sekaligus membuat orang-orang yang berada di ruangan rapat itu terkejut
"Apa kamu bercanda? Duduk di kursi raja adalah tanggung jawab yang besar menyerahkan kepada kami bukanlah hal yang bisa kami lakukan," ucap Blake dengan tatapan tajam
"Aku serius dengan yang aku katakan, dan aku yakin dengan kemampuan yang kamu miliki untuk duduk di takhta selanjutnya," ucap Albern dengan tatapan dinginnya
"Deus, kamu tidak ingin mengatakan sesuatu untuk menyangga ucapan yang keluar dari mulutnya?" ucap Blake menatap ke arah Asmodeus
"Tidak, aku juga setuju dengan yang dikatakan oleh Albern, kamu memiliki sisi yang bijaksana dibandingkan dengan Albern dan juga kamu lebih bisa di andalkan dalam melakukan pekerjaan,"
"Aku sendiri tidak bisa banyak menuntut siapa yang harus duduk di takhta selanjutnya, karena aku ingin kembali ke kerajaan iblis,"
"Untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah menumpuk," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin dan kedua tangan yang telah terlipat
"Dalbert, katakan kamu juga tidak setuju dengan ini," ucap Blake dengan tatapan dingin
"Tidak, aku setuju dengan alasan dan orang yang berhak mendapatkan takhta dibandingkan itu juga kamu memiliki perjanjian bukan dengan Azazel?"
"Kalau kamu harus menjadi orang yang duduk di atas takhta kerajaan untuk diriku bukan dan bekerja untuk NHBNTA sampai generasi selanjutnya,"
"Jika tidak mungkin kamu bisa saja mati ditangan Azazel mengingat kalau dia orang yang tidak mungkin tidak membunuh orang jika perjanjian yang dibuat tidak di penuhi,"
"Walaupun dia sekarang telah di bebaskan dari organisasi dan wajib tugasnya sebagai NHBNTA, dia orang yang sangat menjunjung perjanjian kontrak," ucap Dalbert dengan dingin
"Jika kamu ingin hidup itulah cara terbaik yang bisa diberikan, karena kamu adalah teman baik dari adik perempuanku, aku yakin dia tidak akan senang jika hal buruk terjadi kepada dirimu," ucapnya lagi dengan tatapan serius
__ADS_1
"Hah..."
"Baiklah akan aku terima turun takhta darimu Albern dan menjadi raja baru,"
"Tapi aku tidak bisa menjalankan pekerjaan tanpa asisten pribadi,"
"Jadi kakak kamu tidak boleh langsung pergi begitu saja,"
"Karena aku menginginkan dirimu duduk di kursi Duke,"
"Kamu tidak boleh menolaknya, sama sekali tidak boleh," ucap Blake dengan senyuman dingin
"Hah... baiklah tapi sebagai gantinya aku menginginkan wilayah Erlan, maka aku dengan senang hati akan membantumu mengurus kekaisaran," ucap Albern dengan anggukan kepala dan tatapan dingin
'Aku sudah menduga kalau dia akan melakukan pemerasan kepadaku, walaupun dia menyerahkan posisi takhta kepadaku,' ucap Blake di dalam hatinya dengan tatapan tajam
"Kenapa harus aku berikan wilayah Erlan?" ucap Blake dengan tatapan serius
"Kamu tidak tau apa pura-pura tidak mengetahuinya?" ucap Dalbert dengan senyuman tipis
"Wilayah Erlan satu tahun dari sekarang akan menjadi wilayah yang akan berkembang berkali-kali lipat dari wilayah Lewis karena pertambangan dan jalur dagang yang lebih dekat dengan wilayah timur tengah dan wilayah timur jalur laut,"
"Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak orang terkemuka ditambah lagi wilayah itu adalah wilayah yang sangat sulit untuk dijadikan tempat persembunyian para bandit mengingat semuanya adalah tempat yang akan berkembang nantinya," ucap Dezria dengan tatapan serius
"Yang dikatakan oleh Dezria itu benar,"
"Aku pikir itu hanyalah akal-akalan para bangsawan,"
"Tapi setelah aku menyelidiki secara langsung beberapa hari yang lalu maka aku setuju dengan yang dikatakan oleh mereka bahwa itu adalah wilayah yang sangat menguntungkan,"
"Ditambah lagi jika kita jadikan sebagai tempat wisata untuk para bangsawan berkunjung mungkin itu akan semakin menguntungkan," ucap Albern dengan anggukan setuju
"Ini menarik,"
"Aku pikir Blake adalah orang yang akan memiliki pemikiran bisnis yang jauh mengingat dirinya yang lebih dekat dengan neneknya tapi aku tidak menyangka kalau Albern adalah orang yang memiliki pemikiran tajam itu," ucap Derick sambil tersenyum kecil
__ADS_1
"Hah..."
"Ternyata memang benar ya, aku rasa bisnis yang diberikan oleh nenek lebih baik aku berikan kepada dirimu mengingat kamu lebih hebat dalam mengelola dan menganalisis masalah ini,"
"Deus, kamu tidak masalah dengan ini?" ucap Blake sambil tersenyum
"Hah..."
"Untuk apa bertanya kepadaku? Aku juga hanya meminjam tubuh ini untuk menjalankan pekerjaan tapikan itu semua akan selesai jadi bukan hak ku untuk mengurus masalah ini," ucap Asmodeus dengan helaan nafas yang panjang yang kemudian dengan tatapan yang serius
"Walaupun begitu kamu saudara kita karena kita tinggal bersama, benar bukan Albern?" ucap Blake sambil menatap Albern
"Yang dikatakan itu adalah benar jadi jangan pernah berpikir kalau kamu bukan salah satu dari kita, kamu juga banyak membantuku jadi mungkin ini adalah hal yang baik juga untuk kita mengakhiri era dimana manusia, penyihir dan iblis bermusuhan," ucap Albern sambil tersenyum
"Terima kasih karena ingin menerimaku tapi bukan berarti aku senang karena kalian menerimaku begitu saja," ucap Asmodeus dengan mengalihkan tatapannya ke arah lain
'Dia sudah memulai penyakit lamanya lagi,' ucap keduanya di dalam hati dengan serentak
"Jadi apakah kalian bertiga telah selesai berdiskusi? Kalau sudah kita lanjutkan untuk rapat membahas hal lain," ucap Derick yang menyela adegan yang mengharukan itu
"Derick, kamu sangat tidak bisa di buat menikmati per-,"
"Maafkan aku, Absyuri kelelahan habis melakukan menyelesaikan masalah kemarin jadi dia masih berbicara yang sembarangan karena kurang tidur," ucap Absyara yang langsung menutup mulut saudara kembarannya karena mengingat kalau orang di depan mereka bukan orang yang benar-benar bisa di ajak bercanda ataupun berbicara terlalu santai
'Absyuri, kita adalah saudara kembar jika kamu salah maka kakakmu ini juga akan dianggap salah,' ucap Absyara di dalam hatinya dengan air mata yang tidak bisa keluar
'Lucunya, dia bersikap seperti itu dengan saudaranya,' ucap James di dalam hatinya sambil menatap perempuan yang begitu manis untuk dirinya
"Aku rasa rapat kita sampai di sini saja terlebih dahulu karena bagaimanapun kita sudah berada di posisi yang tidak bisa fokus,"
"Kamu setuju kan Dalbert?" ucap Albern dengan tatapan lelah kemudian menatap ke arah Dalbert
"Baiklah, aku rasa itu adalah pilihan yang baik karena melihat mereka, aku tidak yakin bisa berjalan dengan baik oleh karena itu, kita akan melanjutkannya besok," ucap Dalbert dengan anggukan kepala yang kemudian rapat di bubarkan
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Reina yang ingin pulang akan di undur? Apakah yang akan terjadi setelah Albern turun dari takhta? Seperti apakah kisah ini akan berlanjut?
__ADS_1
REINKARNASI REINA