Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 26 Bisakah kamu diam nona?


__ADS_3

"Aku yakin kalau kamu sedang bercanda denganku," ucap Yuria sambil berusaha menenangkan diri


"Hummm, kamu yakin begitu?" ucap Shun dengan muka memerah


'Kenapa dia menatap dengan tatapan seperti itu?' ucap Yuria didalam hati


"Ka…lau be…gitu AKU PERGI DULU," ucap Yuria dengan terbata-bata sambil berlari ke arah kelas


"apa aku terlalu cepat ya mengatakan kepadanya? gawat rasanya mukaku panas," gumam Shun sambil berusaha menenangkan diri


'Kenapa di pagi hari seperti ini aku selalu yang melihat keromantisan orang lain? aku lebih baik ke kelas sekarang,' ucap James sambil berjalan ke kelas


"Albern karena sudah sampai di depan kelas, aku duluan ya terima kasih telah mengantarkanku sampai di depan kelas," ucap Reina sambil tersenyum


"Nanti pada jam istirahat aku akan menjemputmu," ucap Albern sambil tersenyum


'Entah kenapa aku merinding mendengar ucapan darinya ditambah lagi tidak biasanya dia mengatakan hal seperti itu kepadaku,' ucap Reina di dalam hati


setelah jam pelajaran selesai...


"Aku tidak tau ucapannya benar atau tidak tapi lebih baik aku melarikan diri terlebih dahulu," ucap Reina sambil berjalan keluar kelas dan membuka pintu


"Bagus..." ucap Reina sambil menoleh ke arah kanan namun terhenti


"Reina apanya yang bagus?" tanya Dalbert sambil tersenyum


"Ah... kakak itu tidak ada apa-apa kok," ucap Reina sambil tersenyum


"Mau makan siang kan?" tanya Dalbert sambil menarik tangan Reina

__ADS_1


"Iya kak," ucap Reina sambil tersenyum


"Reina kita makan siang bersama ya," ucap Albern sambil berjalan ke arah Reina


'Kenapa laki-laki ini ada disini? ck mengganggu saja,' ucap Albern di dalam hati


"Albern maafkan aku, tapi aku sepertinya akan bersama kakakku," ucap Reina sambil tersenyum kaku


"ALBERN," teriak Elena dengan lembut dari kejauhan


"Ki..ta.... ma...kan si..ang ber....sam..a yuk," ucap Elena dengan nafas tersengal-sengal


"Nona Elena berlari di lorong kelas itu dilarang," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


"Maaf profesor," ucap Elena sambil membungkukkan badan


"Kali ini aku akan memaafkan mu tidak untuk lain kali," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


"Bukankah kita bisa makan bersama kakak ipar?" tanya Albern sambil tersenyum


"Kita sedang berada di akademi tuan Albern bisakah bedakan urusan pribadi dengan tidak dan tolong jangan panggil aku kakak ipar karena adik perempuanku belum tentu menikah denganmu," ucap Dalbert dengan tatapan dingin sambil menaikan kacamatanya


"Maafkan aku, tapi bukankah mempererat tali kekeluargaan itu penting?" tanya Albern sambil tersenyum dingin


"Tapi kamu bukan keluarga ku cuma Reina adikku," ucap Dalbert sambil menaikkan kacamata


'Dia perempuan rubah apa? semua laki-laki berada didekatnya' ucap Elena didalam hati dengan penuh kebencian


"Bagaimana kalau kita semua makan bersama-sama?" ucap Elena sambil tersenyum lembut dan polos

__ADS_1


"Reina bagaimana kalau kita makan bersama?' ucap Blake sambil menarik tangan Reina dari Dalbert


"Eh...." ucap Reina dengan kebingungan


"Blake kenapa kamu ada disini? dan kenapa kamu seenaknya menarik tangan adikku," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


"Professor maafkan aku tapi ini di akademi, bukan di kediaman Halmiton jadi anda tidak boleh mengatakan hubungan kakak dan adik di akademi," ucap Blake sambil tersenyum


"Walaupun begitu memangnya salah kalau mengajaknya makan siang dan juga kamu hanya seorang siswa lebih baik diam," ucap Dalbert sambil tersenyum dingin


'Kapan aku bisa beristirahat dengan tenang? tidak mungkinkan menunggu kematian datang,' ucap Reina di dalam hati dengan suram


"Kakak, Albern, Blake berhenti bertengkar, sudahlah aku mau makan sendirian nanti aku tidak jadi makan kalau harus menunggu kalian selesai bertengkar," ucap Reina sambil berjalan di koridor


'Reina meninggalkanku,' ucap Albern, Dalbert, dan Blake secara serentak


'Dasar perempuan rubah,' ucap Elena di dalam hati dengan tatapan benci


Disisi lain...


"Tanpa kusadari aku berjalan sampai taman, hah... mereka maunya apa sih?" ucap Reina dengan kesal


"Bisakah kamu diam nona?" ucap seorang laki-laki di atas pohon


"Maafkan aku, aku telah membuat keributan," ucap Reina sambil membungkuk


"Kamu tidak perlu minta maaf dengannya," ucap seseorang laki-laki sambil berjalan ke arah Reina dan laki-laki di atas pohon


Siapakah laki-laki yang berada di atas pohon? Apakah Reina menyadari sesuatu? Siapa yang berjalan ke arah Reina dan laki-laki di atas pohon? Apakah Reina berhasil menghindari kematian?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2