Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 132 Jika yang mulia putra mahkota bisa melihat dan menyelesaikan masalah ini


__ADS_3

"Kamu terlalu khawatir menurutku hingga membuat dirimu sendiri memiliki firasat yang belum tentu benarnya," ucap Derick dengan tatapan datar


"Tuan, ini minuman yang anda minta tadi," ucap seorang pelayan yang tiba-tiba datang dan menyerahkan gelas wine itu


"Kami tidak memesan untuk mengantarkan wine, ken-"


"Terima kasih telah mengantarkannya," ucap Dalbert sambil tersenyum dan menginjak kaki orang yang di sampingnya


"Akh... sakit," ucap Derick sambil meringis kesakitan karena kakinya dijinjak oleh perempuan yang lewat dan Dalbert


"Aku penasaran apa yang membuat kakiku dijinjak oleh perempuan itu? dan Dalbert kenapa kamu juga menginjak kakiku yang tidak memiliki salah ini," ucap Derick sambil menatap kesal


"Hah... orang bodoh juga ada batasnya, oleh karena itu aku menginjak kakiku kepadamu," ucap Dalbert sambil meminum wine itu


'Sebentar, sepertinya aku paham,' ucap Derick kemudian melihat sesuatu kertas tipis yang terikat di gelas wine itu


"Kring... Kring..." suara dari perhiasan kaki dan tangan yang berbunyi


"Apa boleh aku bergabung dengan kalian?" tanya seorang laki-laki yang terlihat muda dan tidak terlihat tinggi itu berjalan ke arah kedua orang yang membaca surat yang tertulis kemudian menoleh ke asal suara


"Yang mulia Zahryia, sungguh kehormatan bisa bertemu dengan anda yang merupakan raja terhebat karena bisa merebut kembali negara anda dari penindasan itu, saya merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan anda yang hadir di dalam pesta penobatan raja baru hari ini," ucap Derick sambil tersenyum dan memberikan hormat diikuti oleh Halmiton seolah-olah itulah pertama kali mereka berbincang-bincang


'Dia memang pantas duduk di posisi bangsawan cara berbicaranya seperti seorang pebisnis dan penjilat,' ucap laki-laki itu di dalam hatinya dengan tatapan yang dingin


"Humm... ini pertama kalinya aku bertemu dengan kalian dan aku tidak mengetahui siapa kalian, bisakah kalian memperkenalkan diri kalian terlebih dahulu, sebelum menyapaku karena di negara kami itu akan sangat tidak sopan dan maafkan aku jika aku mengatakan kalau aku sama sekali tidak mengetahui tradisi negara ini," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin


'Aku tidak heran lagi jika dia serius dengan perannya yang merupakan seorang raja, sampai membuat Derick tidak berkata-kata,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan sedikit bangga karena dia memiliki orang yang sangat hebat berakting

__ADS_1


Dengan tatapan terkejut setelah mendengarkan perkataan laki-laki itu dia tersenyum tipis dan di dalam hatinya dia berkata 'Aku tidak menyangka harus sampai memperkenalkan diri lagi di hadapan anak kecil ini, tapi memang tidak masuk akal jika dia mendadak mengetahui aku yang jarang keluar dari kekaisaran tau tentang diriku, memang sempurna aktingnya.'


"Saya lah yang harusnya meminta maaf yang mulia karena langsung menyapa anda dengan tidak sopan, biarkan saya memperkenalkan diri kepada anda yang mulia,"


"Perkenalkan nama saya adalah Duke Harrison Derick, kepala keluarga Derick sekarang, bertemu dengan anda adalah suatu kehormatan untuk saya," ucap Derick dengan senyuman profesionalnya sambil memberikan hormatnya


"Dan yang di belakangmu? Apakah dia adalah pelayanmu?" ucap laki-laki itu dengan tatapan polos dan tidak bersalah


'Dia berani menyindir atasan dan orang yang telah membuat dirinya menjadi seorang raja di balik layar itu, di depan banyak orang, cuma dia yang berani melakukan hal-hal yang tidak baik dengan Dalbert,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tersenyum kaku


"Maafkan aku yang mulia Zahryia Shahin Dezria, tapi saya adalah salah satu bangsawan kekaisaran ini,"


"Perkenalkan nama saya Dalbert Charles Halmiton, saya adalah calon kepala keluarga Halmiton selanjutnya, saya memang tidak terlalu terkenal seperti rumor yang beredar tapi saya adalah salah satu petinggi bangsawan jika yang mulia berkenan menjalin kerja sama di wilayah Halmiton saya siap kapanpun untuk membuat kontrak dengan anda," ucap Dalbert sambil tersenyum dingin dan memberikan hormatnya


"Ah... seperti itu maafkan saya telah menganggap bahwa anda adalah seorang pelayan, karena aku baru saja berada di posisi ini dan masih banyak hal yang harus aku pelajari," ucap Dezria sambil tersenyum polos seperti anak kecil yang tidak tau apa-apa


'Kenapa perempuan ini seperti selalu ada dimana-mana, ini sangat-sangat membuatku risih,' ucap Dalbert dan Derick di dalam hatinya dengan tatapan dingin


"Nona, bisakah anda melakukan hormat terlebih dahulu? Apa anda tau yang anda lakukan sekarang sangat tidak sopan, menanyakan identitas seseorang terlebih dahulu tanpa memberikan hormat? Aku dengar kalau bangsawan di barat di berikan pelajaran tentang tata Krama dan sopan santun, tapi kenapa anda datang-datang tidak memberikan hormat melainkan langsung menanyakan siapa aku? apa anda seorang bangsawan?" ucap Dezria tanpa memberikan perempuan itu berbicara satu katapun dengan tatapan sinis


'Padahal dia sudah dewasa dari siapapun tapi ucapan yang dia katakan tidak bisa benar-benar di tembus sama sekali bahkan kepada seorang perempuan, dia tidak membiarkan seorang perempuan berbicara tentang alasannya,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan dingin menatap Elena


"Hiks... Hiks..."


"Aku hanya ingin bertanya karena aku belum pernah melihat orang yang berpakaian begitu unik dan orang yang terlihat begitu di hormati oleh kedua bangsawan yang terkenal ini,"


"Padahal aku hanya ingin bersikap ramah tapi anda mengatakan hal yang begitu jahat kepadaku, bagaimana anda bisa berbicara seperti itu," ucap Elena dengan air mata yang mengalir

__ADS_1


'Perempuan ini tahu atau apa? sikapnya seperti tahu yang mudah hancur ketika berbicara sedikit, tidak heran dia menjadi hal yang di benci,' ucap Dezria di dalam hatinya dengan tatapan sinis


"Bisakah anda tidak menangis? bukankah Anda terlalu manja sebagai seorang perempuan? dari bangsawan yang pernah aku temui tidak pernah sekalipun aku melihat seorang perempuan menangis karena ucapanku yang seperti ini bahkan mereka akan langsung meminta maaf terlebih dahulu sebelum memberikan alasannya,"


"Tapi kamu adalah perempuan yang begitu manja," ucap Dezria dengan tatapan dingin dan sinisnya


"Yang mulia putra mahkota memasuki ruangan dan seluruh tamu diharapkan untuk memberikan hormat dan sambutan kepada yang mulia putra mahkota," ucap seorang penjaga pintu sambil membuka pintu yang besar itu


"Hiks... hiks..." suara tangisan Elena


"Yang mulia, hiks..." ucap Elena sambil berlari ke arah Albern


"Kenapa kamu sampai menangis seperti ini," ucap Albern sambil mengusap air matanya Elena


"Tidak... aku hanya merindukan yang mulia putra mahkota saja," ucap Elena dengan tatapan ketakutan sambil menatap Dezria


"Hah... katakan siapa yang melukaimu?" tanya Albern sambil menatap Elena dengan tatapan tulus


"Maaf tuan, Apa kamu adalah orang yang membuat Elena menangis? dan tamu dari mana anda berasal?" tanya Albern sambil menatap ke arah Dezria dengan tajam


"Kalau memang aku kenapa? dan juga lagipula gadis itu duluan yang datang-datang mengatakan hal yang tidak sopan dan tidak mengucapakan rasa hormatnya kepada seorang tamu dari negara lain,"


"Jika yang mulia putra mahkota bisa melihat dan menyelesaikan masalah ini dengan bijak hal ini maka saya akan menganggap hal ini tidak ada, tapi jika anda ingin menganggap kalau yang saya katakan salah maka saya ingin tau alasannya," ucap Dezria sambil menyeringai


Apakah Dezria katakan benar atau salah? Apakah Albern bisa menyelesaikan masalah ini dengan bijak? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2