
"Aku juga tidak mengetahuinya, tiba-tiba kami di terbangkan dan sudah berada di atas tebing," ucap Reina sambil mengingat-ingat yang terjadi saat dia jatuh terjun dari tebing
"Intinya kamu baik-baik saja sudah membuat kami semua merasa lega," ucap Yuria sambil tersenyum lega
"Dan Absyuri terima kasih telah ikut terjun untuk menyelamatkan Reina," ucap Blake sambil tersenyum lembut
"Tentu saja, Reina adalah temanku aku sangat khawatir dengannya oleh karena itu aku bertekad untuk terjun menyelamatkannya." ucap Absyuri sambil tersenyum bangga
"Kalau begitu bukankah kita harus melanjutkan perjalanan kita," ucap Asmodeus yang melihat kelakuan teman-temannya dari kejauhan karena tidak ingin banyak ikut perdebatan mereka
"Humm... yang dikatakan oleh Asmodeus memang benar kita harus cepat sampai ke titik pertemuan ditambah lagi kita setelah itu di izinkan untuk beristirahat di titik pertemuan itu, tapi keesokan harinya kita diminta untuk berangkat pagi-pagi dengan tujuan untuk mencari persediaan makanan pada saat bermalam," ucap Shun sambil menganggukkan kepalanya kemudian membereskan barang-barangnya
"Elena, lehermu terluka, apa karena tadi kamu mengulurkan tangan milikmu hingga menggores lehermu sendiri," ucap Reina sambil menatap leher Elena yang mengeluarkan darah
"Ah, ini... karena aku ceroboh tadi," ucap Elena dengan perasaan sedikit ketakutan karena melihat Albern yang menatapnya dari kejauhan
'Seharusnya Albern peduli kepadaku karena aku terluka, tapi kenapa dia peduli kepada Reina? ini tidak adil, aku pasti tetap akan membuatnya di sisiku, walaupun rencana pertama gagal, aku masih memiliki banyak rencana,' ucap Elena di dalam hatinya sambil menggigit jempolnya
'Dia perempuan bermuka dua di lihat saja sudah ketahuan, aku ingin tau kenapa Reina ingin memaafkannya? padahal seharusnya dia menampar wajah perempuan itu karena telah membuatnya hampir kehilangan nyawanya karena alasan licin dengan perasaan pura-pura sedih,' ucap Asmodeus sambil menatap Elena dari kejauhan
"Kenapa mereka belum sampai semua orang bahkan sudah sampai dari tadi, ini membuatku sedikit khawatir sebagai pembimbing mereka di tambah lagi, aku tidak banyak mengingat perjalananku kesini," Gumam Derick sambil menatap jam sakunya yang menunjukkan kalau sebentar lagi matahari akan terbenam dan malam akan tiba
__ADS_1
"Jika terjadi sesuatu kepada Reina, Dalbert akan menyiksaku terutama kedua anak kecil itu, aku sangat mengkhawatirkan mereka berdua karena mereka dilatih untuk menjadi seorang pelindung, semua yang dilakukannya begitu samar dan membingungkan aku ingin tau apa yang direncanakannya," Gumamnya lagi sambil menatap ke seluruh arah yang ada di sekitarnya
"Ketua, kami sampai," ucap suara yang tidak asing untuk Derick
"Baguslah, kalian sudah sampai kalau tidak ada orang yang akan menyiksaku dan membuatku mati dengan cara yang tidak damai." ucap Derick sambil tersenyum lega
"Siapa yang akan menyiksamu Derick? Apa dia orang yang memiliki kekuatan yang melebihi dirimu?" tanya Reina dengan tatapan penasaran
"Tidak... tidak... tidak ada itu tadi hanya sebuah perumpamaan tapi kalau kamu bilang kekuatan yang lebih dari aku kamu salah, tidak ada yang lebih kuat dibandingkan dengan kaisar negara ini karena dia memimpin pasukannya di garis depan untuk membela tanah airnya dan membebaskan rakyat yang berada di perbatasan yang mengalami penderitaan panjang akibat perang namun beliau berhasil memenangkannya dan damainya perbatasan dulu adalah bukti kalau akademi kita adalah nyata," ucap Derick sambil tersenyum bangga
"Hee... kamu tau detail tentang sejarah akademi ya, aku saja tidak tau kalau akademi memiliki latar belakang yang begitu suram," ucap Yuria sambil menikmati cerita Derick
"Kalau begitu, kita sudahi saja dulu ceritanya setelah kalian selesai beres-beres karena sebentar lagi kita harus makan malam bersama," ucap Derick sambil tersenyum
"Tentu saja kami bisa ketua," ucap keduanya sambil menganggukkan kepalanya
Dengan jentikkan jarinya daerah tempat mereka bertiga berada menjadi kedap suara dan hanya mereka yang bisa mengetahui apa yang dibicarakan.
"Apa yang terjadi hingga membuat kalian lama datang ke titik pertemuan? aku yakin kalian berdua tau alasan kalian berdua berada di akademi ini," ucap Derick dengan tatapan yang serius ke arah Absyara dan Absyuri
"Jangan rahasiakan satu kata pun dari cerita kalian, jika kalian berdua merahasiakannya maka aku akan menggunakan sihirku untuk langsung melihat kejadian apa yang terjadi melalui pikiran kalian berdua," ucapnya lagi sambil berjalan ke arah keduanya dan menepuk pundak keduanya
__ADS_1
"Jadi tadi, Reina terjatuh dari tebing yang harus kami lalui sebelum kami ke sini itu terjadi karena seorang gadis bernama Elena mengulurkan tangannya kepada Reina dengan tujuan untuk menarik Reina ke atas tetapi pada saat di pegangnya tangan Reina, dia melepaskan tangan Reina sehingga menyebabkan Reina harus terjun bebas dari ketinggian tebing itu kemudian Absyuri yang melihat Reina yang terjun ikut terjun ke bawah untuk menyelamatkan Reina," ucap Absyara sambil menatap Absyuri
"Tetapi pada saat itu aku dan Reina hampir melakukan benturan dengan permukaan tanah, tapi ada sebuah sihir misterius membantu kami naik ke atas secara misterius, Reina tidak mengatakan apa pun tentang yang terjadi hari ini," sambung Absyuri dengan tatapan yang serius
"Aku mengerti, baguslah kalau begitu, pastikan tidak ada orang yang mengetahui apa yang terjadi dengan kalian," ucap Derick sambil tersenyum dingin
"Aku akan menyampaikan masalah ini langsung kepada master pemimpin dan kalian beristirahatlah dulu sebelum makan malam di mulai dan...," ucap Derick sambil tersenyum
"Kerja bagus kalian berdua, kita adalah orang pilihan tuan pemimpin harus tau dengan kemampuan yang kita miliki dan harus mengorbankan diri demi tercapai tujuan yang diinginkan oleh master pemimpin
"Baik, kami mengerti," ucap keduanya dengan serentak kemudian pergi meninggalkan Derick sendirian di sana
'Masalah yang terjadi ini sungguh membingungkan karena ini harus segera di selidiki karena entah musuh atau teman tidak ada yang tau topeng di balik wajah itu maksud yang dia inginkan setelah menolong Reina dan Absyuri'
'Orang seperti apa dia hingga bisa menggunakan sihirnya untuk menyelamatkan Reina dan Absyuri di area tanpa sihir sama sekali,'ucap Derick di dalam hatinya sambil tersenyum pahit
"Akhirnya aku bertemu denganmu kasur," ucap Reina sambil melemparkan dirinya di atas kasur yang begitu empuk setelah selesai mandi
"Siapa ya suara laki-laki tadi? bagaimana dia bisa menggunakan sihirnya di tempat anti sihir? kalau bertemu dengannya aku harus berterima kasih dengannya," Gumam Reina sambil berguling-guling di atas kasur
'Masih tinggal sedikit lagi sampai boneka itu menjalankan tugasnya untuk membuat rencanaku berjalan sempurna," ucap seorang laki-laki sambil tersenyum dingin
__ADS_1
Siapakah laki-laki itu? Apa yang direncanakan oleh laki-laki itu? Apakah benar-benar nyawa Reina terancam?
REINKARNASI REINA