Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 194 Aku rasa kita harus berbicara


__ADS_3

Ditengah kehilangan seorang gadis, Albern yang telah mengumpulkan informasi itu tidak mengetahui kalau gadis yang dicintai olehnya telah menghilang walaupun dia tidak mengetahuinya, dia merasakan firasat buruk mengenai gadis itu...


"Albern!"


"Albern!"


"Bisakah kamu berhenti sejenak? Karena ada hal yang ingin aku mintai keterangan,"


"Pada saat kita bertemu pertama kali, kamu tidak menceritakan apapun tentang dirimu dengan detail,"


"Dan kamu hampir mengetahui tentang diriku,"


"Bukankah ini tidak adil?" ucap James dengan tatapan dingin dan kesal setelah mendengarkan ucapan itu Albern menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahnya


"Aku mengerti yang kamu rasakan adalah ketidakadilan tapi aku minta kamu mengerti kalau yang sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk berbicara mengenai masalah itu," ucap Albern dengan tatapan yang dingin


"Besok adalah sidang setelah sidang selesai, aku akan menjelaskan dengan jelas apa yang terjadi,"


"Aku mohon bersabarlah sampai itu tiba," ucap Albern yang kemudian menoleh ke arah depan dan melanjutkan langkahnya membuat James terdiam dan tidak melanjutkan pembicaraan.


Karena ketidaktahuannya mereka mengenai hilangnya gadis yang di cintainya itu, dia hadir ke dalam ruangan meja hijau dengan penuh kekhawatiran karena sidang belum kunjung dimulai..

__ADS_1


'Kenapa ruangan ini belum dihadiri oleh Reina dan yang lainya?' ucap Albern di dalam hatinya sambil menatap ruangan yang hanya dihadiri oleh para saksi mata dan oleh Elena.


"Albern, apakah kamu merasa kalau ini aneh? ruangan ini masih belum di hadiri oleh tersangka padahal sidangnya sebentar lagi di mulai," ucap seseorang yang muncul dari arah belakangnya


"Kalian kenapa muncul dengan cara yang mendadak seperti itu?" ucap Albern dengan tatapan yang terkejut


"Ehehehe..."


"Maafkan Yuria karena dia memang selalu muncul secara tiba-tiba tanpa memberikan sapaan,"


"Aku sendiri sempat heran apakah dia benar-benar berasal dari keluarga bangsawan atau bukan?" ucap Shun dengan tatapan yang dingin sambil menarik perempuan yang berada di belakang Albern


"Shun, kamu tidak sopan,"


"Baiklah, karena sidang sebentar lagi dimulai semuanya diharapkan untuk tenang dan duduk di posisi masing-masing,"


"Dan sambil menunggu para hakim hadir dalam persidangan, ada baiknya kalian pergi untuk sarapan terlebih dahulu atau makan-makan yang bisa membuat perut kalian menjadi kenyang," ucap seorang yang datang dan duduk di kursi ketua dewan kesiswaan dengan senyuman yang ramah dan perhatian


'Aku harap mereka bisa menemukan Reina tepat waktu karena aku sendiri tidak akan bisa menahan atau menenangkan orang seperti mereka tanpa kekerasan,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan khawatir dan perasaan panik


"Bukankah ini sedikit janggal? Derick mengatakan untuk menunggu para hakim tiba dengan meminta para siswa untuk sarapan atau makan untuk mengenyangkan perut,"

__ADS_1


"Karena biasanya para hakim akan hadir beberapa menit sebelum dimulai dan harusnya dia hanya mengatakan untuk duduk di posisi masing-masing dengan tenang,"


"Artinya Derick, tau tentang masalah yang terjadi hari ini," ucap James sambil menaikkan kacamatanya dengan tatapan tajam


"Aku rasa kita harus berbicara secara langsung dengan dirinya karena bagaimanapun juga dia pasti mengetahui beberapa informasi mengenai ruangan yang belum di hadiri oleh tersangka dan para hakim," ucap Shun dengan tatapan yang tajam ke arah Derick yang berdiri meninggalkan ruangan meja hijau


Di luar pintu sidang...


"Tuan, saya ingin memberikan laporan dari tuan Dezria dan yang lain mengenai pencarian mereka dan penyelidikan mereka tentang kasus ini," ucap seorang laki-laki yang bertudung itu sambil memberikan hormat


"Hummm... kita berbicara di tempat yang berbeda jangan berada di sini," ucap Derick sambil menatap sekitarnya lorong sepi itu


"Kita bicarakan di ruangan yang berada di sebelah ruangan sidang ini," ucap Derick yang merasa kalau pembicaraan mereka akan di dengar oleh orang-orang yang berada di sekitarnya secara diam-diam


"Baik tuan," ucap laki-laki bertudung itu mengikuti Derick dari arah belakang


"Mereka masuk ke dalam ruangan tertutup," ucap Yuria yang menempelkan telinganya ke depan pintu itu karena telinganya bisa mendengarkan suara yang pelan dari luar pintu maka dia mendengarkan suara yang berada jarak yang lumayan jauh


"Kalau mereka menggunakan sihir peredam tidak akan ada yang bisa mendengarkan pembicaraan mereka di dalam ruangan termasuk telinga tajam Yuria sekalipun," ucap Shun dengan tatapan dingin dan menggigit bibirnya dengan khawatir


Apakah mereka bisa mengetahui tentang keadaan Reina? Apakah yang dilaporkan oleh laki-laki bertudung itu? Apakah Reina berhasil ditemukan? Apakah sidang akan dimulai tanpa Reina? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2