
'Dia tidak mengenalku, apa yang terjadi?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan sedih
"Ah... maafkan aku, sepertinya aku salah mengenali orang," ucap Reina dengan senyuman pahit
"Reina, aku tidak menyangka akan bertemu dengan dirimu disini," ucap seseorang laki-laki berjalan menghampiri Reina
"Blake? Ada apa?" ucap Reina sambil tersenyum
"Akhirnya kamu kembali ke akademi, aku telah mencarimu kemana-mana aku pikir aku tidak akan menemukan dirimu di sini," ucap Blake dengan tatapan lembut dan khawatir
"Blake, kamu kenal?" tanya Albern sambil menoleh ke arah Blake
"Apa kakak tidak ingat Reina?" ucap Blake dengan tatapan pura-pura terkejut namun pada kenyataannya di dalam hatinya dia sedang tersenyum bahagia
"Apa kita benar-benar pernah bertemu?" tanya Albern dengan tatapan dingin
"Albern, bukankah kamu bilang kamu ingin pergi makan siang bersamaku," ucap Elena dengan muka yang cemberut
'Ah... dia benar-benar melakukannya, aku tidak menyangka,' ucap Blake di dalam hatinya sambil menatap Elena dengan tatapan senang
"Ah... Baiklah kamu seperti gadis yang sangat rakus ya Elena," ucap Albern sambil tersenyum ke arah Elena
'Dia...'
'Dia tersenyum kepada Elena? padahal sebelumnya dia tidak pernah tersenyum kepadaku seperti itu dengan terang-terangan sebelumya,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap Elena dan Albern yang begitu romantis menurut Reina
'Mereka terlihat begitu romantis dan begitu cocok sebagai pasangan, mirip seperti yang tertulis di novel,'
'Aku harusnya bahagia melihat dia berhasil bersama dengan Elena yang merupakan seorang protagonis novel ini,'
"Reina, apakah kamu baik-baik saja?"" ucap Blake sambil menatap Reina yang seperti orang yang tersakiti
"Reina, makan ini," ucap Blake sambil menyerahkan sebuah permen
'Ah ini orang di sini tidak pernah melihat permen ya,'
'Dia pasti tidak bisa memakan yang aku buat,' ucap Blake dengan tatapan terkejut
"Manis sekali sudah lama rasanya aku tidak makan permen,
"Terima kasih Blake atas permennya,"
"Dan apa boleh aku meminta lagi?" ucap Reina sambil tersenyum
'Bagaimana dia tau kalau ini permen dan dia tau cara memakan permen ini,'
'Apa mungkin dia juga berasal dari tempat yang sama denganku?"
__ADS_1
"Jika benar maka aku akan dengan senang hati akan bersamanya menemani dirinya, ucap Blake di dalam hati dengan tatapan terkejut
"Reina, apa pekan ini kamu ada waktu?" tanya Blake sambil menatap Reina
"Aku ada,"
"Tapi kenapa?" ucap Reina sambil menatap Blake
"Tentu saja mengajakmu jalan-jalan, karena kamu baru saja berhasil sembuh dari kecelakaan itu," ucap Blake sambil mengelus kepala Reina
'Blake selalu saja menghibur diriku, dan selalu ada untukku dibandingkan dengan Albern,'
'Tapi... dia sudah tidak lagi mengingat aku dan bahagia sesuai dengan yang tertulis maka seharusnya tidak ada lagi hubungannya denganku'
'Akhirinya pun aku bisa lulus akademi dengan baik,' ucap Reina di dalam hatinya sambil tersenyum menatap Blake
"Kenapa kamu tersenyum seperti itu?" ucap Blake sambil memberikan permen yang di minta oleh Reina
"Terima kasih Blake," ucap Reina sambil tersenyum lembut seolah-olah permen yang di berikan oleh Blake bisa menghapus kesedihan di hatinya
"Apa yang kalian lakukan berdua di taman?" ucap James sambil tersenyum menatap keduanya
"Kami sedang berbincang-bincang sedikit," ucap Blake sambil tersenyum lembut
'Blake adalah pangeran kedua, tapi dia juga orang yang terkenal sangat lembut walaupun lembut tapi aslinya aku rasa seperti ular berbisa, aku harus berhati-hati karena aku berada di kandang mangsa,' ucap James di dalam hatinya sambil menatap Blake
"Aku... aku sudah bertemu dengannya tapi dia tidak mengingatku sama sekali,"
"Aku..."
"Aku sama sekali tidak tau apa yang sedang terjadi dengan dirinya,"
"Padahal terakhir kali kami berbicara semuanya masih baik-baik saja, tapi kenapa bisa seperti ini?" ucap Reina dengan tersenyum pahit dan tatapan tidak tau apa yang harus dia lakukan lagi
"James, bisakah kamu tidak mengatakan apapun soal Albern,"
"Kalau kamu hanya ingin menambahkan bumbu di luka Reina, lebih baik kamu pergi dan cari orang lain," ucap Blake dengan tatapan serius ke arah James
"Blake, aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," ucap Reina sambil menarik lengan baju milik Blake
"Hah... aku hanya ingin mengatakan dia kehilangan ingatannya dan hanya melupakan tentang seluruh hal yang berhubungan dengan keluarga Halmiton,"
"Pada saat dia bangun, Elena mengatakan kalau dia adalah calon tunangannya,"
"Oleh sebab itu seperti yang telah kamu lihat semuanya, dia sangat dekat dengan Albern hingga aku harus mengerjakan semua perkerjaanku sendirian," ucap James sambil menaikkan kacamatanya
"Kalau begitu kamu tidak dekat dengannya lagi?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan
__ADS_1
"Tentu saja itu benar, aku kesini ingin menyampaikan kalau yang lain menunggumu di ruang dewan kesiswaan untuk pesta kembalinya dirimu ke akademi dan posisi kalian dalam mendapatkan posisi pertama dalam ujian praktek," ucap James sambil tersenyum
"Ah, tenang saja kami tidak mengajak kedua orang itu," ucap James sambil tersenyum
"Kalau mereka ada pun aku tidak masalah,"
"Terima kasih James, kami berdua akan datang bersama nanti," ucap Reina sambil tersenyum lega
'Aku benar-benar beruntung dan aku harus mensyukuri apa yang ada di sekitarku sekarang,'
'Aku tidak boleh membuat mereka semakin mengkhawatirkan diriku, aku harus tetap tegar karena semuanya telah berjalan sesuai dengan keinginan yang aku inginkan,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tujuan menyemangati dirinya sendiri
"Reina, apa kamu melihat seorang temanmu yang kembaran itu?" tanya James sambil melihat sekelilingnya
"Tidak, karena aku belum bertemu dengan mereka berdua,"
"Ada apa James?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan
"Jangan bilang kamu menyukai saudara perempuannya?" ucap Blake sambil menyeringai ke arah James
"Tidak... tidak... aku hanya ingin mengembalikan ini," ucap James sambil mengeluarkan gelang tangan milik Absyuri
"Aku pikir kamu memiliki perasaan dengan Absyuri,"
"Jika kamu punya kami berdua akan membantumu," ucap Blake dengan tatapan penuh kekecewaan
"Tidak... tidak... aku sama sekali tidak bisa sebanding dengan mereka," ucap James sambil tersenyum kaku
"Dia gadis yang sangat hebat dan mereka berdua adalah kembar yang saling melengkapi jadi aku tidak ingin mereka berpisah,"
"Masih banyak hal yang ingin aku lakukan jadi aku tidak ingin merasakan perasaan cinta jika aku belum bisa melindungi dirinya, apabila dia sudah memiliki orang yang bisa melindungi dirinya maka aku hanya akan menatap kebahagiaannya saja," ucap James sambil tersenyum
"Kamu sedang bermain drama? begitu dramatis perkataan yang kamu katakan,"
"Kamu memilikinya kan perasaan itu," ucap Reina sambil menyeringai
"Aku memang memilikinya kalau aku jujur tapi Reina aku beri tau satu hal kepadamu,"
"Jika cinta lebih penting dari segalanya, maka kamu tidak akan bisa menemukan kebahagiaan yang kamu inginkan, kalau tidak sejalan dengan perasan yang kamu miliki," ucap James sambil tersenyum menatap langit yang luas dan biru
'Ah... yang di katakan oleh James ada benarnya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan lega
'Akan aku coba untuk merubah perasaan yang telah terlanjur ini,' ucap Reina di dalam hatinya sambil tersenyum lega
Apakah James hanya akan menyimpan perasaannya? Apakah Reina mampu melupakan Albern? Apakah Blake bisa mengisi hati dan menggantikan Albern? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1