
Di pemakaman Keluarga kerajaan timur tengah...
"Derick, gali kuburan ini," ucap Azazel sambil menyerahkan sebuah sekop
'Aku pikir bisa menggunakan sihir untuk menggali permukaan tanah, ternyata harus menggunakan cara manual untuk menggali tanah,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan kesal
"Derick tatapan dirimu seperti tidak sedang dengan yang yang di minta," ucap Dalbert sambil menatap muka Derick
"Tidak, mana mungkin," ucap Derick sambil menggelengkan kepalanya dengan senyuman kaku
"Kamu tidak perlu banyak berbohong, itu semua tertulis di raut mukamu,"
"Jika kamu ingin berbohong belajarlah untuk mengendalikan topeng wajahmu, jika tidak musuh yang ada di depanmu akan lebih mudah untuk mengetahui kelemahan yang kamu miliki,"
"Ingat itu baik-baik," ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Apa kamu tau Derick alasan kami menyuruh dirimu untuk menggali pemakaman milik pangeran terbuang itu?" ucap Azazel sambil tersenyum
"Aku pikir karena tidak ada sihir yang bisa menggali kuburan ini jadi kamu menyuruhku untuk menggalinya," ucap Derick dengan tatapan kebingungan
"Apa kamu telah membaca buku yang aku berikan ?" ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan aura yang mencengkram
'Sepertinya dia marah karena aku tidak bisa menyelesaikan membaca buku itu dengan baik,' ucap Derick di dalam hatinya dengan perasaan yang terancam
"Aku baru membacanya sedikit," ucap Derick dengan kepala tertunduk dan ketakutan
"Dalbert, dia masih sangat muda, tidak mungkin kamu memintanya untuk membaca semua buku yang kamu berikan setinggi gunung itu untuk di selesaikan dalam waktu satu minggu,"
"Ditambah lagi dia adalah pilar dari dirimu nanti, jangan terlalu memberatkan dirinya, dan aku tau kalau kamu selalu khawatir dengannya,"
"Oleh karena itu kamu meminjam buku milik adik perempuanmu tentang sihir dan cara bertahan hidup," ucap Azazel dengan seringaian
"A.Z.A.Z.E.L mau MATI atau DIAM?" ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan aura membunuh ke arah Azazel hingga Derick tidak bisa merasakan kalau Dalbert sedang marah saat itu
__ADS_1
"Aku telah menyelesaikan penggalian, jadi apa yang harus di lakukan selanjutnya?" ucap Derick dengan tatapan kebingungan
"Selanjutnya serahkan kepadaku," ucap Dalbert sambil berjalan ke arah peti dan menggambar sebuah pola yang aneh di peti itu
"Apa kamu tidak penasaran kenapa peti itu di gambar sebuah pola aneh dan kenapa tidak langsung membukanya?" ucap Azazel sambil berjalan ke arah belakang Dalbert
"Aku memang sedikit penasaran tapi aku rasa itu pastinya salah satu proses dari pekerjaan jadi aku tidak ingin menanyakan lebih," ucap Derick dengan senyuman kaku
"Azazel tutup petinya dan ikat kembali dengan sihir yang sama," ucap Dalbert dengan tangan yang mengangkat seorang laki-laki yang bertubuh pendek
"Baik, aku mengerti," ucap Azazel dengan kepala mengangguk setelah selesai semua pekerjaan yang mereka lakukan mereka langsung kembali ke mansion dan pangeran yang terbuang itu entah bagaimana bernyawa kembali seperti orang hidup pada umumnya. Terkesan seperti kemampuan yang sebanding dengan para dewa dan iblis lakukan tetapi tidak ada iblis dan dewa yang akan melanggar peraturan yang telah di tetapkan kepada mereka, sehingga itu seperti rahasia yang tidak boleh benar-benar dibongkar oleh siapapun.
'Ugh...'
'Aku masih hidup? Sekarang aku ada dimana? Kenapa aku tidak bisa bersuara?' ucap Dezria di dalam hatinya sambil menatap ruangan yang ada di sekitarnya berbeda dengan timur tengah
"Kamu akhirnya bangun, ini sungguh ajaib karena bisa bangkit dari kematian,"
"Tidak perlu berbicara jika sekarang tidak bisa karena kamu telah lama tertidur untuk mengembalikan suara pastinya juga butuh waktu,"
"Terima kasih telah menjagaku dan memberikanku buku untuk menulis ini," tulis Dezria dengan penuh senyuman
"Tidak perlu berterima kasih karena aku telah menganggap dirimu seperti adik laki-laki sendiri," ucap Derick sambil tersenyum
'Dia menganggap aki adiknya padahal aku telah memiliki umur lebih tua dibandingkan dirinya, mungkin aku harus berpura-pura tidak mengetahui ini,' ucap Dezria di dalam hatinya dengan tatapan sedikit terkejut
"Selamat datang di mansion NHBNTA Dezria, mulai lusa nanti kamu bisa belajar dan jadwalnya sudah aku sesuaikan dengan dirimu, aku harap kamu benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan yang aku berikan," ucap Dalbert dengan tatapan dingin berdiri di depan pintu entah sejak kapan
"Baiklah, aku mengerti dan terima kasih telah membantuku untuk bebas dari sana," Tulis Dezria dengan tatapan hormat
Berhari-hari bahkan berminggu-minggu berbulan-bulan berlalu begitu cepat sejak kami bertemu dan kamu habiskan selama bersama hingga semua anggota NHBNTA lain terkumpul dan didik dengan cara yang lebih keras dibandingkan yang kami terima, bahkan hingga salah satu dari mereka yang baru datang melebihi kami berdua di puji karena usaha mereka yang bisa mengikuti.
"Tuan pemimpin tidak pernah bahkan sekalipun memuji bakar yang kita miliki tapi bagaimana bisa mereka di puji dengan tatapan begitu lembut,"
__ADS_1
"Ini sedikit tidak adil kan Dezria?" keluh Derick dengan tatapan tajam ke arah mereka yang berlatih
"Aku rasa kamu katakan memang benar,"
"Aku akan pergi dulu," ucap Dezria dengan tatapan dingin berjalan ke arah orang-orang yang berlatih itu
"Aku menantang kalian semua untuk bertarung denganku," ucap Dezria dengan lantang dan tatapan kesal
'Dezria, apa yang ingin kamu lakukan?'
'Sekarang aku harus mencari tuan pemimpin dan Azazel untuk menangkan situasi ini,' ucap Derick di dalam hatinya dengan keringat dingin dan sambil berlari ke arah mansion
"Tuan pemimpin dan Azazel, kebetulan sekali anda berada di sini," ucap Derick dengan raut wajah yang tidak terkontrol
"Ada apa kamu datang dengan wajah yang berantakan itu?" ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Dezria, menantang para anak-anak yang baru masuk ke dalam NHBNTA untuk bertarung,"
"Kita harus melakukan sesuatu," ucap Derick dengan tatapan panik
"Hanya itu? Aku rasa memang kalian anak kecil jadi aku tidak mempermasalahkannya jika kalian ingin bertengkar," ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Dalbert, kamu tenang saja mereka bertengkar nantinya pasti akan berbaikan lagi,"
"Kami pergi dulu, karena masih ada banyak pekerjaan yang harus kami lakukan sekarang," ucap Azazel sambil mengelus kepala Derick kemudian berjalan meninggalkan dirinya
'Mereka sama sekali tidak membantu,'
'Kalau begitu aku yang akan melerai pertengkaran itu,' ucap Derick di dalam hatinya dengan sikap yang kuat
'Baiklah, kami terima tantangan dari dirimu," ucap seorang anak laki-laki dengan tatapan dinginnya menatap ke arah Dezria
"Aku harap kita bisa bertarung dengan adil hingga aku bisa melihat siapa yang menang," ucap Dezria dengan tatapan yang sinis
__ADS_1
Siapakah yang akan memenangkan pertarungan itu? Apakah yang akan di lakukan oleh Dezria selanjutnya? Apakah Derick berhasil melerai keduanya? Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
REINKARNASI REINA