Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 188 cintai aku dan jatuh cinta lah dengan diriku


__ADS_3

Di sisi taman yang sepi hanya menyisakan angin berhembus melewati kedua orang itu...


"Walaupun aku memiliki alasannya, aku tetap tidak akan bisa memberi tau dirimu Reina untuk saat ini,"


"Setelah kelulusan kita tiba, aku baru akan mengatakannya," ucap Albern sambil tersenyum lembut


"Humm... baiklah kalau begitu," ucap Reina sambil menganggukkan kepalanya dengan tatapan kebingungan


'Kalau aku bisa membuat Reina hidup sampai saat itu maka aku akan menyatakan perasaan ini,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan yang sedikit sedih mengingat kejadian yang pernah terjadi di masa lalunya


"Reina, kita tunggu sampai situasinya tenang," ucap Albern dengan tatapan yang begitu perhatian kepada Reina


"Akhirnya aku bisa menemukan kalian berdua," ucap seorang laki-laki yang berjalan ke arah kedua orang itu dengan tatapan lelah


"Derick, aku tidak menyangka kamu bisa menemukan tempat seperti ini padahal ini sangat sulit di temukan oleh orang-orang karena pintu masuk ke taman ini adalah duri-duri tajam," ucap Albern dengan tatapan sedikit terkejut


"kamu kira aku tidak memiliki kekuasaan sampai taman ini?"


"Semua yang ada di akademi ini bisa aku jelajahi dan aku masuki, karena aku adalah ketua dewan kesiswaan," ucap Dalbert dengan tatapan kesal


"Jadi untuk apa kamu ke sini Derick?" ucap Albern sambil berdiri melindungi Reina yang sedang duduk di belakangnya


"Kenapa kamu begitu waspada kepadaku sekarang?" ucap Derick sambil tersenyum tipis


"Karena kamu yang datang mencari pastinya bukan masalah yang ringan," ucap Albern dengan tatapan tajam


"Baiklah, kamu memang benar,"


"Aku ke sini untuk bertemu kalian berdua dan membicarakan masalah yang baru saja mencoreng nama dewan kesiswaan," ucap Derick dengan tatapan dingin


"Reina, bisakah aku mendengarkan pembelaan tentang kejadian yang barusan terjadi dan menjadi topik pembicaraan seluruh siswa akademi?"


"Karena besok kamu akan diberikan sidang karena telah menyalahgunakan kekuasaan sebagai dewan kesiswaan,"


"Jika kamu masih ingin berada di dewan kesiswaan dan masih ini memiliki kepala di atas badan itu maka berikan aku kejujuran dan fakta yang bisa aku buat ini jadi hal yang bisa diselamatkan," ucap Derick sambil melipat kedua tangannya dengan tatapan tajam ke arah Reina yang bersembunyi itu


"Reina, tidak bisa mengatakannya karena dia masih terkejut dengan kejadian yang menimpa dirinya barusan," ucap Albern dengan tatapan tajam

__ADS_1


"Hah..."


"Aku tau kamu ingin melindunginya Albern, tapi aku di sini meminta pendapat dari dirinya bukan dari dirimu," ucap Derick dengan tatapan kesal


"Harus kamu ketahui kalau kejadian yang terjadi melibatkan siswa baru ini telah terjadi dua kali, mereka akan menduga kalau itu adalah perbuatan yang disengaja,"


"Jika kamu tidak bisa mengatakan, maka tidak akan bisa berbuat banyak kamu untuk melakukan pembelaan,"


"Reina, jika kamu ingin melawan perkataan yang tidak benar, dewan kesiswaan akan berada di pihakmu karena kamu adalah salah satu anggota kami tapi tentu juga jika ingin melawan itu kami harus mendengarkan penjelasan dari dirimu secara langsung,"


"Semuanya ada di tangan milikmu," ucap Derick dengan tatapan serius dan dingin


'Elena adalah tokoh utama yang di sayangi dan di sukai oleh semua orang yang ada di akademi, memangnya mungkin aku bisa menang melawan perkataan orang-orang seperti dirinya? Karena aku sejak awal ditakdirkan untuk menjadi seorang tokoh antagonis, maka sangatlah kecil mereka ingin mendengarkan omong kosong ku,' ucap Reina di dalam hatinya dengan penuh keraguan dan kepala tertunduk


"Aku akan memberikan dirimu waktu sampai selesai istirahat ini, jika kamu sudah menemukan jawabannya silahkan kamu datangi ruangan dewan kesiswaan," ucap Derick sambil membalikkan badannya menatap langit-langit yang biru


"Albern, jangan lupa setelah ini kamu kunjungi aku di ruangan dewan kesiswaan,"


"Ada beberapa hal yang ingin aku katakan kepadamu," ucapnya lagi tanpa menoleh ke arah belakangnya


"Jangan sampai telat, kalau telat maka akan aku berikan tambahan nantinya,"


"Aku pergi dulu, karena masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan," ucap Derick kemudian pergi meninggalkan kedua orang itu ke dalam keheningan yang disaksikan angin-angin yang berhembus membawa kisah lain yang berada di dekat tepi sungai...


'Dia barusan mengatakan cinta? Apakah aku salah mendengarkan?'


'Kenapa dia terlihat begitu tampan ketika melepas kacamatanya?' ucap Absyuri di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan dan muka sedikit merona


"James, apa kamu katakan barusan? aku rasa aku salah mendengarkannya jadi bisakah kamu ucapkan satu kali lagi?" ucap Absyuri dengan senyuman kakunya


"Humm..."


"Akan aku katakan sekali lagi jadi dengarkan baik-baik, karena berbicara juga memerlukan tenaga,"


"Bisakah kamu mengajarkan aku apa itu perasaan cinta yang katanya bisa membuat dirimu menjadi panas dan tersetrum ketika berada di dekat orang itu?" ucap James dengan tatapan yang sangat dekat dengan Absyuri sambil tersenyum lembut dan tipis


'Kenapa dia seperti laki-laki yang tebar pesona?' ucap Absyuri di dalam hatinya dengan menahan ekspresi dirinya

__ADS_1


"Jadi, kamu ingin aku mengajarkan apa itu cinta?" tanya Absyuri dengan tatapan yang serius


"Iya, aku sudah mengatakannya barusan," ucap James dengan tatapan pasrah menghadapi tingkah laku Absyuri


"Aku tidak bisa mengajarkannya kepadamu, karena itu adalah perasaan yang harus antara kedua orang yang saling mencintai atau saling memiliki perasaan,"


"Jika kamu ingin mencarinya bagaimana kalau kita adakan kencan buta?" ucap Absyuri dengan gelengan kepalanya


"Aku menolaknya, karena aku tidak tertarik dengan hal semacam itu," ucap James sambil mengelap kacamata yang di lepasnya itu


"Kalau begitu, kita memangnya harus cari dimana lagi untuk menemukan dan mencari tau perasaan itu? kalau kamu menolaknya," ucap Absyuri dengan tatapan kebingungan


"Tentu saja masih ada satu cara bukankah kamu tau itu," ucap James kemudian memakai kacamata itu


'Entah kenapa aku merasakan firasat yang buruk dari perkataannya itu,'


'Kalau aku baru saja mengatakan yang seharusnya tidak aku ucapkan atau yang aku buat,' ucap Absyuri di dan hatinya dengan keringat dingin


"Memangnya cara apa yang kamu katakan itu?" tanya Absyuri dengan tatapan kebingungan


"Kamu ini ternyata memiliki otak yang tumpul ya padahal berasal dari organisasi yang besar,"


"Aku jadi heran apa syarat yang diberikan NHBNTA kepadamu," Gumam James dengan tatapan dingin


"Siapa yang kamu katakan tumpul itu?" ucap Absyuri dengan tatapan tajam ke arah James


"Tidak, aku tidak mengatakan apapun tapi kembali ke pembicaraan kita yang di permasalahkan di awal," ucap James sambil tersenyum palsu


'Walaupun dia sudah membuat kontrak denganku tapi rasanya begitu menyeramkan di dekatnya,' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan yang tajam


"Jadi bagaimana cara yang kamu katakan barusan?" ucap Absyuri dengan tatapan penasaran


"Caranya cuma satu, yaitu cobalah cintai aku dan jatuh cinta lah dengan diriku," ucap James dengan tatapan yang serius ke arah Absyuri


Apakah itu termasuk pernyataan cinta? Mungkinkah mereka memenangkan pertarungan meja hijau? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2