
"Reina, aku antar pulang sampai ke kediaman Halmiton Veronika ya? tapi bukan berarti aku khawatir denganmu hanya aku merasa kalau seorang perempuan pulang sendirian ke tempat yang jauh itu tidak baik," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin
"Tidak apa-apa aku bisa pulang sendiri kok, lagi pula dari sini hanya 5 jam perjalanan," ucap Reina sambil tersenyum kecil
"Aku ini seorang pangeran, aku tidak menolak penolakan darimu, dan kamu harus setuju dengan yang aku katakan, tapi aku bukannya ingin mengantarkan dirimu pulang,"
"Aku hanya ada juga urusan di sana," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin dan muka sedikit merona
'Dia sebenarnya berbicara apa? dibalik-balik seperti itu pembicaraannya terkesan dia sedang menolak untuk mengatakan iya apa?'
'Mau menolak dia melarang mengancam dengan posisi lagi, mau tidak mau aku turuti," ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan datar
"Baiklah, aku akan pulang denganmu," ucap Reina sambil berjalan cepat
Di dalam kereta... di sepanjang perjalanan....
"Asmodeus, aku ingin bertanya sesuatu apa boleh?" tanya Reina dengan tatapan ragu-ragu
"Kamu boleh tanya apapun, aku akan menjawabnya semampuku," jawab Asmodeus dengan anggukan kepala
"Apakah Albern baik-baik saja selama di istana setelah kematian ayahnya? Apakah dia selama ini bahagia dengan Elena di sisinya?" tanya Reina dengan tatapan suram
"Ah... aku konyol sekali ya bertanya sesuatu yang telah tidak memiliki hubungannya denganku sekarang, kamu tidak perlu menjawa-,"
"Dia baik-baik saja, dan dia lumayan cukup bahagia sekarang tapi entah kenapa terkadang dia sering sekali melamun di tengah-tengah menandatangani dokumen, kamu tidak perlu khawatirkan apapun tentang dirinya yang harus kamu khawatirkan adalah dirimu sendiri," sela Asmodeus dengan tatapan penuh perhatian
"Jika kamu ingin menangis akan aku pinjamkan bahuku sebagai sandaran untukmu menangis,"
"Jika kamu membutuhkan orang yang bisa menerimamu atau membutuhkan orang untuk bercerita denganmu, aku akan menjadi orang yang akan ada jika kamu membutuhkannya," ucapnya lagi dengan tatapan yang begitu lembut dan memegang tangan Reina
__ADS_1
'Asmodeus... aku pikir dia orang yang hanya kasar, suka Denial atau membalikkan fakta dengan tidak jelas tapi ternyata dia memiliki sisi yang sangat perhatian ketika dia berbicara seperti itu,' ucap Reina di dalam hatinya sambil tertawa kecil
"Kenapa kamu tertawa? apa omonganku ada yang salah atau lucu hingga membuatmu tertawa?" ucap Asmodeus dengan tatapan dingin dan muka memerah
"Tidak, tidak ada hanya saja aku merasa kalau aku tidak menyangka bisa melihat sisi ini dari dirimu langsung, kamu orang yang sangat perhatian dan baik ternyata," ucap Reina sambil tersenyum
"Memangnya aku selama ini orang seperti apa? maaf jika aku memang sering kasar," ucap Asmodeus dengan memalingkan mukanya yang sudah seperti tomat itu tanpa menatap Reina dan suasana itu berlangsung selama perjalanan mereka.
"Tok.... tok... tok..." suara ketukan pintu
"Albern, aku merindukan dirimu," ucap seorang perempuan menerobos masuk ke ruangan rapat tanpa bertanya apakah dia boleh masuk atau tidak ke ruangan rapat tersebut setelah dia mengetuk pintu
'Apa dia perempuan tidak memiliki sopan santun atau tidak tau etika bangsawan bahkan rakyat biasa juga tau cara mengetuk pintu dan mengatakan apa dia boleh masuk atau tidak ?' ucap Dalbert, Derick dan James di dalam hatinya dengan tatapan sinis menatap Elena yang masuk dan memeluk Albern
"Albern, aku bosan menunggumu dan hanya berkeliling istana saja, temani aku ya?" ucap Elena tanpa memperhatikan para petinggi bangsawan yang berada di ruangan rapat
"Baiklah, aku akan menemanimu," ucap Albern dengan tatapan lembut ke arah Elena
sela James dengan mengerutkan keningnya
"Aku akan menemani tunanganku, apa kamu memiliki masalah James?" ucap Albern sambil beranjak dari kursinya
'Dia akan bersenang-senang sedangkan yang lain bekerja untuk negara, tidak ayah maupun anak sama saja, tidak pernah berpikir serius untuk kekaisaran ini,'
'Apakah mereka pikir ini adalah drama pertunjukkan? Aku tidak tahan lagi dengan kerjaan ini,' ucap James di dalam hatinya sambil mengigit bibirnya
"BRAKK..."
"KAMU PIKIRKAN LAH SENDIRI NEGARA INI? HANYA DEMI TUNANGANMU KAMU PERGI DARI RAPAT JIKA NEGARA INI BERADA DALAM KRISIS KAMU MUNGKIN BISA DI HUKUM GANTUNG DULU OLEH RAKYATMU,"
__ADS_1
"DAN KAMU BUKANKAH KAMU PEREMPUAN YANG BERLEBIHAN MANJA?? HANYA KARENA RASA BOSAN MU DAN KANGENNYA DIRIMU KAMU DATANG UNTUK MENGACAUKAN RAPAT NEGARA INI, AKU TIDAK PERCAYA KEPADA NEGARA INI YANG HANCUR KARENA MASALAH YANG SEPELE," teriak James dengan emosi yang sudah tidak terkontrol lagi sambil beranjak dari kursinya
"KALAU BEGITU, SILAHKAN ANDA NIKMATI WAKTU ANDA BERSAMA DENGAN TUNANGAN ANDA SAYA AKAN MENGAJUKAN SURAT PEMUNDURAN DIRI SAYA BESOK," teriaknya lagi sambil berjalan ke arah pintu kemudian membanting pintu yang tidak bersalah itu dengan keras
'Padahal aku pikir karena James yang paling pendiam adalah orang yang paling sabar menghadapi banyak pekerjaan ini tapi dia malah orang yang sangat emosi ketika semua pekerjaan dilakukan olehnya sendiri dan Albern semua yang ada di sekitarnya dengan mudah, Sekarang dia hanya seorang laki-laki yang bergantung tanpa pondasi,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan tajam
"Albern, kamu harus menghukum bawahanmu karena tidak sopan kepada dirimu padahal kamu adalah raja selanjutnya," ucap Elena dengan muka yang cemberut dan tatapan kesal
"Tidak, aku sudah menganggap James sebagi keluargaku karena dia selalu berada di sisiku sejak kecil, dan dia selalu membantuku menyelesaikan urusan negara jadi aku tidak akan menghukumnya dan Elena lebih baik sekarang kamu pulang ke mansion Baron Eldson dan rapat hari ini bubarkan dulu, besok aku ingin melakukan rapat ulang apakah kalian semua bersedia hadir?" ucap Albern dengan tatapan serius
'Apa ada mantra sihir yang membuat pikiran orang langsung jernih ketika di marahi? Dan juga dia ingin mengulang rapat ini artinya dia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, memang aku tidak tau otaknya terbentur oleh apa hingga dia berubah menjadi aneh seperti ini, tapi aku rasa dia layak diberikan kesempatan kedua,' ucap Derick dengan tatapan yang penuh penyidik
"Baiklah, aku setuju jika anda ingin melakukan rapat ulang tapi jika anda bisa membawa James Clover kembali ke dalam rapat ini maka saya akan hadir jika tidak maka saya dan keluarga Halmiton tidak akan hadir ke dalam rapat ini bahkan juga memundurkan diri dari posisi ini,"
"Jadi saya berharap banyak kepada anda yang mulia putra mahkota," ucap Derick sambil memberikan hormatnya kepada sang pewaris takhta kerajaan selanjutnya itu
Dimalam hari istana putra mahkota...
"Aku kehilangan sebagian ingatanku, karena itu semuanya menjadi hilang seketika,"
"Terkadang kepalaku sakit dan terkadang aku merasa familiar dengan orang-orang yang di sekitarku,"
"Aku terus mencari tau apa pun itu, tetapi tidak menemukan apapun,"
"Aku juga herannya tidak merasakan memiliki perasaan yang meledak-ledak bahkan mungkin hanya perasan risih dan kesal ketika berada di Elena yang katanya adalah kekasihku tapi aku tidak menyingkirkan dirinya ketika berada di dekatku,"
"Dan jika berada di dekat Reina perasaanku selalu panas dan meledak-ledak seperti aku terkena sihir,"
"Puzzle apa yang membuat takdirku dan hidupku ini begitu rumit, Kenapa Dewa begitu tega kepadaku?" Gumam Albern sambil menatap langit-langit kamarnya dan memejamkan matanya
__ADS_1
Akankah dia berhasil menemukan puzzle dalam hidupnya? Akankah Albern mendapatkan kepercayaan dari James lagi? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA