
"Duduklah ke kursimu langsung Reina," ucap sang ayah sambil menatap putrinya yang berjalan ke arah kursinya
"Kamu selalu saja terlambat, ketika di ajak jalan sama laki-laki cepat," ucap saudaranya sambil menyeringai
"Ih kakak mana mungkin aku seperti itu, lagipula kemarin dia mengajakku ke toko buku untuk membeli buku cerita untuk anak-anak," ucap Reina sambil memulai menyantap makanan yang ada di atas meja
"HAH?" ucap keluarganya dengan tatapan terkejut dan panik mendengar ucapan Reina
"REINA, ANAK-ANAK APA?" teriak sang ayah dengan raut muka yang khawatir kepada putrinya
"REINA KAMU PUNYA ANAK DENGAN DIA?" teriak sang kakak dengan khawatir
"REINA, KAMU TIDAK BERBOHONG ATAU HERCANDAKAN KEPADA IBU?" teriak sang ibu dengan panik
'Eh kenapa pada panik? Apa aku mengatakan hal yang salah? Sebentar...' ucap Reina di dalam hatinya dengan penuh pertanyaan
"REINA, JAWAB PERTANYAAN KAKAK, AYAH DAN IBU," teriak Dalbert sambil beranjak dari kursinya kemudian berjalan ke arah Reina yang duduk di depan mereka
"EH... TIDAK AKU MANA MUNGKIN MEMILIKI ANAK," teriak Reina dengan panik
melihat Reina yang panik ayah, ibu dan kakaknya lega.
"Jadi anak yang di maksud ini apa?" tanya sang kakak dengan tatapan interogasi
"Maksudnya aku dan Derick pergi ke toko buku untuk membeli buku cerita untuk anak-anak panti asuhan," jelas Reina sambil memegang pisau dan garpu makan
"Oh begitu..." ucap keluarganya dengan serentak
"Kamu harusnya berbicara dengan jelas Reina, kakak takut kamu kenapa-kenapa tau," ucap sang kakak dengan perasaan lega
"Reina, dengan siapa kamu akan pergi ke pesta pertunangan keluarga Agatha?" tanya Dalbert sambil menikmati makanannya
"Aku belum tau dengan siapa, nanti aku pikirkan lagi, kenapa kakak?" ucap Reina sambil tersenyum
__ADS_1
"Tidak... tidak... tidak ada apa-apa," ucap sang kakak kemudian menyantap makanannya
Ruang makan menjadi sunyi seketika dan melanjutkan sarapan mereka. Dan di kerajaan...
"James, untuk urusan kerja sama dengan negara timur sudah kamu urus?" tanya Albern sambil menulis dokumen
"Aku telah menyerahkannya kepada pihak timur secara langsung, mereka bilang mereka akan mendiskusikannya lagi," ucap James sambil membawa beberapa dokumen
"James, menurutmu apakah aku memang pantas untuk menjadi tunangan Reina? Setelah aku pikirkan aku mungkin hanya egois kepadanya," ucap Albern dengan tangan yang berhenti bekerja
"Humm... kamu sudah menanyakan ke sekian kalinya aku sudah bosan... menurutku tidak juga, lagipula kalau ada lihat keluarga Halmiton mungkin saja menguntungkan, tapi sihir hitam di larang apa kamu tau apa yang terjadi 100 tahun lalu di kerajaan ini? hingga membuat sihir hitam begitu di jauhi," ucap James dengan tatapan dingin
"Aku tau, aku hanya merasa tidak berguna sekarang setelah melihat kemampuan sihir yang di sembunyikan dirinya," ucap Albern sambil mengigit bibirnya dan mengepalkan tangannya dengan erat
"Hah... memang menguntungkan tapi paman bilang kepadaku sihir gelap juga bisa menelan penggunanya juga oleh karena itu aku sendiri juga jarang menggunakan sihir, itu bisa membuat mereka menjadi di benci banyak orang tanpa sebab dibandingkan sihir suci yang menghipnotis orang di sekitarnya dengan menggunakan sihirnya," ucap James sambil menatap Albern
"Pilih yang mana pun sama-sama memiliki buruk dan baik Albern, oleh karena itu kamu harus yang menentukannya apa yang menurutmu pantas untuk di lindungi,"
" Takhtamu sekarang sedang berada di ujung mata pisau, aku rasa kita bisa saja meminta bantuan NHBNTA mengingat Reina bisa menggunakan sihir yang sangat kuat kemungkinan kita bisa menggeser posisi para menteri itu," ucapnya lagi dengan tatapan tajam
Kenapa kamu mengalihkan topik pembicaraan ke sana?" tanya Reina dengan tatapan dingin
'Dia menghindari untuk menjawab pertanyaan dariku, apa mungkin dia benar-benar menolak diriku? Apakah hanya aku yang mencintai dirimu?' ucap Albern sambil tersenyum pahit
"Maafkan aku jika aku sudah melenceng dari pembicaraan," ucap Albern dengan tatapan dingin
"Tidak apa-apa, hubungan kita memang dari awal rumit, aku bahkan tidak tau harus melakukan apa dan aku sudah bilang kepadamu bukan?"
"Aku akan mempertimbangkan," ucap Reina sambil berjalan dengan cepat melewati langkah Albern untuk menutupi wajahnya yang telah Semerah tomat
'Kenapa aku jadi teringat dengan kejadian kemarin, dan aku memang bisa saja memanfaatkan kemampuan keluarga Marques Halmiton tapi aku ingin menjalankan perasaanku tanpa ada hubungannya dengan politik dan demi takhta kerajaan, aku ingin dengan tulus bersamanya kenapa begitu sulit? Aku juga sangat mengharapkan perasaan yang tulus dari Reina setelah dia mengatakan pertimbangan itu aku pikir mungkin aku memiliki kesempatan untuk mendapatkan hatinya dengan tulus tapi apa aku mungkin benar-benar bisa tulus karena pernikahan politik pastinya tidak pernah bahagia bahkan sekarang keluargaku sedang terpecah belah,' ucap Albern di dalam hatinya tenggelam dengan pikiran miliknya
"Albern, tanganmu berhenti bekerja kalau berhenti sekarang dokumen yang di sana akan jadi gunung lagi," ucap James sambil melambaikan tangannya di depan Albern
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Albern dengan refleks
"Aku tidak tau apa yang kamu pikirkan tapi Albern aku mohon dengan sangat jangan buat aku lembur, aku bosen dengan dokumen ini," ucap James dengan tatapan suram
"Oh... kamu sudah berani sekarang berbicara seperti itu kepadaku?" ucap Albern dengan tatapan dingin
"Mana mungkin aku berani, anda adalah orang yang luar biasa mana mungkin aku berani," ucap James sambil menaikan kacamatanya dan berpura-pura sibuk
"Ah iya Albern apa kamu ada pasangan untuk ke pesta pertunangan keluarga Agatha nanti?" tanya James sambil menoleh ke arah Albern
"Bukankah sudah jelas kalau aku pergi dengan Reina tunanganku?" ucap Albern dengan tatapan kebingungan
"Apa kamu sudah berbaikan dengan dia? dan kakaknya menonjokmu, aku harap kamu bisa menggunakan kartu yang ada di tanganmu dengan baik Albern," ucap James dengan tatapan dingin
"Aku berharap kamu mengerahkan kemampuanmu untuk mengalahkan musuhmu yang berada di balik kebaikan ini, dan tidak terlalu terpacu dengan perasaan yang kamu miliki, aku memang dari tadi telah menekankan kepadamu buat NHBNTA bekerja sama dengan kita dan mengalahkan musuh milikmu atau mengikuti perasaanmu dan membiarkan mereka menjadikan dia kelemahan milikmu? itu semua ada di tanganmu," ucap James sambil mengerutkan keningnya dan menatap dingin Albern
'Pilihan?' ucap Dalbert di dalam hatinya
"Albern, aku pergi dulu untuk mengantar dokumen ini, aku berharap dokumen lainnya juga bisa di selesaikan dengan cepat karena aku ingin segera memberikan kepada para menteri dan para petinggi lain," ucap James dengan tatapan tajam
"Kamu sudah berani memberikan perintah seperti ini, sepertinya kamu sudah bosan ya jadi asisten pribadiku James? dan juga dari tadi aku lihat kelakuanmu tidak ada sopannya," ucap Albern dengan tatapan dingin dan suasana mencekam
'Sepertinya aku memang sudah banyak bicara tadi, seharusnya aku memang tidak banyak bicara apalagi menyinggung soal keluarga Halmiton mengingatnya saja sudah membuatku merinding,' ucap James di dalam hatinya dengan suram
"Maafkan saya yang mulia, saya akan pergi dahulu," ucap James sambil menutup pintu kemudian pergi meninggalkan Albern
"Kenapa aku harus terlahir di keluarga kerajaan jika perasaan dan negara harus di pilih salah satunya? Kenapa takdir begitu konyol? memang awalnya aku hanya mempermainkan perasaan Reina karena aku pikir tidak mungkin tidak ada gadis yang tergoda dengan posisi dan wajahku yang tampan namun dia menolak dengan terang-terangan,"
"Kemudian aku berpikir jika aku sedikit dekat dengannya apakah dia akan jatuh cinta denganku dan jatuh dalam permainan kekanak-kanakan miliknya tapi malah aku yang memiliki perasaan dengan tulus," Gumam Dalbert sambil memegang keningnya yang berkerut
"Aku berharap perasaan milikmu sama denganku dan nasib yang kita miliki saling terhubung oleh dewa," Gumamnya lagi sambil menatap ke langit-langit
Apakah Albern akan terus terjebak ke dalam perasan yang rumit dengan Reina? Dengan siapakah Reina akan pergi ke pesta pertunangan Agatha? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA