Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 113 Aku ingin ini secepatnya kalian menghancurkan faksi-faksi pemberontakan


__ADS_3

'Akhirnya selesai saatnya bertemu Reina,'


'Tunggu sepertinya itu itu suara Reina dan Dezria, apa yang mereka berdua bicarakan, lebih baik aku disini dulu,' ucap Dalbert sambil berjalan keluar ruangan namun terhenti karena penasaran dengan pembicaraan kedua orang dari balik pintu itu


"Karena aku heran pada saat hakim mengatakan pembatalan pertunangan, kamu sama sekali tidak menyangga ucapan hakim, jadi aku rasa kamu dan kakak pasti merencanakan hal ini kan?"


"Ditambah lagi, kamu adalah pengacara yang sangat hebat karena pilihan kakak, jadi aku sempat merasa aneh dengan hal ini," ucap Reina sambil menatap Dezria dengan tatapan serius


"Aku tidak menyangka nona muda yang sangat di sayangi oleh Tuan muda sangatlah jenius,"


"Yang anda katakan memang benar, semuanya telah direncanakan dan begitu juga dengan di keluarkan anda dari akademi,"


"Setelah anda di keluarkan dari akademi tuan muda berencana untuk membawa anda keluar dari kekaisaran dan pergi ke sebuah mansion milik keluarga Halmiton yang sudah lama tidak di tinggal namun mansion itu selalu di rawat khusus untuk anda,jika sewaktu-waktu anda ingin berlibur,"ucap Dezria sambil tersenyum kecil


"Kalau aku di keluarkan dari akademi, bagaimana caranya aku mendapatkan pendidikan?" tanya Reina dengan tatapan dingin


"Tentu saja, guru private keluarga Halmiton memiliki banyak pelayan yang punya kemampuan di atas orang-orang hebat yang mengajar di akademi, jadi nona muda tidak perlu khawatirkan apa pun,"


"Dan nona muda, izinkan saya untuk memberikan kepercayaan dan sumpah saya kepada anda," ucap Dezria sambil berlutut di hadapan Reina


"Kakak, yang memintamu untuk bersumpah kepadaku kan?" tanya Reina dengan tatapan tajam


"Tentu saja tidak, anda orang yang memiliki penglihatan tajam dan waspada, saya yakin dengan kemampuan anda dan tuan muda maka bisa membuat kekaisaran lebih sejahtera lagi," ucap Dezria sambil menatap nonanya dengan penuh harapan


"Baiklah, aku terima sumpahmu dan kepercayaanmu," ucap Reina sambil tersenyum


"Terima kasih nona, saya berjanji akan terus setia kepada anda dan tuan muda," ucap Dezria sambil mencium punggung tangan milik Reina


"Woah, Dezria kamu sudah berani ya membuat kontrak dengan adik kesayanganku," ucap Dalbert sambil berjalan ke arah Reina dan Dezria setelah diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka


"Kakak, kenapa kakak sampai melakukan ini?" tanya Reina kemudian menatap dingin kakaknya


"Karena, kakak tidak suka melihatmu menangis terus-menerus, dan mengalami stress yang berlebihan jadi terpaksa kakak manfaatkanlah kesempatan ini,"

__ADS_1


"Dan semua ini juga telah di rencanakan supaya kamu nantinya bisa hidup dengan tenang dan bahagia," ucap Dalbert sambil menatap adiknya dengan tatapan lembut


"Terima kasih kakak, tapi kak..."


"Bagaimana nantinya aku ingin bertemu dengan teman-temanku?" ucap Reina sambil berjalan ke hadapan kakaknya


"Tenang saja, kita bisa bertemu kapanpun Reina, jika liburan tiba kami akan datang dan mengunjungimu," ucap Yuria berlari ke hadapan Reina


"Tentu saja, kita akan menceritakan gosip yang ada di akademi untukmu," ucapnya lagi untuk menghibur Reina


"Kalau begitu sekarang kamu harus berangkat dengan kakak, pulang ke rumah," ucap Dalbert sambil menatap adiknya yang berpamitan dengan semua teman-temannya


"Tapi bagaimana dengan barang-barang milikku?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan


"Sudah semuanya sampai di rumah, kakak pergi ke kereta kuda dulu," ucap Dalbert sambil berjalan menjauhi lorong-lorong


"Baiklah, aku akan menyusul nanti,"


"Semuanya terimakasih atas bantuannya dan terima kasih ingin berteman denganku, Sampai bertemu lagi teman-teman aku menunggu kalian nanti," ucap Reina sambil tersenyum


"Aku harap kamu tidak mengganggu kehidupanku dengan Elena lagi," ucap Albern melewati Reina yang berjalan


"Tentu saja, aku tidak akan menggangu kehidupanmu lagi dan aku harap kamu bahagia dengan dirinya," ucap Reina dengan langkah yang terhenti dan membalikkan badannya untuk tersenyum seolah-olah dia tidak menyesali apa pun


'Mulai dari sini aku akan menjalankan kehidupanku dengan damai pasti,' ucap Reina di dalam hatinya sambil tersenyum


Reina kembali ke kediaman Halmiton di sambut dengan hangat oleh keluarganya tanpa ada perasaan kecewa ataupun marah kepada Reina karena gagal lulus di akademi. Keesokan harinya dia dan keluarganya berangkat ke mansion yang telah mereka bicarakan. Dan tentu saja orang tuanya mengambil cuti satu minggu untuk pergi menemani putrinya yang akan tinggal di mansion yang memiliki taman seluas milik istana kekaisaran itu.


"Selamat datang ke kediaman Halmiton Veronika," ucap salah seorang kepala pelayan di sana dengan ramah


"Kakak, bukannya keluarga kita tidak ada yang memiliki nama Veronika, kenapa mansion ini dinamakan seperti itu?" tanya Reina dengan penasaran


"Karena mansion ini milik nenekmu dan di berikan oleh kekaisaran karena berhasil memenangkan perang," ucap Dalbert sambil menggandeng tangan adik perempuannya agar tidak tersesat

__ADS_1


"Dan sebentar lagi kita sampai di kamarmu, semuanya telah menyiapkannya dengan matang, kalau kamu mau pulang ke kota tinggal bilang kepada kakak, kakak akan langsung menjemputmu," ucap Dalbert sambil mengelus kepala adiknya


"Terima kasih kakak, tapi kan kita baru datang kemari tidak mungkin aku ingin langsung pulang dan juga aku ke sini untuk belajar juga," ucap Reina sambil tersenyum kecil


"Sebentar lagi makan siang, sebelum di cari ayah dan ibu, lebih baik kamu duluan pergi ke ruang makan," ucap Dalbert sambil tersenyum lembut


"Kakak, sendiri? Bagiamana?" tanya Reina dengan tatapan tajam


"Kakak yah nanti menyusul masih ada yang ingin kakak lakukan sedikit, dan kalau kamu ikut dengan kakak yang ada Olivia datang dan menyeret dirimu ke ruang makan ditambah lagi kamu tidak mengetahui lorong mansion ini jadi lebih baik duluan,"ucap Dalbert dengan nada sindiran


"Tapi kan kalau kakak suruh aku duluan sama saja aku tersesat," ucap Reina dengan tatapan kesal


"Hah... tidak jauh dari kamarmu ini tinggal belok kiri kemudian ada ruangan mentok nah di sana ruangannya, sudah pergi sana," usir Dalbert dengan tatapan datar


"Baiklah, aku akan usaha sendiri penjelasan kakak memang tidak ada jelasnya," ucap Reina kemudian menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan kakaknya


"Tuan pemimpin kami menghadap anda," ucap semua anggota NHBNTA sambil berlutut memberikan hormat


"Semuanya berjalan lancar, kerja bagus kalian dengan ini Reina bisa menjauh dari semua rencana yang akan kita jalankan selanjutnya," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


"Karena Reina telah menjauh dari masalah rencana kita, aku ingin ini secepatnya kalian menghancurkan faksi-faksi pemberontakan itu secara perlahan-lahan,"


"Dezria dan Luke mengajar Reina, karena kalian berdua adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan melebihi semua guru di akademi dan Luke kamu tetap harus menjadi pengawal Reina," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


"Baik tuan pemimpin (master)" ucap mereka berdua dengan serentak


"Itu saja yang ingin aku sampaikan, apa ada yang ingin kalian tanyakan?" ucap Dalbert sambil berjalan ke arah pintu


"Tuan pemimpin, Apa boleh kami berdua menyelidiki masalah yang terjadi di katedral di dekat sini, ada rumor yang mengatakan kalau mereka di jadikan objek penelitian," ucap Absyara dengan tatapan dingin


"Lakukan sesukamu tapi ingat lakukan dengan rapi, jika ada yang ingin kalian tanyakan lagi? jika ada besok hadir ke dalam rapat," ucap Dalbert Kemudian meninggalkan ruangan


Bagaimana kisah Reina setelah meninggalkan ibukota? Masalah seperti apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah kehidupan damai akan berlangsung panjang?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2