Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 126 kamu menemuinya sekarang, daripada kamu menyesal nanti


__ADS_3

"Ugh... ada apa kamu kesini pagi-pagi seperti ini?" tanya Albern sambil memegang kepalanya yang baru bangun


"Aku hanya ingin memberi tau dirimu jika kamu tidak ingin keponakanku pergi meninggalkan istana dan pekerjaannya maka kamu harus bangun lebih awal sebelum dia menyerahkan surat pemunduran dirinya,"


"Tapi itu jika kamu masih membutuhkannya, tapi jika tidak maka tidak masalah itu tidak merugikan diriku juga ditambah lagi dia bukan tipe orang yang akan membohongi orang kalau dia ingin meninggalkan pekerjaannya,"


"Kamu tau dia mendapatkan tawaran langsung dari pemimpin organisasi NHBNTA, jika dia sampai bergabung maka kamu akan selamanya kehilangan pendukungmu," ucap Asmodeus sambil menyeringai


"Hah... aku mengerti, aku memang banyak melakukan kesalahan hingga tidak bisa dimaafkan lagi,"


"Aku banyak mengecewakan James dengan selalu memberikannya beban pekerjaanku tetapi entah kenapa setiap Elena datang aku tidak bisa mengatakan tidak kepadanya,"


"Seolah-olah aku benar-benar seperti mengatakannya dengan seperti itu," ucap Albern dengan tatapan curiga dan kebingungan


"Jadi apa yang ingin kamu sampaikan sebenarnya? Jika kamu ingin mengatakan kalau sihir suci telah memberikan pengaruh kepadamu, maka aku kurang percaya dengan yang kamu katakan karena aku tidak pernah mengetahui kalau itu bisa mempengaruhi orang," ucap Asmodeus dengan tatapan tidak percaya


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Maaf menyela pembicaraan kalian dan mendengarkan pembicaraan kalian tapi aku ingin bertanya apa yang kamu katakan itu benar Albern?" ucap Derick sambil berjalan masuk ke kamar Albern tanpa di suruh ataupun bertanya


"Derick kamu tau tempat atau tidak? ini adalah istana kekaisaran dan ini adalah kamarku,"


"Dimana sopan santun milikmu itu?" ucap Albern dengan tatapan dingin dan tajam


"Kamu ingin marah kepadaku? kamu sendiri tau kalau kamu adalah orang yang gagal sebagai seorang calon pewaris takhta, memangnya masih bisa berkata seperti itu?" ucap Derick sambil tersenyum dingin


"Derick, katakan siapa yang memintamu untuk kesini? Apakah tuan pemimpin yang memintamu untuk ke sini untuk mengawasiku?" tanya Asmodeus dengan tatapan curiga kepada Derick


"Dia memintaku untuk mengawasimu? seperti banyak waktu saja sampai dia memintaku untuk mengawasi dirimu, karena semua orang yang bergabung akan mati jika pengkhianatan terjadi, jadi buat aku mengawasimu,"


"Aku hanya lewat karena ingin berkeliling saja dan kebetulan pada saat aku lewat aku mendengarkan pembicaraan kalian tanpa sihir peredam suara,"


"Aku tidak percaya kalau sihir dari kekuatan suci pada dewa bisa benar-benar berdampak seperti itu, aku pikir hanya cerita dari Dalbert saja," Gumam lirihnya sambil menatap kejadian yang berada di depan matanya


"Dalbert? Apa benar kalau sihir suci juga memiliki dampak? Dan bagaimana Dalbert bisa mengetahuinya?" ucap Asmodeus dengan tatapan tidak percaya

__ADS_1


"Apa aku tadi bilang Dalbert?"


"Kalian salah dengar mungkin, aku tidak mengatakan apa pun," ucap Derick dengan keringat dingin mengingat kalau Dalbert paling tidak suka membahas tentang apa pun yang berhubungan dengan sihir suci


'Jangan sampai Dalbert memutuskan untuk memenggal kepalaku, aku belum menikah dengan Reina," ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan sedikit panik


"Derick, tolong jelaskan apa itu benar ada? dan kamu tau kan kalau negara ini bisa terjadi sesuatu yang mengerikan jika kamu tidak mengatakan informasi yang begitu penting?" ucap Albern dengan tatapan dingin


"Aku tidak bisa mengatakan apa pun, karena aku adalah orangnya Dalbert ditambah lagi, Dalbert tidak menyukaimu,"


"Oleh karena itu aku tidak akan mengatakannya kepadamu tentang apa pun yang telah terjadi, tapi jika kalian ingin benar-benar mengetahui hal ini tanyakan saja langsung kepadanya kalau kamu sudah ingin mati,"


"Dalbert sedang berada di suasana hati yang sangat buruk," ucap Derick sambil tersenyum tipis


"Albern, jika kamu ingin pergi menemuinya sekarang lebih baik kamu menemuinya sekarang, daripada kamu menyesal nanti, soal laki-laki ini biar aku yang urus,'' ucap Asmodeus dengan tatapan dingin


"Deus, kamu masih ingin mengurusnya? Mau sampai kapan? Menolongnya terus-menerus seperti itu, bukankah itu hanya akan membuatnya menjadi bergantung? dia juga lemah,"


"TIdak ada keuntungan sama sekali jika kamu terlalu ikut campur dengan masalah ini," ucap Derick dengan tatapan dingin


"Aku telah mengurusnya beberapa bulan dari sekarang akan ada pemberontakan besar-besaran dan itu bertepatan dengan penobatan raja baru di kekaisaran ini,"


"Jadi aku harap kamu juga segera mempersiapkan diri,"


"Itu saja yang ingin aku kasih tau lebih dulu kepadamu, dan jangan lupa hadir pada saat rapat besar nanti," ucap Derick sambil tersenyum kemudian meninggalkan Asmodeus sendirian di ruangan itu


'Hah... apa aku harus mempersiapkan pasukan iblis untuk membantunya? Hah... lebih baik sekarang aku fokus dengan yang ada dulu,' ucap Asmodeus di dalam hatinya dengan pikiran yang kacau


'Mulai hari ini aku tidak ada urusan lagi dengan kekaisaran,'


'Aku harap Albern bisa menjadi pemimpin yang lebih baik,' ucap James di dalam hatinya sambil meletakkan surat pemunduran dirinya di atas meja


"BRAK..." suara pintu yang di buka dengan cara di banting


"Siapa itu?" Ucap James dengan terkejut setelah mendengarkan suara pintu terbanting

__ADS_1


"James, kita harus bicara," ucap Albern dengan tatapan serius


"Hah? Bicara? Bukankah lebih baik sekarang kamu mencari dokter dulu untuk memeriksa kepalamu itu sampai kamu membanting pintu begitu keras," ucap James dengan tatapan kebingungan


"Aku baik-baik saja, dan kita harus bicara," ucap Albern sambil berjalan masuk dan mengaktifkan peredam suara


"Bicara apa yang harus kita bicarakan?" Tanya James dengan tatapan kebingungan


"Aku tidak setuju dengan pemunduran dirimu, dan jika kamu tidak sanggup mengerjakan semua pekerjaan yang selalu aku lemparkan untukmu, bukankah kamu tinggal berbicara kalau kamu tidak sanggup,"


"Dan jika kamu lelah bukankah tinggal mengajukan izin atau libur? Kenapa harus sampai memundurkan diri aku sama sekali tidak setuju,"ucap Albern dengan tatapan serius


"Kenapa kamu jadi seperti anak kecil begitu karena aku ingin memundurkan diri, di sisimu masih banyak orang yang lebih berbakat dibandingkan dengan diriku, oleh karena itu aku pikir kamu bisa mengurus dirimu sendiri," ucap James sambil menaikan kacamatanya


"Apa alasanmu tidak setuju jika aku memundurkan diri? Aku ingin tau alasannya jika kamu benar-benar tidak ingin aku pergi meninggalkan kekaisaran," ucap James dengan dingin dan melipat kedua tangannya


'Ada apa dengan dia yang mendadak begini? Ini semakin membuatku khawatir untuk memundurkan diri tapi jika aku tidak memundurkan diri aku juga tidak memiliki hidup yang baik,' ucap James di dalam hatinya dengan khawatir walaupun di luarnya tidak terlihat khawatir


"Maaf aku telah mengecewakan dirimu, aku tau kamu berada di sisiku karena kemampuanku yang menjanjikan kalau aku akan mampu berhasil merubah dunia,"


"Tapi aku malah melupakannya dan juga aku malah bersikap seenaknya,"


"Aku tau aku pasti akan menduduki takhta kerajaan nantinya tapi aku tidak yakin aku bisa mengatasinya sendirian jika ada masalah,"


"Oleh karena itu aku dengan sangat mohon,"


"Maukah kamu kembali ke posisi ini sekertaris sekaligus perdana menteri? Aku membutuhkan dirimu dan aku berjanji,"


"Kali ini aku akan menjalankan pekerjaanku sebagai raja selanjutnya dengan baik," ucap Albern sambil berlutut di hadapan James dengan serius


"Aku..."


Apa yang akan di jawab oleh James? Apakah Albern berhasil menepati janjinya sebelum naik takhta? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2