
"Hoam..."
"Apa isi suratnya?" tanya Reina sambil mengusap matanya
'Mungkinkah pembatalan pertunangan ini jadi dilakukan, kalau benar terjadi aku benar-benar bersyukur bisa melakukannya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan yang bersemangat
"Bisakah kamu membuka suratnya Olivia?" ucap Reina dengan senyuman yang cerah di siang hari
'Entah kenapa nona bersemangat seperti ini, aku merasa kalau nanti mungkin akan ada hujan es batu,' ucap Olivia di hatinya dengan perasaan suram
"Baiklah, saya akan membukanya, apa perlu saya bacakan isinya juga?" ucap Olivia sambil membuka surat dengan pisau
"Hohoh..."
"Bacakan isinya dengan lantang ya," ucap Reina sambil tersenyum dan mencium wangi teh yang telah di siapkan
"Baiklah, kalau begitu," ucap Olivia sambil membuka isi surat yang ada
Yang terhormat Nona Reina Elice Halmiton
Bagaimana kabar anda? saya harap cahaya dunia selalu melindungi anda dan menyinari anda.
Saya mengirimkan surat ini dengan tujuan ingin mengudang anda untuk membicarakan tentang pertunangan anda dengan putra makhota.
Saya mendengarkan permintaan putra makhota dengan terkejut, karena selama ini dia selalu tidak mempermasalahkan pertunangan ini namun tiba-tiba dia berniat untuk membatalkan pertunangan ini, jadi aku merasa kalau pasti ada kesalahpahaman atau masalah yang terjadi di antara kalian berdua hingga kalian memutuskan untuk berpisah.
Jadi bisa dibilang saya ingin mengundang anda untuk minum teh dan membahas pembatalan pertunangan ini secara langsung dengan anda dan juga apabila anda tidak ingin datang sendirian anda bisa mengajak tuan Dalbert Charles Halmiton untuk ikut bersama anda
tertanda Sang raja
"Uhuk..."
"Kamu bilang apa barusan sang raja?" ucap Reina dengan tatapan terkejut karena tersedak teh yang barusan diminumnya
"Nona, bisakah anda tidak terburu-buru seperti itu minum teh jadinya anda tersedak kan," ucap Olivia sambil mengambil sapu tangan untuk mengelap teh yang membasahi nonanya
__ADS_1
'Tunggu jadi ini bukan surat pembatalan pertunangan melainkan surat untuk berbicara empat mata dengan raja mengenai pembatalan pertunangan,' ucap Reina dengan tatapan yang suram
"Nona, kenapa anda tiba-tiba suram? Apakah tehnya tidak enak? Apakah cemilannya kurang enak?" ucap Olivia dengan tatapan panik ketika melihat nonanya menjadi suram
"Aku baik-baik saja, bisakah kamu mempersiapkan aku untuk menemui kakakku sekarang?" ucap Reina dengan raut muka yang sangat buruk
"Baiklah, nona saya akan segera mempersiapkan anda," ucap Olivia dengan cepat menyiapkan nonanya
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu
'Siapa yang datang ke ruangan kerjaku di saat aku tidak ingin diganggu dan aku sibuk,'
'Awas saja bukan hal yang penting aku pastikan dia akan menyesalinya,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan kesal karena pekerjaan yang menggunung hampir memenuhi ruangan kerjanya
"Ada masalah apa?" ucap Dalbert dengan tatapan terlihat kesal
"Eh? Reina ada apa hingga kamu datang ke ruang kerja Kakak? tapi sebelum itu masuklah ke dalam ruangan," ucap Dalbert dengan ekspresi yang tiba-tiba berubah menjadi senyuman yang ramah
'Ini ruangan atau gudang tempat penyimpanan berkas, sampai kursinya pun tertutup oleh kertas-kertas,' ucap Reina di dalam hatinya dengan senyuman kaku
"Emm... kalau kakak sedang sibuk, aku akan berbicara di lain waktu saja dengan kakak," ucap Reina dengan senyuman kaku memutar badannya
"Katakan saja jika ada yang ingin kamu katakan di sini kakak akan sambil membereskan dokumen ini dari kursi," ucap Dalbert sambil menurunkan semua dokumen yang berada di atas kursi yang berantakan
"Ummm... jadi kakak tadi aku mendapatkan surat dari yang mulia raja langsung, dia bilang dia ingin bertemu denganku untuk minum teh dan membicarakan tentang pembatalan pertunangan yang mendadak di ajukan oleh yang mulia putra mahkota," ucap Reina dengan kepala tertunduk dan suara yang pelan
"Reina, kakak ingin bertanya kepadamu apakah kamu masih berniat membatalkan pertunangan ini?" ucap Dalbert dengan tatapan tajam
"Aku ingin membatalkannya tapi aku takut nantinya malah ada kesalahpahaman," ucap Reina dengan suara yang begitu pelan
"Baiklah, intinya kamu setuju bukan dengan pembatalan pertunangan? maka kamu tidak akan perlu khawatirkan apapun nanti, serahkan kepada kakak," ucap Dalbert sambil mengelus kepala adiknya
Di dalam istana kekaisaran...
"James, masih berapa lama sebelum masuk ke dalam akademi?" ucap Albern sambil menulis dokumennya
__ADS_1
"Humm.... aku rasa tinggal dua atau tiga hari lagi," ucap James sambil mengingat-ingat waktu masuk
"Apakah ada masalah?" ucap James dengan tatapan kebingungan ke arah Albern
"Tidak ada, aku hanya merasa setelah pembatalan pertunangan di tolak oleh sang raja, semua waktu berlalu begitu cepat,"
"Dan baru-baru ini aku merasakan firasat buruk setelah aku mengatakan kepada raja,"
"Karena dia memintaku untuk menyelesaikan masalah dengan baik saat berbicara dengan Reina," ucap Albern dengan tatapan dingin
"Tentu saja, siapapun pasti akan mengatakan tidak dan memintamu untuk berbicara dengan baik-baik kepada tunanganmu,"
"Karena kamu telah bertunangan bertahun-tahun, dan ketika kamu sudah hampir masuk ke dalam akademi malah kamu tiba-tiba menginginkan pembatalan pertunangan karena alasan yang tidak masuk di akal," ucap James dengan tatapan dingin dan tajam
"Mungkin nanti yang mulia raja akan memanggil Keluarga Halmiton untuk berbicara denganmu secara langsung,"
"Dari segi manapun kalau melakukan pembatalan pertunangan dengan keluarga Halmiton adalah hal yang tidak menguntungkan istana,"
"Kalau aku boleh jujur, tanpa keluarga Halmiton kekaisaran ini hanya berisikan orang-orang yang haus akan kekuasaan dan buta harta,"
"Selama kekaisaran berdiri, keluarga Halmiton walaupun hanya dengan pangkat Marques mereka tetap menjalankan tugas yang luar biasa, mereka tetap berusaha menjadi orang yang berada di belakang tirai untuk membantu kekaisaran ini tetap seimbang,"
"Kalau tidak mungkin saja kamu sudah mati dari dulu Albern, oleh karena itu keluarga Marques Halmiton pasti akan menjadi tangan kanan yang bagus untuk dirimu dalam mengemban takhta kerajaan,"
"Raja menyadari hal ini langsung memutuskan untuk bertindak sebagai penengah, dari pembatalan pertunangan ini," ucap James sambil menyeringai dan menyerahkan dokumen ke Albern
"Jadi bicarakan lah masalah yang kamu perbuat dengan alasan yang jelas, jika kamu benar-benar serius mengatakan tidak," ucap James lagi sambil menaikkan kacamatanya itu
"Aku mengerti tentang itu tanpa kamu minta pun aku sudah mengetahui tentang yang harus aku lakukan,"
"Jadi jangan memberikan nasihat yang tidak perlu kepadaku," ucap Albern dengan tatapan yang kesal
'Kenapa dia jadi seperti anak kecil yang sedang marah karena di nasehati,' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan datar
Pertemuan pesta teh yang telah ditentukan itu akhirnya tiba kedua belah pihak yang di minta untuk bertemu dalam pesta teh itu bertemu dengan perasaan yang canggung, dan sunyi.
__ADS_1
Apakah yang mungkin terjadi di dalam pembicaraan itu nantinya? Apakah mereka akan benar-benar membatalkan pertunangan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA