Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 35


__ADS_3

Di taman..


Albern dan Dalbert masih saling bertengkar sedangkan Reina hanya diam dan menonton pertengkaran yang mereka lakukan


"Aku capek melerai mereka, lebih baik aku biarkan saja ada tontonan juga bagus," ucap Reina sambil melihat pertengkaran mereka


Tiba-tiba Reina merasakan ada suara yang masuk ke dalam pikirannya "Kakak, Albern apa kalian merasakan sesuatu yang masuk ke dalam pikiran dan suara yang tiba-tiba ada ?" tanya Reina sambil menatap keduanya


"Aku mendengarnya, suara ini milik Yuria sepertinya yang melanggar hukuman ini adalah orang yang punya nyali besar," Ucap Albern sambil tersenyum dingin


"Kakak tidak mendengarkan suara apa pun," ucap Dalbert dengan kebingungan


"Tentu saja wajar, ini hanya disampaikan untuk para dewan kesiswaan," Ucap Albern sambil melipat kedua tangannya


"Sidang terbuka memangnya hukumannya apa?" tanya Reina dengan tatapan penasaran


"Paling ringan hukumannya adalah di keluarkan dari sekolah atau disiksa kemudian di penjara atau di asingkan dan paling berat adalah kematian tujuannya supaya mereka yang memiliki darah biru atau kekuatan sihir tidak semena-mena menggunakan kemampuannya," Ucap Dalbert dengan tatapan serius


'Apa nanti aku akan mati dengan cara yang sama?' tanya Reina di dalam hatinya sambil menggenggam tangannya dengan erat


Mendengarkan ucapan sang kakak, Reina menjadi dingin dan gemetaran. Melihat tingkah adiknya Dalbert langsung mengelus kepala Reina dengan lembut. "Tenang saja, jika kamu melakukan kesalahan kakak pasti tidak akan menghukum dirimu."


Reina yang mendengarkan ucapan kakaknya kemudian kembali tenang sedangkan Albern hanya diam melihat keadaan Reina.


"Reina, kalau begitu kakak ikut denganmu melihat sidang terbuka ini bagaimana?" tanya Dalbert sambil mengelus kepala adik perempuannya


"Iya kak, tapi Albern apa kamu keberatan?" ucap Reina sambil menganggukkan kepalanya kemudian menoleh ke arah Albern

__ADS_1


Melihat Reina yang terlihat menyedihkan dimatanya dan memiliki perasaan ingin menenangkannya. Dia memutuskan untuk mengangguk "Tidak masalah, lakukanlah semau mu."


"Sekarang lebih baik kita pergi ke sidang terbuka dulu," ucap Albern sambil sambil menatap Reina dan Dalbert


Sedangkan di ruangan James


"Aku harus pergi ke tempat sidang terbuka karena ada siswa yang melanggar aturan sekolah, paman di sini saja dulu," ucap James sambil berjalan menuju pintu


"Aku ikut," ucap Blake sambil menatap James dengan tatapan serius


"Tapi kan pam-" ucap James kemudian di potong


"Intinya, aku ingin tahu apa yang terjadi jadi jangan cegah aku atau buat aku menunggu," ucap Blake dengan tatapan dinginnya


"Baiklah," Ucap James sambil menyentuh keningnya yang berkerut


"Paman jangan bertindak yang aneh-aneh ya," ucap James dengan tatapan tajam


Semua dewan kesiswaan hadir di ruangan sidang.


"Kriet..."


Bunyi pintu terbuka itu membuat semua mata tertuju kepada orang yang membuka pintu itu.


"Derick, wakil kepala akademi tidak ada di ruangannya," ucap Yuria sambil berjalan masuk ke dalam ruangan yang luas itu


"Tidak perlu mencari wakil kepala sekolah beliau ada di sini sambil memeluk adik perempuannya," Ucap Derick dengan tatapan tajam

__ADS_1


Mendengar perkataan itu seluruh ruangan yang sunyi menjadi ramai


"Eh?" Ucap Yuria dengan kebingungan


"Kakak wakil kepala akademi?" Tanyanya sambil menatap sang kakak


"Humm bisa dibilang begitu," Ucap Dalbert dengan datar


"Semuanya tenang, jangan karena wakil kepala sekolah sering muncul sebagai guru dan jarang muncul sebagai wakil kepala akademi kalian malah ribut sekarang," ucap Derick dengan tatapan dingin


"Jadi, Ketua di mana orang yang melanggar aturan akademi?" Tanya James sambil mengangkat tangannya


"Untuk siswa yang melanggar aturan akademi ini, ada di akademi dan aku ingin kalian segera menangkapnya karena mungkin sekarang dia sedang bersembunyi di salah satu tempat di akademi," ucap Derick dengan tatapan serius


"Aku pikir pelakunya ada di ruang sidang sekarang," Ucap Shun dengan tatapan marah dan kesal


"Shun, kenapa tatapanmu begitu menyeramkan?" Tanya James dengan perasaan agak merinding


"Shun adalah korban yang terkena sihir siswa itu," Ucap Derick dengan tatapan mencekam


"Astaga, jahat sekali orang itu," ucap James dengan terkejut


"Bisa-bisanya dia melanggar peraturan akademi dengan mudah, seakan-akan sekolah ini adalah miliknya pribadi dan dia yang menentukan peraturan," Ucap Albern dengan tatapan dingin


"Biar aku saja yang mencari orang yang melanggar aturan akademi," Ucap seseorang di belakang James


Mendengar ucapan itu semua orang yang berada di ruangan itu langsung menoleh ke arah asal suara itu.

__ADS_1


Siapakah orang yang mengajukan diri untuk menangkap para pelanggar aturan? Kenapa dia mengajukan diri untuk menangkap para pelanggar aturan? Apa hukuman yang diberikan kepada para pelanggar? Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2