
'Kenapa dia berkata seperti itu? Bukankah dia seharusnya menyetujuinya,'
'Sebentar bagaimana aku tau kalau dia akan menyetujuinya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan
"Hah..." Hela Reina dengan pasrah
"Bagaimana anda begitu yakin dengan perasaan yang aku miliki akan berubah kedepannya? kita bahkan baru pertama kali bertemu yang mulia,"
"Anda bertingkah seperti kita benar-benar sudah pernah bertemu," ucap Reina dengan tatapan tajam
"Reina, kamu tidak sopan seperti itu," ucap sang ayah dengan perasaan khawatir karena takut kalau putrinya malah menyinggung perasaan seorang pemimpin kekaisaran
'Apakah aku bersikap terlalu berlebihan? tapi aku rasa aku harus tetap berusaha bertindak seolah-olah tidak mengetahui apa yang dia katakan,' ucap Albern di dalam hatinya sambil menatap Reina
"Tidak masalah tuan Marques, aku sangat suka nona Reina yang berbicara dengan jujur," ucap Albern sambil tersenyum
'Sepertinya surat itu benar, aku tidak menyangka kalau dia berhasil melakukannya, tapi kalau begitu aku harus membantu dirinya untuk membangun pondasi yang kuat,' ucap Dalbert sambil menatap seorang pemimpin kekaisaran nantinya
"Jadi nona Reina, bagaimana pendapat dirimu?" ucap Albern sambil menyeringai
"Baiklah, aku setuju jika memang benar kita tidak cocok aku harap kita berpisah yang mulia," ucap Reina menahan rasa kesal dan marahnya
"Yang mulia, apakah anda memiliki waktu setelah ini?" tanya Dalbert sambil menatap tajam ke arah Albern dengan tiba-tiba
'Aku penarasan kenapa tiba-tiba dia ingin berbicara denganku, tapi ini juga memungkinkan aku untuk mendapatkan kepercayaan Dalbert dan membuatnya di sisiku,' ucap Albern di dalam hatinya sambil meminum teh yang di sediakan
"Tentu saja, jika memang ada yang ingin dibicarakan oleh tuan Dalbert maka kita bisa berbicara sekarang," jawab Albern sambil tersenyum
"Ayah, ibu dan Reina aku ingin berbicara berdua dengan yang mulia putra mahkota dulu jadi aku akan membawanya ke ruangan kerjaku," ucap Dalbert sambil menatap keluarganya
__ADS_1
"Baiklah, kalau kalian ingin berbicara berdua Sepertinya masalah yang ingin kalian bahas begitu serius, jadi ayah tidak akan menggangu," ucap sang ayah dengan tatapan serius diikuti dengan anggota keluarga lainnya dengan anggukan
"Kalau begitu yang mulia, silahkan ikuti aku," ucap Dalbert sambil membuka pintu ruangan, Albern pun hanya mengikuti Dalbert dari belakang
"Aku sebenarnya dari tadi sangat ingin berbicara dengan anda yang mulia, namun karena tidak mungkin berbicara di depan orang tuaku jadinya aku harus membawa anda keluar dari ruangan tapi sebelum itu aku akan memasang sihir perendaman suara supaya tidak seorangpun yang bisa mendengarkan pembicaraan kita saat kita berbicara dan berjalan menuju ruangan kerjaku
"Quite," gumam Dalbert sambil membimbing jalan
"Jadi aku ingin tau? Apakah anda menikmati perjalanan waktu sampai anda ke sini,"
"Dan jangan pernah anda berpikir kalau bisa membuat aku sebagai perisai dirimu," ucap Dalbert sambil melirik ke arah belakangnya dengan seringainya
'Walaupun aku kembali ke masa lalu, bagiamana dia tau apa yang terjadi di masa depan dan apa yang ingin aku rubah, padahal hanya dirinya dari masa depan saja yang mengetahui ini,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tangan yang dingin
"Bagiamana kamu mengetahui tentang aku yang kembali ke masa lalu?" ucap Albern dengan tatapan serius
"Kontrak itu menjelaskan segalanya dan harus kamu ketahui pekerjaanmu dimulai dari sekarang sebagai orang yang mengawasi kematian," ucap Dalbert sambil menyeringai
Walaupun indah dan mewah ruangan itu hanyalah ruangan yang penuh dengan bintang dan langit malam serta roda-roda jam yang berdetak seperti lantunan lagu yang indah.
'Bagaimana bisa di dalam kediaman Halmiton bisa memiliki ruangan seperti ini?' ucap Albern dengan tatapan terkagum-kagum melihat sekitarnya yang berbeda dengan ruangan perpustakaan yang begitu megah sebelum dia memutar waktu.
"Selamat datang di ruangan kerjaku, tentu saja berbeda dengan perpustakaan takdir tapi ruangan ini adalah ruangan yang terhubung dengan ruangan perpustakaan dan ini adalah ruangan tempat dimana semua takdir setiap manusia di pertimbangkan dan waktu yang berharga di ukur dengan berat emas," ucap Dalbert dengan perasaan bangga
"Jadi, apa pekerjaan yang harus aku lakukan?" tanya Albern sambil duduk di kursi yang telah ada di sana
"Mudahnya kamu harus melihat umur manusia yang telah sekarat dan mencatatnya ke dalam buku ini kemudian kamu tulis seperti apa kehidupannya,"
"Jangan sampai kamu kehilangan buku ini, karena nantinya buku ini akan dijadikan panduan untuk menulis takdir setiap manusia di kehidupan selanjutnya,"
__ADS_1
"Buku ini juga tidak akan bisa di buka oleh orang lain kecuali dirimu sendiri karena kontrak yang telah tertulis di sini," ucap Dalbert sambil menyerahkan sebuah buku yang dilapisi dengan emas dan permata merah
"Aku mengerti dengan pekerjaan yang akan aku lakukan tetapi apa tidak bisa buat aku tidak terlihat saat mengerjakan pekerjaan ini?" ucap Albern dengan tatapan kebingungan
'Dia sudah diberikan pekerjaan yang mudah tapi malah banyak maunya,'
'Sebenarnya kenapa bisa aku begitu baik kepada orang yang akan menikahi adik perempuanku untuk dirinya sendiri,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan perasan kesal
"Hah..."
"Saat kamu menggenggam buku itu atau menulis di buku itu maka kamu tidak akan terlihat oleh siapapun bahkan tembus pandang tapi karena aku adalah orang yang bertanggung jawab atas yang kamu lakukan maka aku tentu bisa melihatmu,"
"Aku tidak akan memanggil orang yang menjadi bawahanku dengan hormat jadi aku akan memanggil nama milikmu langsung Albern," ucap Dalbert dengan dingin
"Baiklah, terima kasih karena telah banyak membantuku bahkan ketika aku kembali ke masa lalu," ucap Albern sambil tersenyum pahit
"Aku melakukan ini bukan untukmu tapi untuk kekaisaran dan untuk keluargaku,"
"Pada dasarnya aku hanya ingin membenarkan hal yang menurutku benar, itu adalah prinsip ku," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan mengangkat cangkir tehnya
'Aku tidak menyangka kalau aku mendengar kata-kata itu lagi,'
'Di masa lalu memang Dalbert dan aku tidak terlalu dekat karena aku hanya peduli kepada Reina tapi sekarang hubungan kami terikat dengan kontrak jadi aku bisa berbicara lebih banyak dengannya,'
'Mungkin ini kesempatanku untuk memintanya mengajarkan aku sihir dan ilmu politik,' ucap Albern di dalam hatinya sambil tersenyum tipis
"Dalbert, apakah kamu bisa menjadi guru pribadiku? karena aku ingin membuat kekaisaran lebih baik dari sekarang saat aku menduduki posisi takhta," ucap Albern dengan tatapan serius dan tajam
'Dia memintaku untuk mengajarinya, sepertinya dia benar-benar belajar dari dirinya di masa depan, jadi aku akan mengatakan apa ya terhadap perkataannya ini,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil menatap orang yang berada di depannya
__ADS_1
Apakah Dalbert akan menjadi guru pribadi Albern? Apakah masa depan bisa berjalan dengan mulus? Bagaimanakah dengan takdir Reina yang di atas roda?
REINKARNASI REINA