Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 189 Pesan dari Derick


__ADS_3

'Kenapa ada orang yang bisa mengucapkan kata itu dengan ekspresi yang datar? dan tanpa rasa bersalah,'


'Ah iya, aku lupa kalau dia sama sekali tidak tau caranya mengekspresikan perasaan,' ucap Absyuri di dalam hatinya dengan mengerutkan keningnya


"Hah..."


"Baiklah, karena aku telah melakukan kontrak jadi akan aku lakukan," ucap Absyuri dengan tatapan dingin


"Kalau begitu, ak-"


"Yuri, akhirnya aku menemukan dirimu," ucap seorang laki-laki yang berjalan ke arah tepian sungai itu sambil menghancurkan sihir peredam suara


"Kakak, kenapa kakak ada di sini?" ucap Absyuri dengan tatapan kebingungan


"Aku merasakannya ada hal yang aneh terjadi,"


"Jadi aku langsung mencari dirimu,"


"Kamu tidak apa-apa kan?" ucap Absyara sambil menatap dari atas ke bawah untuk memastikan adiknya tidak terluka ataupun lecet sedikitpun


"Aku baik-baik saja kakak," ucap Absyuri dengan senyuman kaku karena tidak suka kakaknya berlebihan


"Dia tidak melakukan hal yang macam-macam kepadamu kan?" ucap Absyara dengan tatapan tajam ke arah James


"Tidak, dia sama sekali tidak melakukan apapun kepadaku,"


"Kami berdua hanya berbicara jadi jangan berlebihan," ucap Absyara dengan tatapan dingin dan datar


"Bagaimana dengan keadaan dirimu yang terluka itu Absyara? Apakah sudah membaik?" ucap James sambil tersenyum dengan profesional


"Sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya," ucap Absyara sambil menatap lukanya


"Ah iya, karena kamu kebetulan ada di sini,"


"Aku ingin menyampaikan pesan dari Derick," ucap Absyara yang tiba-tiba teringat dengan pesan yang di titipkan kepada semua anggota NHBNTA


"Derick? Ada pesan apa?" ucap James dengan tatapan serius


"Dia memintamu untuk menemui dirinya sekarang,"


"Tentu saja dengan Albern, tapi dia telah diberi tau lebih dulu jadi kamu tidak perlu mencarinya lagi," ucap Absyara dengan tatapan serius

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih telah memberi tau pesan itu,"


"Aku pergi duluan," ucap James kemudian pergi dengan teleportasinya meninggalkan kembaran itu


"Yuri, katakan apa yang kamu lakukan dengan dirinya? kita adalah kembar apapun yang kamu lakukan akan membuatku merasakannya walaupun bukan aku yang melakukannya,"


"Dan juga kamu adalah adik perempuanku satu-satunya, ini adalah tugasku untuk melindungi dirimu dari bahaya," ucap Absyara dengan tatapan yang tajam dan perasan khawatir


'Bagaimana aku mengatakannya? kakak mungkin akan marah kepadaku karena melakukan hal yang seharusnya tidak aku lakukan,' ucap Absyuri di dalam hatinya dengan menggenggam tangannya dengan erat dan kepala yang tertunduk


"Ahahah..."


"Kakak, kamu berlebihan, aku tidak melakukan apapun kok," ucap Absyuri dengan tawa yang kaku


"Kamu mencoba berbohong kepada kembaranmu? kamu tau kan betapa buruknya dirimu yang berbohong kepadaku?"


"Aku tau kamu tidak ingin mengatakan karena takut aku memarahimu bukan?" ucap Absyara dengan tatapan yang dingin karena sudah tau tentang segalanya tentang saudari kembarnya


"Aku akan mengatakannya kalau kakak berjanji untuk tidak memarahiku atau memberikan aku hukuman dalam berbentuk apapun," ucap Absyuri dengan tatapan yang serius


"Baiklah, aku berjanji dan katakanlah yang sebenarnya supaya nantinya aku tidak khawatir," ucap Absyara dengan tatapan pasrah


"Jadi aku membuat kontrak dengan James untuk memahami perasaan yang ingin diketahui olehnya,"


'Aku sudah menduganya, kalau dia akan melakukan hal yang aneh-aneh untuk membalas budi kepada orang,' ucap Absyara di dalam hatinya sambil berusaha menahan emosinya karena telah berjanji


"Jadi cuma itu?" ucap Absyara dengan tatapan yang menahan emosinya


"Iya cuma itu, aku tidak menyembunyikan sesuatu lagi," ucap Absyuri sambil menggelengkan kepalanya


"Baiklah, aku percaya," ucap Absyara sambil menganggukkan kepalanya


Di sisi lain ruangan yang begitu besar dan dipenuhi oleh kertas-kertas kerja...


"Jadi bagaimana? apa kamu siap mengorbankan dirimu sendiri ke dalam rencana yang aku katakan barusan?"


"Kalau kamu dan James bisa menyelesaikan ini maka nantinya akan aku loloskan kalian berdua dalam tes ini,"


"Menguntungkan bukan?" ucap Derick sambil melipat kedua tangannya dengan senyuman dingin


"Bisakah kita menunggu James? karena dia adalah penasehat pribadiku," ucap Albern dengan tangan yang memegang berkas rencana itu

__ADS_1


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Overt," ucap Derick kemudian pintu yang tertutup terbuka


"Pada waktu yang tepat kamu hadir ke sini James Clover,"


"Masuklah ke dalam ruangan dan tolong tutup pintunya," ucap Derick sambil menyeringai


Setelah mendengarkan ucapan itu James langsung masuk ke dalam ruangan dan duduk tanpa di minta di sebelah Albern.


"Jadi apa yang dingin bicarakan oleh ketua dewan kesiswaan? Aku yakin kamu memanggil kami berdua karena sesuatu yang serius," ucap James yang membuka pembicaraan setelah sunyi beberapa saat


"Kamu benar sekali, ini mengenai ujian kalian selanjutnya, aku akan memberikan cara yang mudah untuk lulus tes yang aku berikan tapi harus melibatkan diri kalian dalam menyelesaikan tes ini," ucap Derick sambil memegang kertas rencana itu


"Apakah ini berhubungan dengan putri keluarga Halmiton? Jika kami berdua harus terlibat ke dalam masalah yang tidak ada hubungannya sejak awal dengan tujuan kami,"


"Kenapa kami berdua harus melakukannya? Dan juga tawaran untuk lolos dalam tes ini sangat lah tidak menguntungkan," ucap James sambil menaikkan kacamatanya dengan tatapan yang angkuh


'Tidak bisakah dia menerimanya dengan mudah? Padahal seharusnya bisa lolos tes NHBNTA adalah tawaran yang sangat menguntungkan, tapi dia malah menolaknya dengan angkuh,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan kesal


"Jadi apa yang kamu inginkan untuk menerima tawaran tes yang aku katakan? tapi asalkan yang kamu tau kesempatan untuk lolos yang aku berikan,"


"Adalah hal yang paling menguntungkan, tapi jika kamu mengatakan kalau hadiah yang aku berikan tidak sebanding dengan pengorbanan kalian maka aku tidak akan menawarkan hal yang sama," ucap Derick dengan tatapan dinginnya


"Oh benarkah? kalau begitu begitu, kenapa kamu tidak menyelesaikannya sendiri ketua?" ucap James sambil menaikkan kacamatanya


"Sidangnya besok, buat apa kamu berdebat karena masalah keuntungan? Berikan saja apa yang mereka inginkan," ucap seorang laki-laki yang bangkit dari tidurannya di kursi


"Dezria, Sejak kapan kamu tidur di sini? Dan bisakah kamu tidak mengeluarkan pendapat yang tidak di ikut sertakan dalam pembicaraan ini?" ucap Derick dengan tatapan terkejut


"Aku sudah di sini sejak pagi,"


"Kamu harusnya berbicara dengan bijak dan pikiran yang bijak karena jika besok mereka tidak ingin melakukan karena tawar-menawar yang kamu lakukan,"


"Dalbert juga akan menggantung kepalamu di alun-alun kota," ucap Dezria dengan tatapan dingin


"Baiklah, apa yang kalian berdua inginkan sebagai bayaran dari kasus ini?" ucap Derick dengan tatapan pasrah karena tidak ingin lehernya itu menghilang dari atas kepala


Di dalam proses negosiasi itu, Reina pergi ke perpustakaan untuk menutup diri dari pembicaraan orang-orang karena kejadian yang tertutupi oleh titik buta.


Apakah yang akan di ajukan oleh James sebagai hadiahnya? Apakah Derick akan setuju dengan yang di katakan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2