
Di dalam ruangan yang besar di penuhi oleh buku-buku...
"Reina, kebetulan sekali kamu ada di sini," ucap suara yang begitu lembut dan pelan menyambut dirinya di tengah lorong yang di penuhi buku-buku itu
"Blake? Kenapa kamu ada di perpustakaan?" ucap Reina dengan suara pelan
"Tentu saja, karena aku ingin meminjam beberapa buku, sebentar lagi ujian akhir akan dimulai penentuan siswa terbaik akan terlihat dari persaingan setiap siswa,"
"Jadi aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan," ucap Blake dengan pelan dan senyuman lembut
"Oh begitu," ucap Reina dengan pelan sambil menganggukkan kepalanya
"Kamu sendiri kenapa ada di perpustakaan?" ucap Blake dengan pelan dan tatapan penasaran
"Aku ke sini untuk belajar juga, di ruangan yang telah di berikan kepadaku," ucap Reina dengan pelan tatapan mengangguk setuju
"Ruangan? Maksudnya ruangan khusus yang di berikan khusus kepada beberapa siswa di akademi atau ruangan yang berikan karena kepada siswa istimewa saja itu?" ucap Blake dengan suara yang sedikit lantang dan tatapan terkejut hingga membuat penjaga perpustakaan itu datang menghampiri mereka berdua dan hampir membuat dirinya tidak bisa berbicara lagi karena perbuatannya sendiri.
Setelah masalah yang ditimbulkannya selesai, Reina mengajaknya untuk pergi ke ruangan khusus itu untuk berbicara, karena tidak ada larangan dalam menggunakan ruangan khusus itu untuk tidak berbicara.
"Aku tidak menyangka, aku bisa masuk ke dalam ruangan ini,"
"Dan akhirnya bisa berbicara dengan bebas, kalau tidak aku akan dibuat tidak bisa berbicara seumur hidup," ucap Blake dengan tatapan lega
"Syukurlah kalau ruangan ini bisa sedikit berguna untuk membantu orang lain," ucap Reina sambil tersenyum dengan lembut
"Apa kamu sering menggunakan ruangan ini sendirian?" tanya Blake dengan tatapan penasaran
"Iya begitulah, karena aku sangat menikmati waktuku,"
"Tapi aku juga merasakan kalau ruangan ini sangat tidak asing dan aku merasa sangat nyaman dengan ruangan yang membuatku tidak asing ini," ucap Reina sambil mengingat-ingat
"Mungkin saja mansion keluargamu memiliki sesuatu yang bisa membuat dirimu nyaman di ruangan seperti ini," ucap Blake sambil menatap buku-buku yang tertata rapi di lemari itu
__ADS_1
"Reina ada yang ingin aku tanyakan tapi ini mengenai sesuatu di luar dari pembicaraan kita sekarang, apakah aku boleh menanyakannya?" ucap Blake dengan tatapan yang serius
'Dia bilang di luar pembicaraan? Apakah yang ingin dia bahas adalah hal yang benar-benar serius?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan yang penuh keraguan
"Humm... aku akan menjawabnya sebisa mungkin," ucap Reina kemudian mengangguk setuju sambil memegang buku-buku yang ingin di ambilnya
"Karena kamu setuju, bisakah kamu memberitahu apa yang telah terjadi Reina tentang kejadian yang ada di taman tadi? Dan apakah ada yang bisa aku bantu untuk membuat dirimu bebas dari tuduhan itu?"
"Tenang saja aku percaya kepada dirimu, apapun yang keluar dari mulutmu," ucap Blake dengan tatapan yang lembut dan penuh perhatian kepada Reina
"Blake, kenapa kamu begitu baik kepadaku yang baru beberapa kali berkenalan? seharusnya kamu berpikir aku bukan orang yang baik-baik karena mendorong seorang murid sampai jatuh ke dalam sungai dibawah jembatan," ucap Reina dengan tatapan kebingungan dan curiga
"Kenapa memangnya kalau aku ingin memihak dirimu? kita adalah teman jadinya kita harus saling membantu dalam kesulitan,"
" Dan juga jika kita hanya mementingkan sesuatu yang hanya terlihat dari titik buta seperti itu memangnya bisa dibuktikan kalau yang kita benar dan mereka salah atau malah sebaliknya,"
"Oleh karena itu, biarkan aku yang memikirkan apa yang menurutku benar dan apa yang menurutku salah," ucap Blake sambil tersenyum lembut ke arah Reina
'Blake selalu saja membantuku, aku merasa kalau dia orang yang lembut seperti ini suatu hari nanti pasti akan ada orang yang bisa bersama dengannya akan selalu nyaman,'
"Reina!" panggil Blake sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Reina
"Yah? Apa?" ucap Reina dengan tatapan terkejut kemudian menoleh ke arah Blake
"Kenapa kamu melamun seperti itu? Apakah kamu enggan untuk menceritakan yang terjadi?"
"Jika memang seperti itu maka aku tidak akan memaksamu untuk menceritakannya," ucap Blake dengan tatapan yang khawatir
"Aku tidak apa-apa, karena kamu bertanya maka akan aku jelaskan apa yang terjadi di taman," ucap Reina dengan tatapan yang serius
Di sisi lain ruangan yang menjadi tempat beristirahat orang-orang sakit...
"Kret..." suara pintu terbuka
__ADS_1
"Kamu nona Elena bukan? gadis yang terjatuh dari sungai tadi?" ucap seorang laki-laki yang berjalan menuju ke arahnya
"Iya aku Elena, aku dengar kalau anda yang menyematkan saya dari sungai itu,"
"Saya sangat berterima kasih karena telah ingin menyelamatkan nyawaku ini," ucap Elena dengan tatapan yang polos dan lembut
"Ah iya... mungkin ini kurang sopan tapi apakah saya boleh mengetahui nama tuan?" ucapnya lagi dengan tatapan penasaran
"Namaku Albern," ucap Albern dengan singkat dan tatapan dingin
"Aku ingin bertanya apa yang terjadi kepada nona Halmiton? Dia pasti tidak sengaja melakukannya tapi dia harus diberikan hukuman yang serius dengan melakukan kesalahan yang aku perbuat,"
"Bisakah kamu membantuku untuk meringankan hukumannya walaupun itu tidak mung-"
"Nona Elena, kamu sangat baik sampai ingin meringankan hukuman kepada orang yang melakukan kesalahan,"
"Tapi walaupun kamu ingin membantunya meringankan hukuman ini, apa kamu yakin dengan resiko yang akan kamu terima dalam membantu dirinya meringankan hukuman ini?"
"Aku yakin kamu pasti akan sama seperti siswa lainnya menolak peringanan hukuman temanmu dan kemudian malah meminta untuk diberikan hukuman seperti yang di tetapkan oleh sidang," ucap Albern sambil tersenyum
"Mana mungkin, aku akan melakukan hal semacam itu," ucap Elena dengan tatapan yang sedih
'Di kehidupan kali, aku pasti akan melakukan yang terbaik untuk menjadi Perisai milikmu,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan yang serius
"Oh begitu, kalau begitu yang kamu ucapkan ini bisa kamu jadikan pegangan kedepannya?"
"Karena sidang ini hanya diperbolehkan satu kali saja jadi aku harap kamu tidak kecewa dengan hasil yang diberikan oleh para hakim," ucap Albern dengan tatapan serius
"Tentu saja bisa dijadikan sebuah pegangan karena aku tidak pernah membohongi siapapun dan aku selalu menjadi orang yang jujur dan bisa di percaya,"
"Oleh karena itu aku harap tuan Albern tidak keberatan dengan masalah ini," ucap Elena dengan tatapan yang polos dengan serius
Apakah yang dilakukan oleh Albern di ruangan itu? Siapakah yang akan memenangkan persidangan meja hijau ini? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA