Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 109 aku telah menyiapkan sebuah rencana


__ADS_3

"Derick, apa kamu melihat Reina?" ucap Dalbert sambil menatap Derick dengan tatapan tajamnya


"Ah... itu ya, aku ingin bilang tetapi aku tidak bisa mengatakannya secara langsung," ucap Derick sambil tersenyum tanpa rasa takut


"Hoh... kamu sudah mau bermain rahasia-rahasiaan?" ucap Dalbert sambil menatap Derick dan memberikan aura yang mengancam


'Gawat... aku membuatnya marah kepadaku,' ucap Derick di dalam hatinya merasa kalau dia telah terperangkap


"Emmm... maksudku bukan seperti itu Dalbert," ucap Derick dengan tawa kaku


"J.A.D.I  A.P.A Y.A.N.G K.A.M.U S.E.M.B.U.N.Y.I.K.A.N," ucap Dalbert sambil berjalan ke arahnya


'Reina, maafkan aku,' ucap Derick di dalam hatinya dengan ketakutan


"Ah... itu Reina tadi di ruang perawatan," ucap Derick dengan kaku


"KENAPA REINA BISA ADA DI SANA? AKU AKAN KE SANA SEKARANG," ucap Dalbert dengan tatapan khawatir


"Dalbert, kamu tenang dulu,"


"Akan aku jelaskan apa yang terjadi," ucap Derick sambil memegang tangan Dalbert yang khawatir


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Masuk," ucap Dalbert kemudian menepis tangan Derick


"Pak Dalbert, maafkan saya terlambat," ucap Reina mengintip dari balik pintu


"Reina, kamu tidak apa-apa kan?" ucap Dalbert dengan tatapan panik kemudian memeluk adik perempuan satu-satunya


"Eh? aku tidak apa-apa kok kak tapi kenapa kakak memelukku tiba-tiba?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan


"Bukankah kamu pergi ke ruang perawatan? kakak pikir kamu sakit," ucap kakaknya dengan kebingungan


"Ah... itu tadi aku mengantar temanku ke ruangan perawatan setelah itu aku baru ke sini," ucap Reina dengan tawa kaku


"Syukurlah kalau begitu," ucap Dalbert dengan tatapan lega


'Aku juga bersyukur kakak tidak mengetahui kebenarannya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan lega


"Derick, kamu juga ada di sini?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan

__ADS_1


"Ah... itu... aku baru selesai membahas pekerjaanku dengan Dalbert," ucap Derick sambil tersenyum


"Ah... Apa itu tentang pemberontakan?" tanya Reina dengan tatapan penasaran


"Reina, bagaimana kamu tau?" ucap Dalbert dengan tatapan terkejut


"Ah... itu..." ucap Reina dengan tatapan kaku dan perasaan bingung


'Kenapa mulut ini sangat bocor? Aku sekarang harus menjawab apa?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan


"Itu kakak... aku..." ucap Reina dengan terbata-bata


"Kamu tidak perlu bicara banyak Reina, kakak tidak mempermasalahkan kamu mengetahui masalah yang terjadi,"


"Memang pada kenyataannya, sekarang para faksi bangsawan sedang dalam kondisi yang tidak baik," ucap Dalbert sambil memeluk adiknya


"Reina, kamu tidak perlu mengkhawatirkan yang telah terjadi, kakak berjanji akan melindungi dirimu," ucapnya lagi dengan tatapan yang meyakinkan


'Jadi itu benar?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan yang berusaha meyakinkan diri


"Kakak, jika ada yang bisa aku bantu untuk menyelesaikan masalah yang terjadi,"


"Baiklah, kakak boleh minta bantuanmu sekarang untuk belajar ilmu politik kekaisaran," ucap Dalbert dengan tatapan serius


"Baiklah, aku akan mempelajarinya," ucap Reina dengan tatapan suram


Di sisi lain bangunan...


"Elena, bagaimana pekerjaan yang kamu lakukan sekarang? Apa putra makhota sudah memutuskan pertunangan dengan gadis dari keluarga Halmiton itu?" tanya seorang laki-laki dari balik alat komunikasi


"Aku sudah melakukannya dengan benar, dia akan memutuskan pertunangannya dan menjadikan aku sebagai tunangannya,"


"Tidak ada yang perlu kalian khawatirkan, kekaisaran pasti akan menjadi milikku setelah dia menjalin hubungan pertunangan denganku," ucap Elena sambil menyeringai


"Tapi kalau dia berbicara saja, memangnya langsung membuktikan kalau kita bisa membuat pengaruh kepada seluruh rakyat kekaisaran?" ucap laki-laki itu dengan nada yang curiga


"Tenang saja, aku telah menyiapkan sebuah rencana supaya gadis itu bisa langsung di usir dari akademi dan membuat pertunangan mereka batal secepatnya,"


"Tapi untuk hal ini aku membutuhkan sedikit bantuan, kirimkan orang-orang untuk membunuhku dan suruh mereka menyamar kalau mereka adalah suruhan gadis licik itu, maka akan mudah untuk membuat putra makhota kesal dan marah kepadanya," ucap Elena sambil melipat kedua tangannya


"Aku mengerti asalkan semuanya bisa berhasil, maka kita juga bisa mengendalikan para bangsawan,"

__ADS_1


"Ingat kamu harus secepatnya melakukan ini, jika kamu tidak secepatnya melakukan ini maka para bangsawan yang mematuhi kekaisaran ini akan secepatnya bertindak karena tidak beres,"


"Hubungi aku jika kamu berhasil menyingkirkan perempuan itu,"ucap laki-laki itu kemudian memutuskan komunikasinya


"Walaupun mengatakannya mudah tetapi tidak mudah untuk membuatnya langsung terjebak begitu saja, aku masih harus memikirkan caranya untuk membuatnya seolah-olah Reina memiliki dendam kepadaku," Gumam Elena sambil menggigit jarinya


"Apa aku minta bantuan dengan laki-laki itu saja ya, semua rencana yang di berikan olehnya semuanya berhasil,"


"Dan juga kemungkinan kalau aku minta dia membantuku, bisa saja semuanya berjalan mulus," ucap Elena dengan muka yang bahagia


"Aku harus pergi ke kota sekarang secara diam-diam hanya untuk keluar besok, aku harap aku bisa menemuinya di tempat biasa," ucap Elena kemudian mengambil tudungnya dan pergi menyelinap ke kota


Sesampainya di sebuah bangunan yang sedikit tua, sesosok laki-laki bertudung berada di atasnya.


"Kenapa kamu bisa berada di sini? Apakah ada yang ingin kamu minta untuk dibantu?" tanya laki-laki itu dari atas atap


"Ah... tuan Cyrus, aku ingin meminta bantuan anda, tentu saja kali ini juga berhubungan dengan menyingkirkan keluarga Halmiton, aku harap anda ingin bekerja sama denganku lagi dalam menyingkirkan keluarga Halmiton itu ke bawah," ucap Elena sambil menatap ke atas atap


"Hee... aku tidak bisa membantumu kalau kamu tidak ingin membicarakan apa yang kamu rencanakan, dan kalau rencana yang kamu katakan tidak terlalu menarik untukku dan tidak menguntungkan untukku kenapa aku harus membantumu?" ucap laki-laki yang bernama Cyrus itu dengan dingin


"Aku jamin, kalau rencana ini akan membuat anda untung dan membuat harga diri keluarga Halmiton jatuh," ucap Elena sambil tersenyum


"Hoh... kalau begitu katakan..." ucap Cyrus dengan senyuman dingin dari balik tudung


'Seperti yang dikatakan oleh tuan mudaku, dia memang sangat-sangat terobsesi dan terburu-buru dalam melakukan sesuatu,'


'Ini sangat mudah tetapi kila keluarga Halmiton sampai jatuh karena itu, aku tidak boleh menyetujuinya,'


'Bagaimanapun  tuanku bisa membuatku mati karena melakukan pengkhianatan jarak jauh, aku harus membuatnya tidak menggunakan rencana ini,' ucap laki-laki itu sambil memikirkan perkataan Elena


"Bagaimana? Anda setujukan untuk membantuku melakukan rencana ini?" tanya Elena dengan tatapan tidak sabar


"Menurutku ya, ini adalah rencana yang menarik,"


"Tetapi aku sama sekali merasa kalau rencana ini tidak akan berhasil, tetapi jika kamu memiliki sesuatu yang lebih menarik dari ini,"


"Mungkin akan aku pertimbangkannya," ucap Cyrus dengan tatapan tidak puas


Siapa laki-laki yang bernama Cyrus itu? Kenapa dia tidak puas dengan Rencana Elena? Kenapa dia ingin mengacaukan keluarga Halmiton?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2