
"Maafkan aku terlambat," ucap Dalbert sambil membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan
"Tidak biasanya kamu terlambat datang Dalbert," ucap sang ayah sambil menatap putranya yang berjalan ke kursi
"Ah, itu tadi aku keliling mansion sampai ke ujung jadinya aku telat," ucap Dalbert sambil tersenyum
"Alasanmu tidak ada yang bagus sedikit kakak," ucap Reina dengan tatapan datar
"Yah, memang seperti itu kejadiannya," ucap Dalbert dengan tatapan kesal
"Sudah-sudah kalian berdua jangan bertengkar di ruang makan," ucap sang ibu sambil menatap tajam putra putrinya
"Kakak yang mulai duluan," ucap Reina sambil mulai menikmati makanan yang tersedia di atas meja makan
"Hah? kamu yang mulai dulu kakak saja baru masuk ke dalam ruangan," ucap Dalbert dengan tatapan kesal
"Kalian sudah kenyang ya, sehingga kalian bisa bertengkar sekarang?" ucap sang ibu dengan tatapan kesal dan tajam
'Gawat, ibu bisa membuat gendang telinga pecah jika kami tidak bisa akur,' ucap Reina dan Dalbert di dalam hati dengan serentak
"Maafkan aku," ucap mereka berdua dengan serentak ketika mereka berdua merasa kalau kehidupan mereka berdua sekarang terancam dengan tatapan ibunya yang tajam, dan seketika juga ruang makan menjadi sunyi
'Padahal aku kepala keluarganya, tapi istriku lebih menyeramkan,' ucap sang ayah di dalam hati dengan tatapan datar
Setelah mereka selesai makan siang, Reina pergi berkeliling mansion dengan tujuan memahami tempat tinggal barunya bersama kakak laki-lakinya.
"Kak, kalau dari sepanjang perjalanan aku ke sini, aku lihat semua masyarakatnya sangat ramah dan juga damai padahal keluarga kita jarang ke sini untuk memantau kota ini, kenapa bisa seperti itu kak?" ucap Reina sambil menatap kakaknya
__ADS_1
"Benarkah? kakak tidak menyangka kamu sampai melihat rakyat di kota kecil ini, itulah istimewanya kota kecil milik keluarga Halmiton, bahkan sampai keluarga kekaisaran, ingin mengambil kota kecil ini tapi keluarga kita tidak setuju sama sekali,"
"Reina, jika kamu menyukai mansion ini tinggallah lebih lama tidak masalah jika kamu ingin melewatkan pertemuan pergaulan atas lagi pula isinya para bangsawan yang tidak bermoral itu hanya tau gosip saja, mereka jadinya tidak pernah memikirkan apakah rakyat mereka bisa hidup dengan sejahtera atau tidak,"
"Kakak tidak menyukai hal itu sama sekali," ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Hum... kakak apa kakak pernah terpikirkan untuk menjadi raja di kekaisaran ini?" ucap Reina dengan tatapan penasaran
"Ah... maafkan aku kak, aku tidak ber-"
"Kakak paham, tidak masalah kok,.."
"Tentu saja kakak pernah berpikir untuk melakukan pemberontakan dan menjadi raja negara ini, tapi bukan hanya kakak saja yang memiliki pemikiran seperti ini, generasi kelima keluarga kita malahan pernah melakukan pemberontakan besar-besaran,"
"Karena pada saat itu raja kekaisaran membinasakan semua rakyatnya untuk di jadikan tumbal dalam sihir hitam, dan oleh karena itu keluarga kita Halmiton memberontak untuk membuat revolusi besar-besaran,"
'Apa aku tanyakan saja ya orang yang misterius yang di mimpiku sebelumnya dan liontin yang di berikannya melalui mimpi itu,' ucap Reina di dalam hatinya dengan penasaran
"Kak, apa raja neraka itu selalu melindungi kita dari berbagai macam bahaya itu artinya dia selalu ada di sisi kita?" tanya Reina dengan tatapan penasaran
"Tentu saja, setiap keluarga kita telah berada dalam bahaya maka dia akan muncul melalui mimpi dan memberikan sebuah liontin kepada setiap anggota keluarga Halmiton," ucap Dalbert sambil menganggukkan kepalanya
"Kakak, apa ini adalah liontin yang kakak bicarakan?" tanya Reina sambil mengeluarkan sebuah liontin
"Benar sekali, kakak tidak menyangka kamu bisa bertemu langsung dengannya,"
"Reina, mulai sekarang untuk sementara kamu akan belajar di sini dan tinggal di sini, karena dari sekarang ibukota bukanlah tempat yang aman, jika kamu berada di sini kakak, ayah dan ibu bisa merasa sedikit tenang karena di sini adalah lokasi dengan sihir perlindungan tingkat tinggi dan keamanan tingkat tinggi yang sudah lama di rancang untuk melindungi keluarga kita," ucap Dalbert sambil tersenyum dan mengelus kepala adiknya
__ADS_1
"Aku paham kak," ucap Reina sambil tersenyum kecil
Kemudian berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan berlalu. Hingga sampai pada saat liburan musim dingin tiba...
Sejak dari dikeluarkannya aku dari akademi banyak surat-surat yang datang kepadaku dan memintaku untuk terus bersemangat dan tetap belajar walaupun aku telah tidak lagi bersekolah di akademi. Aku menjalani semua kegiatanku dengan lancar hingga liburan musim dingin tiba dan mereka memutuskan untuk datang ke mansion pada saat hari ke delapan liburan mereka melalui surat yang telah mereka tulis melalui surat. Namun sebelum hari itu tiba aku menerima juga sebuah surat yang di datangkan langsung untukku yaitu surat dari kekaisaran yang bertuliskan tentang pesta pertunangan putra makhota dengan seorang putri yang berasal dari keluarga baron yang akan di adakan di istana kekaisaran. Tentu saja, semua orang termasuk aku harus datang ke pesta itu pada saat bulan depan. Dan berkat surat itu aku hampir mengingat kenanganku yang sangat buruk, aku pun memutuskan untuk pergi ke alun-alun kota sambil menunggu kakakku pulang dari ibukota. Tulis Reina dalam buku hariannya
"Olvia, aku pergi dulu ke alun-alun kota," ucap Reina kemudian keluar dari gerbang kediamannya tanpa seorang pengawal
"Apa kamu melihat nona Reina?" tanya Olivia dengan seorang penjaga gerbang
"Nona Reina? beliau tadi sudah berbicara dari depan gerbang kalau beliau akan pergi duluan ke alun-alun kota, di tambah lagi beliau pergi tanpa seorang pun pengawal
"APA?!!" teriak Olivia dengan tatapan terkejut kemudian berlari menuju alun-alun kota karena panik dan takut jika nonanya kenapa-kenapa
'Akhirnya aku bisa pergi sendiri ke alun-alun kota,' ucap Reina sambil tersenyum
"Bruk..."
"A..duh, sialnya aku," gumamnya sambil berusaha berdiri dan membersihkan tubuhnya dari debu-debu
"Nona, apa kamu baik-baik saja?" tanya laki-laki itu sambil berusaha menatap mata Reina karena menurutnya suara yang di dengarnya begitu tidak asing
"Aku tidak apa-apa, tenang saja," ucap Reina kemudian menatap laki-laki itu dengan mendongakkan kepalanya ke atas
'Kenapa perempuan rubah itu ada di sini? Apa jangan-jangan dia sedang berusaha menggoda laki-laki karena telah di keluarkan dari akademi? sungguh la**r,' ucap laki-laki itu di dalam hatinya memperhatikan Reina
Siapakah laki-laki yang bertabrakan dengan Reina? Apakah ini karma Reina yang meninggalkan Olivia dan pergi ke alun-alun kota sendirian? Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Mungkinkah benang yang telah putus kembali terikat melalui perasaan?
__ADS_1
REINKARNASI REINA