Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 149 Sepertinya aku sudah memakan perkataanku sendiri


__ADS_3

"Nona Halmiton, aku rasa aku sudah menjawabnya saat kita berdua masih kecil,"


"Dan aku yakin anda tau pasti yang akan menjadi jawabannya," ucap Albern dengan tatapan yang penuh perhatian


'Dia mengatakannya kalau aku telah mendapatkan jawaban darinya, itu berarti dia tidak ingin mengubah ucapannya yang ada di masa lalu, dan itu artinya mungkin aku akan mati lagi di sini,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan dan tangan yang dingin


'Mungkin dia memang tidak puas dengan jawabannya, memang sejak dulu dia selalu mencoba untuk melakukan segalanya dengan bebas,'


'Dan aku juga sadar kalau setiap hal yang aku lakukan selalu melibatkan dirinya ke dalam permainan perasaan saja,'


"JAGA MULUTMU ALBERN, KAMU TIDAK MENGINGAT DIRIKU DAN TIDAK TAU APA PUN TENTANG DIRIKU SEKARANG,"


"DAN KAMU SENDIRI TIDAK INGAT DENGAN PERJANJIAN YANG KITA BUAT SAAT KITA MASIH KECIL? INI SUDAH BERAKHIR ALBERN, KAMU TIDAK MEMILIKI HAK UNTUK MENGATAKAN AKU BISA MELAKUKAN HAL YANG TIDAK SENONOH,"


"WALAUPUN YANG MULIA KAISAR BELUM MENGELUARKAN SURAT PEMBATALAN PERTUNANGAN TAPI HUBUNGAN YANG KITA MILIKI TELAH SELESAI," teriak Reina kemudian lari ke arah hutan sekolah


'Dia bahkan sampai membenciku di masa lalu karena kelakuanku yang kelewatan batas,'


'Mungkin ada baiknya aku bicarakan lagi dengan ayah untuk pembatalan pertunangan ini, dan melindunginya dari bayangan,' ucap Albern di dalam hatinya yang tiba-tiba teringat tentang kejadian di masa lalu yang pernah terjadi


"Nona Halmiton maafkan aku, ada yang harus aku urus jadi aku akan pergi duluan dan untuk masalah pertunangan ini, jika kamu benar-benar tidak menginginkannya maka aku akan meminta kepada yang mulia raja untuk langsung membatalkan pertunangan ini,"


"Aku pergi duluan nona Reina," ucap Albern sambil memberikan hormat kepada Reina


"Berhati-hatilah di jalan yang mulia dan semoga anda selamat sampai ke tempat tujuan," ucap Reina sambil memberikan hormatnya kepada Albern


'Kenapa dia mendadak memutuskan untuk membatalkan pertunangan, padahal tadi dia bilang kalau jawabannya seperti di masa lalu,'


'Setelah mendengarkan perkataannya entah kenapa ada yang terasa kosong, mungkin hanya perasaanku saja,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan


Keesokan harinya di istana dengan langit yang cerah tapi dengan keadaan istana yang suram...

__ADS_1


"BRAK.." suara pintu terbanting


"Albern, aku datang membawakan surat dari negeri timur, mereka bilang akan melakukan diplomasi dengan kekaisaran Lavina kita yang tercinta ini," ucap James sambil berjalan masuk dengan perasaan yang bahagia


"Albern, apa kamu sudah di sini sejak semalaman? mukamu terlihat sangat kusut seperti benang," ucap James dengan tatapan terkejut melihat atasannya yang telah berada di tempat kerja lebih awal ditambah lagi masih dengan pakaian yang sama saat dia pergi ke pesta kemarin.


"Apa kamu memiliki masalah semalam hingga kusut seperti ini?" ucap James sambil berjalan ke arah Albern


"Tidak ada, hanya saja aku merasa kalau mengerjakan dokumen saat aku memilliki waktu adalah hal yang terbaik," ucap Albern sambil menulis laporannya


'Kenapa dia mendadak jadi orang yang gila bekerja? Mungkinkah sesuatu merasuki dirinya? ini sudah menyeramkan,' ucap James di dalam hatinya sambil menganalisis yang telah terjadi kepada orang yang menurutnya tidak pernah bekerja keras sama sekali


"Sekarang sudah jam berapa?" tanya Albern dengan tiba-tiba


"Sekarang sudah jam kerja, apakah kamu memiliki masalah dengan waktu?" ucap James dengan tatapan kebingungan


"Baiklah, aku akan pergi menemui yang mulia raja dulu untuk mengurusi beberapa hal dan kamu bereskan dokumen yang sudah aku kerjakan dan berikan itu kesemua perdana menteri yang bekerja dan bertanggung jawab pada bidangnya masing-masing," ucap Albern sambil beranjak dari kursinya kemudian berjalan menuju pintu ruangan hingga dia sampai ke depan pintu masuk ruangan kerja sang raja


"Ada apa yang mulia putra mahkota datang sampai kemari?" ucap seorang laki-laki yang membuka pintu ruangan itu


"Apakah aku boleh berbicara dengan yang mulia raja? Ada beberapa hal penting yang perlu aku bicarakan," ucap Albern dengan tatapan serius dan dingin


"Karena hari ini tidak ada jadwal yang penting jadi aku rasa tidak masalah, silahkan yang mulia putra mahkota masuk ke dalam ruangan," ucap laki-laki itu sambil melebarkan pintu


"Apakah ada hal yang serius hingga kamu datang ke sini tanpa sekertaris atau asisten pribadimu?" ucap seorang laki-laki yang sudah setengah paruh baya duduk di atas kursi dengan dingin


"Ada yang ingin aku bahas dan itu benar berkaitan dengan masa depan kekaisaran ini, jadi bisakah kita berbicara dua mata yang mulia raja?" ucap Albern dengan tatapan serius


"Baiklah, kalian keluarlah dulu aku ingin berbicara dengan putra makhota," ucap sang raja kemudian memberikan isyarat untuk menyuruh orang-orang yang ada di ruangan itu keluar kecuali mereka berdua yang ada di ruangan itu.


"Baik yang mulia," ucap para pekerja itu sambil memberikan hormat kemudian keluar dari ruangan

__ADS_1


"Jadi katakan apa yang begitu penting hingga menyangkut masa depan kekaisaran ini?" ucap sang raja dengan tatapan dingin namun masih dengan menulis dokumennya


"Ini mengenai pertunangan yang aku miliki dengan keluarga Halmiton, biasakah yang mulia membatalkan pertunangan ini?" ucap Albern membuat tangan yang bergerak itu berhenti bergerak


"Apa yang membuat dirimu memutuskan hubungan pertunangan ini? dulu kamu menjalani kehidupan pertunangan ini tanpa protes apapun dan kamu malah memaksaku untuk membatalkan setiap keluarga Halmiton ingin membatalkan pertunangannya denganmu tapi sekarang kamu yang melakukannya sendiri,"


"Aku jadi ragu dengan akal sehatmu?" ucap sang raja dengan tatapan curiga


'Sepertinya aku sudah memakan perkataanku sendiri,' ucap Albern dengan tatapan suram


"Yang mulia, saya serius ingin melakukan pembatalan pertunangan ini, itu karena aku rasa dan aku pikirkan dengan baik, aku bukanlah orang yang bisa membahagiakan dirinya karena pertunangan yang terikat dengan kontrak ini,"


"Jadi aku berharap untuk membatalkan pertunangan ini, dan membiarkan dirinya memilih tentang apa yang dicintainya dan apa yang disukainya,"


"Tidak masalah jika aku tidak bersamanya lagi asalkan aku bisa melihat senyumannya itu sudah cukup untukku," ucap Albern dengan tatapan yang serius


'Padahal dia selama ini terlihat bahagia dengan pertunangannya bahkan tidak pernah sekalipun dia berpikir untuk membuat pembatalan pertunangan,'


'Aku rasa sekarang dia sudah memikirkannya dengan baik,' ucap sang raja di dalam hatinya sambil menatap putranya yang menatap dengan serius


Di mansion keluarga Halmiton...


"Nona, matahari telah naik ke atas, sudah waktunya anda bangun dari tidur panjang anda," ucap Olivia dengan tatapan kesal melihat nonanya masih tidak bangun karena hari sudah sangat siang


"Biar...kan a...ku ti...dur sebe...ntar la...gi," ucap Reina dengan suara yang terbata-bata


"Nona, baru saja ada surat yang sampai ke kediaman Halmiton dan itu surat dari kekaisaran,"


ucap Olivia sambil memegang sebuah surat yang baru saja di bongkar olehnya dari penerimaan surat


Apakah isi surat dari kekaisaran? Mungkinkan Reina berhasil membatalkan pertunangan itu? Apakah Albern masih bisa mengikat perasaannya melalui sebuah benang merah?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2