
"Hah... Baiklah kali ini, aku akan kembali lagi dan bekerja sebagai bawahanmu tapi ingat jangan ulangi kesalahan yang sama," ucap James sambil melepaskan kacamatanya dan mengelap kacamatanya
"Kalau begitu sekarang kita harus pergi ke ruangan rapat," ucap Albern sambil menarik tangan James
"Eh? Kenapa rapat? Albern jelaskan heh," ucapnya dengan tangan yang tertarik
"Rapat ulang ini aku lakukan supaya semuanya bisa berjalan dengan lancar dan aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama lagi," ucap Albern dengan senyuman tipis
Di mansion Veronika...
"Ayah, ibu dan kakak belum juga pulang, aku jadi sedikit khawatir," ucap Reina sambil menatap teh yang berada di cangkir
"Nona, daripada anda khawatir seperti itu lebih baik anda menikmati waktu anda karena saya yakin, mereka akan khawatir dengan nona yang seperti sekarang," ucap Olivia sambil meletakkan cemilan di atas meja untuk nonanya
"Aku tidak bisa tenang, entah kenapa aku tiba-tiba memiliki firasat yang buruk kalau akan terjadi hal yang buruk, kepada salah satu di antara mereka," ucap Reina dengan tatapan gelisah
"Tenanglah nona pasti mereka baik-baik saja," ucap Olivia sambil berusaha meyakinkan nonanya
"Aku pun inginnya seperti itu tetapi tidak satupun surat yang aku terima dari mereka hari ini, aku jadi merasa kalau akan terjadi sesuatu yang akan datang," ucap Reina dengan tatapan yang khawatir
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu
"Nona, biarkan saya yang membuka pintu," ucap Olivia sambil berjalan ke arah pintu
"Ada apa?" ucapnya sambil membuka pintu
"Begini, ada berita buruk yang baru saja datang,"
"Tuan Marques dan nyonya Marques mengalami kecelakaan pada saat perjalanannya menuju kembali ke kediaman Halmiton Veronika,"
"Dan jasadnya sedang dalam perjalanan di bawa kemari, semua kesatria dan mata-mata keluarga Marques Halmiton telah di kirim untuk menyelidiki yang terjadi," ucap seorang penjaga dengan tatapan yang sedih
"Ah... bagaimana caranya menyampaikan ke nona muda?"
"Nona, pasti akan menangis setelah mendengarkan ini," ucap Olivia dengan tatapan terkejut dan suasana hati yang kacau
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih atas informasinya, aku akan segera menyampaikan berita buruk ini kepada nona segera mungkin," ucap Olivia sambil memberikan hormatnya
"Iya, sama-sama aku harap nona bisa menerima berita ini dengan tegar," ucap penjaga itu menatap nonanya dari balik pintu yang tidak tertutup rapat itu dengan tatapan iba kemudian pergi meninggalkan Olivia yang berdiri di depan pintu
'Apa yang harus aku lakukan, nona pasti akan langsung menangis setelah mendengarkan berita ini," ucap Olivia dengan sedih dan kebingungan kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan
"Olivia, ada apa? Apa kamu baik-baik saja? Kenapa kamu terlihat begitu pucat?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan
"Nona, saya akan menyampaikan berita yang di sampaikan oleh penjaga, tetapi sebelum itu saya harap nona tidak menyalahkan diri nona sendiri, kemudian jika nona ingin menangis,"
"Menangis lah sekencang-kencangnya," ucap Olivia yang tidak berani menatap ekspresi milik nonanya
Reina yang mendengarkan hal itu kemudian terdiam kemudian berjalan ke arah Olivia dengan tubuh yang gemetaran.
"Olivia..."
"Katakan kepadaku, apa yang di sampaikan oleh penjaga tadi? Dan apakah salah satu dari mereka benar-benar mengalami hal yang buruk?" tanya Reina dengan ekspresi wajah yang sudah tidak terkontrol dan dengan tangan yang gemetaran memegang lengan Olivia
"Nona, Tuan Marques dan nyonya Marques telah meninggalkan dunia ini dan berbahagia di dunia yang berbeda,"
"OLIVIA..."
"Ya...ng ka...mu kata...kan ber...can... da kan?"
"Ya... ng ka...mu mak...sud pas....ti ha...l la...in kan?" ucap Reina kemudian terjatuh ke atas lantai yang dingin dengan lutut yang lemas setelah mendengarkan berita buruk yang baru di dengarnya sesuai dengan firasatnya
"Nona, anda harus tetap tegar dan tidak boleh berpikiran hal negatif, saya yakin nona adalah orang yang hebat," ucap Olivia sambil berlutut di hadapan nonanya yang terjatuh lemas sambil memegang tangannya
"Ini tidak mungkin, ayah dan ibu meninggalkan diriku," ucap Reina dengan air mata yang mengalir dan aura tekanan dari kegelapan yang tidak terkontrol
"Uhuk... nona anda harus tenang," ucap Olivia dengan berusaha menenangkan nonanya yang telah mengeluarkan sihir kegelapan yang tidak terkontrol itu
'Kenapa ada tekanan sihir kegelapan dan sihirnya berisikan kesedihan yang mendalam? Master sedang tidak berada di mansion dan siapa yang sedang bersedih sekarang, kecuali...'
'Aku harus cepat melihat nona di kamarnya,' ucap Luke dengan tatapan terkejut kemudian berlari ke kamar Reina
__ADS_1
"BRAK..." suara dobrakan pintu
"NONA!!" teriak Luke dengan tatapan terkejut melihat sekitar ruangan sudah di kelilingi oleh kegelapan
"Olivia, kamu segera keluar dari ruangan ini, biarkan aku yang menangani ini," ucap Luke sambil menarik tangan Olivia untuk menjauhi Reina yang tidak memiliki kontrol lagi
"Tapi... kalau aku pergi nona akan ditelan dari kegelapan dan dia akan menghancurkan semua orang yang ada di mansion," ucap Olivia sambil memberontak terhadap tarikan dari Luke
"Aku tau nona akan di telan oleh kegelapan jika tidak di selamatkan, tetapi kamu juga akan di telan dari kegelapan kalau kamu tetap berada di sini, biar aku yang mengurus nona kamu sekarang minta kepala pelayan dan semua orang yang ada di mansion ini pindah ke ruangan anti sihir,"
"Disana akan menjadi tempat yang aman untuk kalian semua, aku akan menangani ini," ucap Luke dengan tatapan tajam
"Baiklah, aku akan pergi sekarang, aku harap kamu segera mengembalikan nona seperti semula," ucap Olivia sambil menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan Luke dan Reina yang tidak terkontrol sama sekali
"Nona, anda harus mengendalikan diri anda sekarang juga, jika tidak anda akan membunuh orang yang ada di sekitar anda,"
"Ini semua salahku..."
"Jika saja aku tau hal ini lebih awal dan aku bisa mengetahui hal ini lebih dari semua orang mungkin aku bisa menyelamatkan ayah dan ibu,"
"Begitu sial kah kehidupan yang diberikan untukku, kenapa aku tidak bisa di berikan kebahagiaan yang tenang tanpa ada masalah yang muncul," Gumam Reina dengan tatapan yang kosong dan air mata yang terus-menerus mengalir
"KENAPA? AKU SELALU DI BERIKAN PENDERITAAN SEPERTI INI? TAKDIR INI BUKAN AKU YANG MEMINTANYA TAPI KENAPA AKU DIBERIKAN TAKDIR SEPERTI INI?" teriak Reina membuat seluruh ruangan kacau dan kegelapannya menjadi lebih pekat hingga menelan hingga lorong-lorong mansion
'Ck, nona telah kehilangan kontrol sepenuhnya, aku harus masuk ke alam kesadarannya untuk menenangkannya langsung,'
'Aku tau ini akan menjadi nyawa taruhannya, tapi aku mau tidak mau sampai semua orang mati apalagi nona sampai kehilangan nyawanya,'
'Kalau itu terjadi Master pasti akan sangat-sangat sedih dan aku yang berjanji kepadanya hanya akan menjadi sebuah janji manis saja,' ucap Luke di dalam hatinya sambil membuka buku yang berisikan mimpi dan alam sadar
"Atas nama bulan merah dan biru yang bersinar, tolong tunjukkan mimpi dan jati diri di bawah alam sadar seorang gadis yang tersesat," ucap Luke sambil membacakan mantra sihir itu
Akankah Reina berhasil selamat? Apakah Luke bisa kembali atau malah kehilangan nyawanya? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1