
'"Wah... bukankah itu putra makhota sedang apa dia menunggu di asrama perempuan ya?" bisik siswa a kepada temannya
"Mungkin saja, dia sedang menunggu teman-temannya," bisik siswa b
"Apa beliau sedang menunggu tunangannya?" bisik siswa c
"Ah.. benar juga dia sudah memiliki tunangan mereka terlihat cocok sih tapi kemarin putra makhota berjalan dengan putri dari keluarga baron bukannya mereka juga pasangan yang cocok ya?
'Aku belum melihat Reina keluar dari asrama kemana dia?' ucap Albern didalam hati dengan gelisah
"Albern kenapa anda bisa disini?" tanya Elena sambil tersenyum
'Seorang putra mahkota menungguku, aku tidak menyangka ini akan terjadi,' ucap Elena di dalam hatinya dengan muka memerah
"Aku sedang menunggu tunanganku," ucap Albern dengan lembut sambil mencari Reina
"Tunangan? Albern punya tunangan?" ucap Elena dengan polos
"Begitulah, aku pikir hari ini aku ingin berangkat ke sekolah bersama dirinya," ucap Albern sambil tersenyum melihat Reina keluar dari pintu asrama
"Kenalkan kepadaku juga tunanganmu itu," ucap Elena dengan mata berbinar-binar
'Aku hampir saja kehilangan muka,' ucap Elena di dalam hati sambil berusaha tersenyum
"Humm, kenapa di gerbang asrama penuh dengan kerumunan? tidak seperti biasanya," gumam Reina sambil berjalan ke arah kerumunan
"Apa ada orang terkenal ya? sudahlah jangan memikirkan yang aneh-aneh, aku bisa terlambat ke sekolah nanti," ucap Reina sambil berjalan menjauh dari kerumunan
"REINA TUNGGU," teriak Albern sambil berjalan ke arah Reina
__ADS_1
"Sepertinya aku dengar ada yang memanggilku," gumam Reina terdiam menghentikan langkahnya
"Reina terima kasih telah menungguku," ucap Albern sambil tersenyum kecil
"Tidak masalah tapi kenapa kamu berada di asramaku?" tanya Reina dengan kebingungan
"Memangnya salah aku pergi ke akademi bersama tunanganku," ucap Albern sambil tersenyum lembut
"Wah, tidak menyangka bisa melihat tunangan putra mahkota secara langsung," bisik siswa e kepada temannya
"Kalau dilihat mereka memang pasangan yang sempurna ya," bisik siswa a
"Bukankah dia gadis yang berada di upacara pembukaan dan salah satu anggota kesiswaan," bisik siswa c
"Tidak heran sih, dia cantik dan berbakat memang pantas jadi putri mahkota," bisik siswa b
'Perasaanku saja atau bagaimana dia terlihat tampan, ingat kamu bisa mati di tangan dia,' ucap Reina di dalam hati
"Tidak salah sih, tapi tidak biasanya kamu menjemputku?" tanya Reina dengan kebingungan
'Aku bingung aku harus bagaimana dengan gadis ini, dia tidak cemburu bahkan tidak peka terhadap aku, Haish.. aku harus bagaimana?' ucap Albern di dalam hati
"Aku merindukan dirimu memangnya salah?" ucap Albern sambil tersenyum lembut
"EHH... UMM.. Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang tapi, gadis itu bagaimana?" ucap Reina sambil berusaha menenangkan dirinya
"Eh.. aku bisa sendiri tidak masalah kok, kalian adalah tunangan jadi bukankah sewajarnya kalian bersama," ucap Elena sambil tersenyum menggigit bibirnya
"Bukankah lebih baik kita berangkat bersama?" tanya Reina sambil tersenyum
__ADS_1
'Kenapa Albern tidak mengajak si pemeran utama? masa dia gak tertarik sama pemeran utama?' ucap Reina di dalam hati dengan kebingungan
"Elena kamu bilang ingin berangkat sendirian kan?" ucap Albern dengan tatapan dingin menatap ke arah Elena
"Iya aku hanya ingin berangkat sendirian saja," ucap Elena dengan gemetaran
'Kenapa dia begitu menyeramkan aku sampai merinding hanya dengan melihat tatapannya' ucap Elena di dalam hati dengan gemetaran
"Humm, baiklah kalau begitu kami berangkat duluan," ucap Reina sambil membalikkan badannya
"Albern, menurutmu Elena orang yang seperti apa?" tanya Reina sambil menatap Albern
'Kenapa Reina menanyakan hal ini? dia pasti sedang menguji ku?' ucap Albern di dalam hati
"Hummm, menurutku ya dia yah gadis biasa saja dibandingkan denganmu kamu tentu saja gadis yang lebih cocok untuk posisi putri mahkota tapi bukan berarti kamu seperti gadis yang tidak biasa," ucap Albern sambil memalingkan wajahnya yang memerah
'Dia sedang mengatakan apa sih sebenarnya?" tanya Reina di dalam hati
"Apa laki-laki selalu stundare seperti itu ya?" tanya Yuria dari balik semak-semak melihat Reina dan Albern
"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Shun dengan tatapan datar
"Hanya penasaran saja," ucap Yuria dengan tersenyum
"Yuria bagaimana kalau kita juga bertunangan?" tanya Shun dengan tatapan serius
"Kamu sedang bercanda kan?" tanya Yuria dengan muka memerah
"Menurutmu?" tanya Shun sambil memalingkan wajahnya
__ADS_1
Apakah pertunangan mereka akan terjadi? Apakah Reina memahami perkataan yang di katakan Albern? Apakah takdir kematian tersebut akan terlepas dari Reina?
REINKARNASI REINA