Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 207 bukankah kamu harus melepaskan dia?


__ADS_3

"Bagaimana kalau aku serius kalau aku benar-benar merindukan dirimu Reina?" ucap laki-laki yang berada di depannya dengan tatapan serius tanpa membuat satu kalimat candaan itu


"Kamu sedang menginginkan sesuatu dariku? karena kamu sejak kita bertemu dulu, kamu tidak pernah mengatakan hal yang seperti itu kecuali menginginkan sesuatu," ucap Reina dengan tatapan dingin dan waspada


"Kenapa kamu begitu tega kepadaku? Aku ini berbicara tulus,"


"Dan walaupun aku memang menginginkan sesuatu tapi aku rasa itu tidak akan pernah terwujud, jadi lebih baik aku menyimpannya sendiri," ucap Azazel dengan senyuman pahit


"Aku mengerti, aku harap yang kamu inginkan cepat tercapai," ucap Reina dengan senyuman yang perhatian


'Kenapa aku merasa di kasihani dan juga tertusuk ya?' ucap Azazel di dalam hatinya dengan tatapan pasrah


"Jadi apa yang di sampaikan pada saat kamu ikut rapat?" ucap Reina sambil berbaring di atas kasur


"Kita akan kembali ke kekaisaran dan menangkap semua penyusup yang masuk ke dalam kerajaan dengan cara menyelinap tentunya,"


"Kamu tetaplah nanti bersamaku, supaya tidak ada yang bisa mengenali dirimu dan juga aku bisa melindungi dirimu kalau seandainya terjadi sesuatu," ucap Azazel dengan tatapan serius


"Baiklah, aku mengerti," ucap Reina dengan mengangguk setuju


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita menggunakan teleportasi? Tentu saja semua anggota pasukan bisa juga menggunakan teleportasi sihir jadi kita tidak perlu menghabiskan waktu berhari-hari untuk pergi ke istana kekaisaran," ucap Azazel sambil tersenyum


"Atur saja yang mana menurutmu lebih mudah, karena kamu yang membantuku tidak mungkin aku juga banyak berbicara karena tidak setuju," ucap Reina sambil tersenyum tipis


Di sisi kekaisaran...


"Yang mulia putra mahkota, anda sangat hebat bisa menumpas para bangsawan yang melakukan pemberontakan itu,"


"Saya yakin anda bisa memimpin kekaisaran menjadi lebih sejahtera lagi dibandingkan sekarang," ucap seorang laki-laki paruh baya itu dengan senyuman dinginnya


"Terima kasih atas pujiannya perdana menteri, tapi tanpa semua prajurit kekaisaran aku tidak bisa melakukan apa-apa, karena berkat perjuangan mereka bisa membuat kita berada di sini," ucap Albern dengan tatapan dingin dan senyuman dingin


'Dia memuji-muji seperti ini untuk apa? Padahal dia yang merencanakan pemberontakan ini, tapi dia seperti orang yang tidak peduli dengan keadaan yang menimpa semua orang yang mendukung dirinya,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan dingin


"Yang mulia putra mahkota dan perdana menteri keuangan saya memberikan hormat,"


"Dan saya juga di sini ingin menyampaikan pesan dari yang mulia raja,"


"Yaitu makan siang bersama keluarga sekarang," ucap seorang ajudan yang datang ke hadapan mereka berdua

__ADS_1


"Baiklah, kami berdua akan langsung ke sana," ucap Albern sambil mengangguk kepala


"Tidak biasanya yang mulia putra makhota menerima tawaran makan bersama?" ucap sang perdana menteri sambil tersenyum


"Itu karena aku sudah lama sekali tidak makan bersama ayahku jadi aku pikir makan bersama akan bagus walaupun hanya sekali-sekali dan juga ada paman yang ikut makan bersama,"


"Ini akan jadi makan siang yang berkesan nantinya," ucap Albern sambil tersenyum


"Tentu saja akan berkesan yang mulia tidak perlu meragukannya, karena ini pasti akan tercatat dalam sejarah karena saya masih bisa bergabung makan siang bersama keluarga saya," ucap sang perdana menteri dengan senyuman yang licik


Mereka berdua berjalan hingga sampailah mereka berdua di sebuah tempat yang merupakan ruang makan kerajaan terbesar...


"Yang mulia putra mahkota dan perdana menteri masuk ke dalam ruangan," ucap seorang laki-laki penjaga pintu dengan lantang sambil membuka pintu besar itu


"Akhirnya kalian datang ke sini,"


"Aku pikir kalian akan menolak undanganku," sambut sang raja dengan ramah dan senyuman ceria


"Terima kasih atas undangan makan siangnya yang mulia,"


"Kami merasa terhormat bisa di undang oleh anda," ucap keduanya dengan serentak


"Kalian berdua tidak perlu terlalu formal, karena kita adalah keluarga,"


"Tidak akan ada satupun orang yang akan menghukum kalian jika kalian salah berbicara di sini,"


"Kemari duduk di sini," ucap sang raja sambil tersenyum lembut


"Baiklah, ayah (Kakak)," ucap keduanya dengan serentak sambil berjalan menuju kursi yang tidak jauh dari sang raja


"Kakak, sekali lagi aku sangat berterima kasih telah mengundang ku untuk ikut dalam makan siang bersama,"


"Ini akan menjadi hal yang pantas untuk menjadi kenang-kenangan karena kita tidak tau apa yang akan terjadi kepada kita kedepannya,"


"Dan bisa saja ini makan siang terakhir kita bersama bukan jadi aku sangat bersyukur kita bisa makan bersama," ucap perdana menteri itu sambil tersenyum


"Kamu ada benarnya adikku, oleh karena itu mari kita nikmati makan siang bersama ini,"


"Dengan bersulang," ucap sang raja sambil memegang gelas wine itu

__ADS_1


"Albern, bagaimana kalau kamu juga ikut bersulang ini? Karena kita jarang dapat kesempatan bersama seperti ini," ucap sang perdana menteri sambil tersenyum


'Kalian bersulang saja, aku tidak bisa minum alkohol di siang hari seperti ini, James mengingatkan aku kalau masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan di atas meja," ucap Albern sambil menggelengkan kepalanya dengan tatapan dingin


"Ah... James sangat ketat kepada dirimu ya?kalau begitu dia terlihat mirip seperti kepala penasehat sekarang," ucap sang raja sambil tertawa kecil


"Hah..."


"Begitulah, akan repot jika aku malah mabuk di sini," ucap Albern dengan helaan nafas panjang


"Baiklah, kalau begitu tidak apa-apa,"


"Ayah akan minum berdua dengan pamanmu ini," ucap sang raja sambil tersenyum


"Bersulang," ucap keduanya sambil tersenyum dan meminum wine itu


Tidak lama setelah meminum wine itu sang raja tidak sadarkan diri...


"AYAH!!" Teriak Albern dengan tatapan terkejut


"BUAT APA KALIAN SALING MENATAP SEPERTI ITU!!"


"CEPAT PANGGILKAN DOKTER KERAJAAN," teriaknya lagi dengan tangan dingin karena melihat ayahnya yang terjatuh itu


"Tidak perlu memanggil dokter kerajaan keponakanku karena sekarang sang raja akan tertidur panjang untuk selama-lamanya,"


"Kamu hanya perlu menyiapkan pemakaman yang megah saja dan kamu juga tidak perlu khawatirkan apapun karena kamu akan juga menyusul kakak dengan cepat," ucap laki-laki yang duduk di kursi itu dengan tatapan dan senyuman licik


"KAMU?!" ucap Albern dengan tatapan terkejut


"PASUKAN TANGKAP PENGKHIANAT ITU!!" perintah Albern dengan tatapan dingin dan aura yang membunuh


"Kamu yakin kalau mereka akan mengikuti perintah darimu keponakanku tersayang?" ucap laki-laki itu sambil berjalan mundur


"Kalau kamu ingin memberikan perintah lebih baik seperti ini," ucap Laki-laki itu sambil menjentikkan jarinya dengan cepat semua orang yang berada di ruangan itu langsung menodongkan senjata ke arah leher Albern seketika juga pedang di todongkan di leher sang perdana menteri


"Jika kamu tidak ingin lehermu juga putus maka bukankah kamu harus melepaskan yang mulia putra mahkota?" ucap perempuan itu sambil tersenyum


Apakah Albern dan sang perdana menteri itu akan sama-sama kehilangan nyawa? Apakah Albern akan berakhir begitu saja? Siapa perempuan yang tersenyum itu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2