
Beberapa saat setelah laporan yang diberikan kepada Derick. Derick keluar dari ruangan itu...
"Derick, bisakah aku bertanya sesuatu kepadamu?"
"Karena aku yakin hanya dirimu saja yang bisa menjawab pertanyaan ini," ucap Albern dengan tatapan dingin dan tajam
'Apakah dia mendengarkan pembicaraanku dengan pembawa pesan? Tapi itu tidak mungkin karena aku menggunakan sihir peredam suara,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan curiga
"Bertanya apa? Apakah ada sesuatu yang mengganggu dirimu hingga ada yang ingin kamu tanyakan kepadaku?" ucap Derick yang tiba-tiba merubah ekspresi wajahnya menjadi tatapan yang lembut dan tidak terjadi apa-apa
"Derick, kenapa sidang belum juga dihadiri oleh para hakim? Dan dimana Reina sekarang? Sidang sebentar lagi akan dimulai,"
"Kenapa anda sedikitpun tidak panik atau mencari keberadaan Reina yang belum kunjung hadir dalam sidang ini,"
"Dan kamu memintaku untuk memenangkan sidang ini tapi kamu sendiri tidak peduli dengan sidang ini," ucap Albern dengan tatapan yang kesal
"Hum... kamu takut ya,"
"Kalau kamu tidak bisa menyelesaikan tes ini dengan baik?" ucap Derick sambil tersenyum meremehkan orang yang ada didepannya
"TUAN DERICK!!"
"TUAN DERICK!!" teriak seseorang laki-laki sambil berlari dari arah sebelah kiri lorong
"Ada apa teriak-teriak? Apakah kamu tidak punya sopan santun?" ucap Derick dengan tatapan dingin dan kerutan kening
"Tuan Derick, ada berita kalau seluruh pelindung akademi hancur dan para penyusup masuk ke dalam akademi,"
"Ditambah lagi nona Reina yang sedang di cari oleh kedua tim secara langsung, belum berhasil ditemukan,"
"Kami juga telah melaporkan masalah ini dengan tuan pemimpin tapi tuan pemimpin sama sekali tidak merespon masalah ini jadi kami harus meminta perintah dari anda secara langsung," ucap laki-laki itu dengan berlutut hormat kepada Derick
"Baiklah, aku mengerti situasinya,"
"Berapa jumlah pasukan yang ada di akademi sekarang dan berapa jumlah penyusup yang masuk ke dalam akademi?" ucap Derick dengan tatapan tajam
"Jumlah penyusup yang di ketahui ada sekitar 71 orang sedangkan untuk pasukan akademi semuanya memiliki total 2753 ribu pasukan dan sekarang tersisa 321 orang saja tuan Derick karena yang lain ikut dalam pencarian nona Reina," ucap laki-laki itu dengan kepala tertunduk
__ADS_1
"Baiklah, jumlahnya sangat sedikit sedangkan akademi ini sangat-sangat luas aku tidak yakin kita benar-benar bisa menangkap semuanya,"
"Berapa jumlah penyihir yang memiliki kemampuan khusus melacak di akademi?" ucap Derick dengan tatapan yang serius
"Kita hanya memiliki tiga orang saja tuan, termasuk dengan diriku karena dua lainnya di ikut sertakan ke dalam pencarian," jawabnya lagi dengan masih kepala tertunduk
"Baiklah, artinya kamu adalah satu-satunya pertahanan akademi di sini,"
"Karena kamu adalah satu-satunya yang bisa melacak lokasi musuh maka kamu harus selalu berada di dekatku dan sekarang aku harap semua pasukan tersisa masih bisa untuk dipakai mencari para penyusup itu," ucap Derick dengan tatapan dingin
"Albern,James, Shun dan Yuria kalian berdua memiliki tugas untuk membuat semua siswa aman,"
"Jangan pernah menyepelekan tanggung jawab yang aku berikan ini karena kalian berdua adalah orang harus di jaga akademi ini,"
"Ingat itu, dan hubungi dengan benda itu, kalau benar-benar kalian berada di situasi terdesak," ucap Derick sambil melemparkan sebuah botol kecil ke arah Albern kemudian pergi meninggalkan mereka berempat
"Dia mengatakan kalau Reina sedang dalam pencarian, apa artinya Reina menghilang?" ucap James dengan tatapan yang serius
"Mungkin saja itu benar, Kalau begitu kita juga harus mencari dirinya," ucap Yuria dengan tatapan khawatir
"Kamu tidak berpikir kita baru saja diberikan pekerjaan untuk menjaga semua orang yang ada di dalam akademi,"
"Kalau kita tidak melakukannya maka kita juga telah menodai nama dewan kesiswaan," ucap Shun dengan tatapan dingin dan kepala tertunduk
"Hah..."
"Baiklah aku mengerti, mari segera kita selesaikan masalah ini," ucap Yuria dengan tatapan yang dingin dan menghela nafas panjang
Di sisi lain pencarian yang panjang itu...
"Mana mungkin aku mengetahui hal semacam itu,"
"Hanya dirinya saja yang sadar apakah pertanahan sihirnya telah memudar atau belum," ucap Dezria dengan tatapan yang datar
"Guru, masih ada berapa luas hutan yang harus kita jelajahi?" tanya Blake dengan tatapan serius
"Karena kamu yang bertanya, masih sekitar 25% atau 27% yang belum kita jelajahi karena akademi ini memiliki hutan yang luas walaupun kita membawa pasukan dan mencarinya dengan sihir pendeteksi, ini masih tidak mudah untuk dilakukan," ucap Dezria dengan menggeleng-geleng kan kepalanya
__ADS_1
"Apa guru tidak bisa menggunakan sihir atau kemampuan milik guru?" tanya Blake dengan tatapan kebingungan dan khawatir
"Mana mungkin aku memiliki kemapuan khusus yang berguna untuk melacak, karena itu sangat-sangat langka," ucap Dezria dengan senyuman pahit
"Pendek, apakah kita tidak bisa menjelajah ke arah bawah tanah? aku merasa kalau saja mereka memiliki sihir khusus," ucap Ernest dengan tatapan yang dingin sambil memperhatikan peta yang dipegang oleh Dezria
"Aku yakin mereka tau kalau kita akan mencari Reina maka mereka akan membuat markas di bawah tanah dan dengan kita yang mencari berkelompok seperti ini maka keberadaan kita akan lebih mudah di ketahui oleh musuh,"
"Sehingga mereka bisa melakukan hal semacam itu," ucap Ernest sambil memainkan belatinya
"Jangan panggil aku pendek,"
"Yang di katakan memang masuk akal tapi sangat kecil kemungkinannya untuk kita bisa menjelajah dibawah tanah sepenuhnya mengingat jalan dibawah tanah tanpa peta kita akan tersesat,"
"Kecuali kalian bisa mengetahui struktur yang ada dibawah permukaan tanah ini dan seperti apa bentuk jelasnya," ucap Dezria sambil menatap peta yang ada didepannya dengan tatapan serius
"Kembar itu bukannya memiliki kemapuan komunikasi yang khas ya dengan kembarannya bahkan dengan alam,"
"Kemungkinan mereka bisa saja menjadi penunjuk arah dibawah tanah," ucap Blake dengan tatapan serius
"Tidak, mereka tidak akan bisa karena berada di tim yang berbeda dengan kita,"
"Dan juga tim mereka telah mengambil alur yang berbeda, sangat tidak memungkinkan untuk menyuruh mereka datang ke sini," ucap Dezria sambil menggelengkan kepalanya
"Kalau begitu kita selesaikan istirahat ini dan lanjut untuk mencari Reina lagi,"
"Waktu kita tidak banyak," ucapnya lagi sambil berdiri dan menggulung peta akademi itu
"Bukankah ini sangat singkat?" keluh Ernest dengan muka yang cemberut
"Kamu kalau ingin beristirahat, istirahat saja di sini tapi kami akan pergi untuk langsung berjalan lagi karena kita tidak menemukan apapun di sini untuk dijadikan sebagai petunjuk," ucap Dezria dengan tatapan dinginnya
'Kenapa dia laki-laki yang dingin bahkan tidak bisa memiliki perasaan khawatir sedikitpun kepada seorang perempuan,' ucap Ernest di dalam hatinya dengan tatapan dingin
Apakah Reina akan berhasil ditemukan? Apakah para penyusup berhasil di lumpuhkan? Apakah Ernest ingin mendapatkan perhatian dari Dezria?
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA