
"YU...RI...A LE...P..A...S K..KA..N.." Teriak Shun sambil menarik tangan Yuria
"Aku tidak mau melepaskannya, karena kamu membuat suasana hatiku jelek dengan kemunculanmu yang tiba-tiba," ucap Yuria sambil mencubit pipi Shun
"YU...RI..A A..KU A..AK..AN ME..M..BU...AT M..U BER..TE..KUK .. LU..TUT," teriak Shun sambil menarik tangan Yuria
"Kamu cuma banyak bicara saja, menarik tanganku saja seperti anak kecil tidak bertenaga," ucap Yuria sambil menarik pipi Shun dan menyeringai
"KA..MU.." Teriak Shun dengan kesal
"Yuria... Shun.... berhenti bertengkar," ucap Albern berjalan masuk ke dalam ruangan
"Ketua maafkan aku terlambat," ucap Albern sambil menundukkan kepala
"Tidak masalah untukku, dan juga kami belum memulai pertemuan bukankah ini terlalu cepat untuk menemani seorang siswa baru berkeliling sekolah," ucap Derick dengan menyeringai
"Ah.. itu perempuan itu benar-benar merepotkan sejak aku bertemu dengan dia, dia banyak berbicara dan menunda-nunda jadi aku tinggalkan saja dia ditambah lagi aku tidak ingin tunanganku membatalkan tunangan karena seorang gadis yang merepotkan itu," ucap Albern dengan tatapan dingin
'Eh.. kenapa dia berbicara seperti itu, bukankah seharusnya dia jatuh hati dengan tokoh utamanya? Kenapa dia mengatakan hal seperti itu?' gumam Reina sambil menatap Albern
__ADS_1
"Humm aku pikir kamu berselingkuh di belakang tunanganmu, kalau kamu melakukannya aku akan menjadikannya tunanganku," ucap Blake sambil berjalan menuju kursi yang akan diduduki
"Tenang aku hanya bercanda," Ucap Blake sambil menyeringai
"Blake, kenapa kamu berada di sini?" tanya Albern dengan tatapan dingin
'Kenapa mendadak dingin ya?' ucap Reina, Yuria, Shun dan James di dalam hati
"Tentu saja, karena aku adalah salah satu anggota dewan kesiswaan kenapa kamu menatapku seperti itu?" ucap Blake sambil tersenyum kecil
"Derick kenapa kamu tidak berbicara kepadaku terlebih dahulu?" tanya Albern sambil mengepalkan tangan
"Apa kalian tidak akrab?" tanya Reina dengan kebingungan
"Tentu saja kami akrab tidak mungkin kami bermusuhan," ucap Blake dengan sambil tersenyum lembut
'Kurasa ini akan berlanjut,' ucap James di dalam hati dengan muram
"Karena waktu telah terpakai selama setengah jam kita batalkan saja rapatnya dan sebagai gantinya kita melakukan pesta penyambutan Blake sebagai anggota baru," ucap Derick sambil menghela nafas
__ADS_1
"YEAHH!!!!" ucap Yuria dan James dengan serentak
"Kalian anak kecil apa teriak- teriak seperti itu," ucap Shun dengan tatapan kesal
'Kenapa aku merasa kesal ya?' ucap Shun di dalam hati sambil menatap Yuria
'Masa aku cemburu kepada James yang akrab dengan Yuria, kalau aku suka sama gadis yang ganas itu aku sakit ya sepertinya,' gumam Shun di dalam hati
"Aku akan pulang lebih dulu, kalian lanjutkanlah," ucap Reina sambil tersenyum
"Reina nanti aku antarkan kamu pulang sampai ke depan asrama karena aku adalah tunanganmu," ucap Albern sambil tersenyum
"Tidak perlu, aku akan pulang sendiri lagi pula asramamu dan asramaku tidak sejalan bukankah lebih baik kamu pulang ke asramamu bersama yang lain," ucap Reina sambil tersenyum
'Apa dia mendengarkan semua omongan semua murid dan memutuskan untuk berpikir akan mengakhiri pertunangan dengan alasan itu,' ucap Alben di dalam hati dengan penuh kegelisahan
'Kenapa perasaan cinta itu begitu rumit ya?" ucap Reina dan Albern dari tempat yang berbeda sambil memandangi langit
Apakah bisa Albern bisa mempertahankan hubungannya? Apakah Shun menyadari perasaannya? Apakah Reina bisa terbebas dari takdir kematiannya? bagaimanakah kisah mereka?
__ADS_1
REINKARNASI REINA