Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 213 Setelah janji yang diucapkan


__ADS_3

Setelah mendengarkan ucapan dari perempuan yang sangat di tunggunya itu dia menjadi seperti patung membeku karena berusaha mencerna omongan...


"Kenapa kamu diam? Kamu sudah tidak memiliki perasaan kepadaku lagi bukan hingga kamu diam seperti itu?" ucap Reina dengan masih kepala tertunduk karena takut bahwa harapan yang dia inginkan pergi meninggalkan dirinya


'Jadi selama ini dia menatapku dengan tatapan tajam bukan karena dia tidak menyukai aku tapi malah sebaliknya?' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan terkejut dan muka yang memerah


"Reina, maafkan aku karena selama ini bertindak bodoh,"


"Aku tidak akan pergi meninggalkan dirimu,"


"Karena aku akan pergi ke wilayah Erlan, untuk memperbaharui Mansion yang ada di sana dan tinggal di sana sebagai seorang Duke nantinya karena aku harus tetap bekerja untuk kekaisaran,"


"Oleh karena itu aku hanya akan pergi meninggalkan ibukota untuk sementara," ucap Albern sambil memeluk muka Reina yang malu karena salah paham


"Kenapa kamu tidak bicara dengan jelas kalau kamu hanya akan pergi untuk mengurus pekerjaan," ucap Reina dengan panik sambil memukul Albern


"Kenapa kamu jadi marah? Aku kan belum selesai mengatakannya," ucap Albern dengan senyuman tipis


"Karena kamu mencurangi aku," ucap Reina dengan muka cemberut


"Hah..."


"Baiklah aku salah tuan putri jadi untuk memaafkan aku, maukah anda pergi denganku berjalan-jalan mengelilingi alun-alun kota?"


"Hitung-hitungan sebelum aku berangkat aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan perempuan yang aku sayangi," ucap Albern sambil tersenyum


"Humm..."


"Baiklah, aku juga bosan berada di istana terus ditambah lagi kakak bilang kalau kerjaannya belum selesai hingga dia harus menundanya,"


"Tapi kamu yang harus izin dengan kakak ya, aku tidak mau melakukannya nanti kakak pikir yang aneh-aneh kepadaku," ucap Reina dengan tatapan serius


"Baiklah, tuan putri tenang saja nanti akan saya sampaikan langsung kepada yang mulia," ucap Albern sambil mencium punggung tangan milik Reina

__ADS_1


"Kenapa kamu menggunakan panggilan putri dan yang mulia itu?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan


"Karena kamu mulai sekarang adalah tuan putriku, bukankah sudah wajib kalau aku memanggil seperti itu?" ucap Albern sambil tersenyum kecil


"Berhenti bercanda," ucap Reina dengan muka yang mendadak merah


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Aku periksa dulu siapa yang ada di luar jadi nanti baru kita lanjutkan pembicaraan ini," ucap Albern sambil tersenyum dan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa orang yang berada dibalik pintu itu


"Aku pikir kamu akan melakukan aneh-aneh kepada adik perempuanku karena aku mendengar dari orang-orang yang lewat kalau mereka mendengarkan suara tangisan dari kamar adik perempuanku serta mereka mengatakan kalau yang mulia pangeran berada di dalam ruanglah yang membuatnya menangis," ucap laki-laki yang begitu akut dalam menyayangi adiknya itu


"Mana mungkin aku membuatnya nangis kakak ipar," ucap Albern sambil tersenyum


"Sejak kapan aku setuju kamu mengucapkan kata-kata itu? Dan kenapa kamu mengatakan kata-kata itu padahal kamu dan adikku tidak memiliki hubungan," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan kesal


"Tentu saja kami memiliki hubungan, kami sepasang kekasih sekarang," ucap Albern dengan tatapan bangga


"Sejak kapan dia mengatakannya?" ucap Dalbert dengan tatapan terkejut


"Reina kenapa kamu mau dengan laki-laki ini padahal kalau kamu mau kakak bisa berikan puluhan untuk dirimu," ucap Dalbert dengan tatapan dingin ke arah Albern


"Karena aku suka saja, dan juga perasaan itu bukan permainan jadi kakak pikir aku hanya tertarik dengan muka laki-laki ini?" ucap Reina dengan tatapan datar


"Baiklah, karena itu adalah keinginan darimu tapi kakak tidak mungkin setuju begitu saja kamu dengan pangeran yang lemah ini,"


"Kakak harus melatihnya dulu untuk melindungi dirimu, karena kamu adalah harta keluarga Halmiton," ucap Dalbert sambil tersenyum menyeramkan di mata Albern


"Humm... Baiklah lakukan saja,"


"Albern, aku rasa kita tunda dulu pergi jalan-jalan di alun-alun kota karena kamu harus menjadi lebih kuat dulu," ucap Reina dengan mengangguk mengerti


'Reina, kenapa kamu begitu cepat membuat sebuah keputusan? Apakah hatimu terbuat dari baja? Dan juga ini bukan sepenuhnya kesalahan Reina tapi kesalahan laki-laki ini karena berkata-kata manis di depan Reina hingga dia ingin membatalkannya dengan mudah,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan kesal namun harus dengan dingin

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu kapan kita mulai latihannya?" ucap Albern dengan tatapan serius


"Besok sampai dua tahun kedepan aku akan secara langsung melatih dirimu sama seperti aku melatih Derick dan Dezria dengan keras,"


"Jadi jangan harap aku berikan hak istimewa kepada dirimu karena kamu adalah seorang pangeran sekarang," ucap Dalbert sambil tersenyum tipis


"Aku mengerti, dan suatu kehormatan untukku karena bisa di latih langsung oleh seorang pemimpin organisasi Nine Honorable National Treasures," ucap Albern sambil tersenyum


"Bagus, kalau kamu merasakan seperti itu," ucap Dalbert sambil tersenyum


"Kalau begitu, aku harus pergi lagi karena masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan untuk persiapan enam bulan yang akan datang," ucap Dalbert sambil berjalan dan melambaikan tangannya ke arah adik perempuannya


"Maaf ya, Reina aku belum cukup kuat untuk melindungi dirimu dari bahaya,"


"Tapi aku berjanji suatu hari nanti aku pasti akan benar-benar melindungi dirimu dari bahaya yang akan datang," ucap Albern sambil berlutut di hadapan perempuan itu dan mencium punggung tangannya seperti mengucapkan janji sebagai seorang kesatria


"Aku akan menunggumu," ucap Reina sambil tersenyum


Setelah janji yang diucapkan itu, Albern dilatih kembali dengan berat lebih berat dibandingkan sebelumnya dan lebih berat dari tes yang telah berhasil dia selesaikan. Disisi latihannya dia juga mempersiapkan diri untuk mengelola wilayah Erlan secara langsung nantinya, setelah dia resmi menjadi seorang Duke ditemani oleh James yang telah mendapatkan gelar Earl dan telah bersumpah setia untuk mengikuti dirinya kemanapun dia pergi.


Sampai beberapa bulan sebelum penobatan raja baru dan peresmian gelar Duke...


"Albern, ini data yang kamu minta mengenai pertambangan yang telah di temukan di wilayah Erlan,"


"Menurut laporan ini jumlah hasil yang bisa di dapatkan dari pertambangan bisa bertahan sampai dua belas generasi satu tambangnya,"


"Untuk jalur perdagangan sendiri telah banyak para pedagang yang mulai melirik wilayah Erlan setelah mereka mendengarkan kalau akan ada orang yang mendapat gelar Duke tinggal di sana dengan menjadi pemilik wilayah Erlan yang begitu besar,"


"Terutama orang-orang yang tertarik dengan perhiasan mereka dengan cepat membuat pengajuan kepada dirimu untuk izin menjalankan bisnis," ucap James yang membacakan isi laporan yang diterima


"Itu berita yang bagus tapi aku yakin ini juga menyebabkan para bandit mulai ingin merusuh wilayah Erlan bukan? mengingat para pedagang adalah incaran mereka," ucap laki-laki yang menulis dokumen itu sambil tersenyum dingin


Apakah Albern berhasil menjadi orang yang kuat? Apakah Dalbert mengizinkan Reina untuk bersama dengan Albern? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2