Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 43


__ADS_3

"Kakak, kenapa tangan kakak ada darahnya? Apa kakak terluka?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan


"Tidak kok, ini tadi luka seekor kucing yang lewat jadi kakak mengobatinya," ucap Dalbert dengan tatapan sedih


"Ah... Kakak bukankah itu berarti kucing itu sangat kesihan? Bagiamana kalau kita yang merawatnya?" tanya Reina dengan khawatir


"Dia sekarang sudah kakak kirim ke kediaman Marques kok jadi jangan khawatir, sekarang kita makan malam saja," ucap Dalbert sambil membukakan pintu untuk adiknya


'Habis ini aku harus meminta tolong kepada ayah untuk mencarikan seekor kucing liar yang ada di jalanan,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil menatap adiknya


'Ini semua gara-gara Asmodeus,' ucap Dalbert sambil mengepalkan tangannya


"Kakak sudah pesan makan tadi di lantai atas supaya kamu tidak terganggu saat makan," ucap Dalbert sambil menarik tangan adiknya untuk naik ke atas tangga


"oh begitu," ucap Reina dengan datar


"Duduklah sini," ucap Dalbert sambil menarik kursi


"Kakak, aku mau tanya apa kakak sering keluar akademi seperti ini? Terus apa yang kakak lakukan kalau keluar akademi" tanya Reina dengan tatapan penasaran


'Bagaimana ya aku menjawab pertanyaan dari Reina ya?" ucap Dalbert di dalam hati sambil mengingat kegiatan yang di lakukannya setiap malam,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil menyandarkan dagunya ke lengan tangannya


"Kakak sering keluar sih, kegiatan kakak yah berjalan-jalan malam"

__ADS_1


**K**enyataannya mencari para pembunuh bayaran atau orang suruhan faksi keluarga kerajaan


"Hummm... kemudian menyelesaikan masalah tikus-tikus, yang ada di sekitar akademi,"


Kenyataannya membunuh orang yang ingin melakukan pembunuhan atau berniat buruk di sekitar akademi


"Apalagi ya, mencari makanan malam," ucap Dalbert sambil tersenyum


Kenyataannya mencari informasi tentang para bangsawan dan faksi bangsawan yang akan melakukan kejahatan atau pembunuhan


"Woah, sepertinya menyenangkan kak, apa boleh lain kali aku ikut lagi dengan kakak" ucap Reina dengan tatapan penuh harapan


"Reina, kamu seorang perempuan kakak khawatir dengan dirimu yang sering keluar nantinya kamu diculik atau hilang gimana kan kakak khawatir, jadi kalau ingin keluar jarang-jarang saja ya saat benar-benar membutuhkan dan jangan lupa minta di temani oleh seorang, kapanpun kalau kamu mau keluar kakak akan senang hati akan menemanimu," ucap Dalbert sambil tersenyum kecil


'Aku tidak mungkin mengajak dia ke tempat yang penuh dengan darah, sejak kecil Reina tidak tau gelapnya dunia bawah dunia aku takut dia mendapatkan trauma, cukup aku yang tau,' ucap Dalbert sambil tersenyum pahit melihat adiknya


"Aku mengerti kakak, tenang saja aku tidak akan berpergian sendirian," ucap Reina sambil tersenyum


"Baguslah kalau begitu, jadi bagaimana hubunganmu dengan tunanganmu itu jika dia menyakitimu, kamu bicara jangan hanya diam kakak akan mengatakan langsung kepada Si raja kecil itu," ucap Dalbert dengan tatapan yang serius


"Kakak mana boleh mengatakan yang mulia raja seperti itu, kalau ada yang dengar dan melapor bagaimana?," ucap Reina dengan panik


"Tenang saja, walaupun umur berbeda, yang mulia raja orang yang paling dekat dengan kakak dan juga pelayan pribadinya itu dulunya adalah pengawal tunanganmu, Apa kamu masih ingat ketika kamu masih kecil? nah dia adalah salah satu mata-mata kakak sekaligus pengawal khusus keluarga kerajaan," ucap Dalbert sambil menyeringai

__ADS_1


"Dan juga Reina, walaupun keluarga kita netral bukan berarti kita tidak akan di perhatikan dan di tatap waspada Reina, oleh karena itu kakak tidak ingin kamu tersakiti lebih jauh jika kamu benar-benar tidak menyukai tunangamu itu," ucap Dalbert dengan tatapan serius kepada adiknya


"Kakak, aku tau beratnya posisi yang aku tanggung sebagai tunangan seorang putra mahkota tapi tenang saja kakak, aku yakin dia orang yang plin-plan dan akan memutuskan pertunangannya denganku saat kelulusan akademi, sebelum itu aku akan tetap diposisi ini kakak," ucap Reina dengan tatapan percaya diri


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, tapi tetaplah waspada ya dengan bangsawan sekitarmu walaupun begitu lebih baik kamu lupakan yang terjadi dan bersenang-senang, itu sudah cukup Reina," ucap Dalbert sambil mengelus kepala Reina


"Ini aku berikan kepada kakak, karena aku telah merusak kipas kakak saat persidangan terbuka tadi," ucap Reina sambil menyerahkan sebuah kotak hadiah


kipas berwarna abu-abu dengan ukiran kaligrafi yang indah dan liontin perak bercampur warna biru dan ungu membuat Dalbert tertegun


"Ini sangat indah, kakak tidak menyangka kamu membelikan kakak kipas," ucap Dalbert sambil tersenyum kecil


"Terima kasih ya Reina kakak akan menjaganya dengan baik," ucap Dalbert sambil tersenyum


"Emm... kakak apakah kipasnya yang aku hancurkan itu kipas yang berharga? tanya Reina dengan ragu


"Humm... itu adalah salah satu pusaka keluarga dan diwariskan turun-temurun Reina tapi nanti kita bisa menggantikannya dengan kipas milikmu nanti saat kakak jadi kepala keluarga kita akan mengabadikan kipasnya," ucap Dalbert dengan tatapan lembut


"kakak, besok izinkan aku pergi ke pemakaman untuk meminta maaf kepada leluhur," ucap Reina dengan murung


"Reina, kamu tidak bercanda kan?" tanya sang kakak dengan khawatir


Apakah Reina benar-benar ingin pergi ke pemakaman? Apakah yang akan di lakukan oleh kedua bersaudara itu selanjutnya? Bagiamana takdir Reina selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2