
Dibukanya pintu itu, kemudian berjalan masuk menuju meja sang ketua dewan kesiswaan
"Derick, aku ingin melaporkan sesuatu," Ucap Yuria dengan tatapan kesal dan marah
"Yuria, ada apa sampai auramu begitu gelap?" ucap Derick menatap tajam Yuria yang diujung emosi
"Derick, Izinkan aku menghukum seorang murid yang menggunakan sihir saat berada di akademi," ucap Yuria dengan tegas dan tatapan yang serius
"Sebelum aku memberikan izin aku ingin bertanya kepadamu," ucap Derick sambil menulis dokumen
"Apa yang membuatmu auramu gelap? kenapa kamu marah?" Tanya Derick sambil meletakan penanya dan menatap tajam ke arah Yuria
"Ingat Yuria kamu adalah salah satu dari dewan kesiswaan, salah satu contoh murid teladan di akademi ini jangan pernah membawa perasaan pribadi atau dendam pribadi atas nama dewan kesiswaan," Timpalnya lagi
"Derick, aku sama sekali tidak membawa perasaan pribadi kemari, aku benar-benar ingin menerapkan aturan kepada para pelanggar dengan adil," Ucap Yuria dengan tegas
"Baiklah, ceritakan apa yang telah terjadi hingga kamu ingin menerapkan aturan sekolah," ucap Yuria sambil menyerahkan bukti salah satu rekaman sihir milik sekolah
__ADS_1
'Memutar rekaman sihir'
"Baiklah dari kejadian ini, sekarang bagaimana keadaan Shun?" tanya Derick sambil menyusun semua dokumennya dan beranjak dari kursinya
"Huh... seperti yang kamu lihat lukanya cukup dalam sekarang seharusnya sudah baik-baik saja karena di bawa ke ruangan perawatan barusan," ucap Yuria sambil menghela nafasnya
"Karena ini menyangkut dengan anggota dewan kesiswaan dan kamu adalah korban, maka aku yang akan memberikan mereka hukuman secara langsung," ucap Derick dengan tegas
"Baiklah," Ucap Yuria dengan sedikit kecewa
"Jangan lupa panggilkan semua anggota dewan kesiswaan dan wakil kepala akademi untuk berkumpul sekarang untuk menyiapkan sidang terbuka untuk hukuman yang harus di terima para siswa yang melanggar aturan," Ucap Derick sambil menoleh sedikit ke arah Yuria
"Yuria, tenang saja aku pasti akan memberikan hukuman yang setimpal terhadap perbuatan mereka yang menindas orang dengan kemampuan mereka dan membuat mereka menyesali perbuatannya menyakiti bawahanku" ucap Derick dengan tegas dan tatapan serius kemudian berjalan meninggalkan ruangan dewan kesiswaan
"Terima kasih Ketua," Ucap Yuria sambil tersenyum
Mendengarkan perkataan Yuria Derick membalikkan badannya "Yuria, tolong jangan panggil aku ketua aku merasa merinding mendengar mu memanggilku seperti itu."
__ADS_1
"Tetaplah berkelakuan seperti biasanya, mengerti?" Tanya Derick sambil tersenyum kecil
"Baiklah" ucap Yuria sambil tersenyum
"Tidak akan ada yang bisa menyakiti kalian semua anggota dewan kesiswaan, karena kalian semua sudah seperti keluargaku sendiri,"ucap Derick kemudian melanjutkan langkahnya keluar ruangannya
Mendengarkan ucapan dari Derick. Yuria yang awalnya emosi berada di ujung tanduk malah kembali menjadi ceria setelah itu dia memutuskan untuk segera melakukan tugasnya.
Kemudian dengan cepat dia membuat lingkaran sihir dan membacakan mantra-mantra yang tertulis membuatnya mampu menyampaikan pesannya secara langsung.
"Aku Yuria, menyampaikan pesan Ketua dewan kesiswaan, meminta untuk seluruh anggota dewan kesiswaan untuk segera hadir dalam acara sidang terbuka yang akan di lakukan untuk mengadili perkara penggunaan sihir di luar jam pelajaran dan melanggar peraturan akademik hingga melukai seorang siswa," Ucap Yuria di dalam lingkaran sihir itu
Seketika ucapan Yuria yang berada di dalam lingkaran sihir itu terbang menuju ke semua dewan kesiswaan.
"Aku harap pesan ini sampai kepada seluruh dewan kesiswaan," Gumam Yuria sambil beranjak berdiri untuk mencari wakil kepala sekolah
Bagaimanakah sidang terbuka akan berjalan? Apakah hukuman yang di berikan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
SI PEMERAN ANTAGONIS