
Dari ruangan kamar itu...
"Hah..."
"Aku tidak pernah menyangka kalau orang yang selalu menatapku dengan dingin di masa lalu sekarang menatapku dengan begitu perhatian,"
"Ah... salah,"
"Bukan aku tetapi Reina yang berada di tubuh ini sebelumnya,"
"Lucu sekali ya..."
"Aku tau aku tidak bisa sebanding dengan dirinya," Gumam Reina dengan senyuman pahit dan kepala tertunduk
"Dimata orang aku bukanlah orang yang baik dan orang yang selalu memanfaatkan orang lain,"
"Bahkan seorang kakak saja tidak pernah melirik diriku sejak aku masih kecil," ucap Reina dengan air mata yang menetes di atas kedua tangan yang menggenggam selimut itu...
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan kemudian membuka pintu ruangan itu
"Reina, kakak dengar kamu telah sadar jadi kakak pikir untuk melihat keadaanmu," ucap seorang laki-laki yang berjalan masuk melalui pintu itu dengan cepat Reina menghapus air matanya dan berekspresi seolah-olah tidak pernah terjadi apapun
"Terima kasih kakak telah meluangkan waktu untuk menjenguk keadaanku,"
"Kakak padahal sangat sibuk," ucap Reina sambil tersenyum tipis
"Tidak masalah kamu adalah adik perempuanku satu-satunya,"
"Sudah seharusnya aku menjenguk dan merawat dirimu," ucap Dalbert sambil mengelus kepala Reina dengan tatapan penuh perhatian
'Entah kenapa aku merasa ada yang berbeda dengan Reina, walaupun aku tidak tau apa yang berbeda tapi aku melihat mata yang merah itu aku yakin kalau dia habis menangis,'
'Setelah dia bangun dia menjadi orang yang seperti dulu perasaanku tapi, dia adalah Reina aku tidak mungkin menanyakan hal semacam itu kepada dirinya,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan yang khawatir
"Kakak, kenapa kakak melamun seperti itu?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan
"Tidak, tidak apa-apa hanya saja kakak teringat kalau kamu pastinya kesulitan dan bosan berada di kasur terus,"
__ADS_1
"Bagaimana kalau setelah kamu sembuh total kita pergi ke mansion Veronika? karena tempat itu adalah tempat yang sangat cocok untuk menenangkan diri," ucap Dalbert sambil tersenyum kecil
"Benarkah kakak? Apa benar tidak masalah? Bukankah kakak adalah orang yang sibuk?" tanya Reina dengan tatapan yang kebingungan
"Memang seperti itu tapi kebahagiaan dan kesembuhan dirimu lebih penting dibandingkan semua itu," ucap Dalbert sambil mengupas buah yang berada di dekat meja itu
'Dia mengatakan kalau aku lebih penting? Padahal dia selalu mengabaikan setiap perilakuku yang tulus kepada dirinya tapi sekarang malah sebaliknya,'
'Ini ilusi atau memang kenyataan?'
'Dia bahkan selalu mengatakan kalau aku terlalu manja sebagai seorang yang telah bertunangan dengan seorang calon raja,'
'Tapi dia begitu lembut kepada aku sekarang yang mungkin bukan ditunjukkan kepada diriku,'
'Sungguh sakit dan sesak rasanya dadaku mendengarkan perkataan seperti itu,' ucap Reina di dalam hatinya dengan menahan tumpahan air mata yang akan mengalir
"Terima kasih kakak," ucap Reina dengan suara yang parau itu
"Kalau ada masalah katakan kepada kakak ya? Dan ini makan buah yang banyak supaya kondisimu lebih baik dibandingkan sebelumnya," ucap Dalbert dengan tatapan khawatir dan menyerahkan buah yang telah dikupas kulitnya kepada Reina
"Baik kakak, terima kasih telah selalu khawatir kepadaku,"
"Kakak, apakah aku boleh bertanya sesuatu? mungkin hal ini akan sangat aneh menurut kakak tapi aku ingin bertanya,"
"Apakah kakak benar-benar tulus menyayangi aku? Dan bagaimana kalau seandainya aku bukan Reina yang kakak cari? Apakah kakak akan mengabaikan aku?" ucap Reina dengan tangan yang tergenggam dan gemetaran karena dia tau kalau orang yang didepannya pasti akan curiga dengan perkataannya namun dia sadar kalau semuanya akan terlambat karena sebuah perkataan tidak akan bisa ditarik kembali.
'Kenapa dia menanyakan hal yang sudah pasti, tapi walaupun seperti itu aku tetap harus memberikan jawaban kepada dirinya,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan yang ragu
"Reina, kenapa kamu sampai berpikir buruk seperti itu?"
"Kamu harusnya tau jawabannya kan? Kakak akan tulus menyayangi dirimu dan juga jika kamu bukan Reina yang asli kakak pasti akan mencari dirimu sampai ketemu karena pada dasarnya yang kakak sayangi bukan tubuh fisik dirimu tapi jiwamu,"
"Walaupun tubuh dirimu sudah berbeda dan sedangkan jiwa yang sama maka kakak akan tetap menerima dirimu," ucap Dalbert dengan tatapan yang serius
'Aku sudah menduga hal seperti ini akan terjadi, oleh karena itu aku tidak boleh terlalu banyak mengharapkan sesuatu kepada perasaan kasih sayang terhadap sesama saudara,'
'Karena dia pastinya hanya akan peduli kepada Reina yang selalu membuat hidupnya menyenangkan bahkan dalam kedua kali kehidupanku tidak pernah ada orang yang ingin kembali ke masa lalu,' ucap Reina di dalam hatinya dengan genggaman tangan yang erat hingga membuat darah dari tangan yang terluka itu membasahi kain yang berwarna putih itu
__ADS_1
"Reina, tanganmu terluka,"
"Kenapa kamu menggenggamnya begitu erat," ucap Dalbert dengan tatapan terkejut langsung menggenggam tangan Reina yang terluka
"Reina, tunggu sebentar kakak akan meminta Luke untuk membawakan obat untuk mengobati lukamu," ucap Dalbert dengan tatapan khawatir, Reina yang mendengarkan ucapan itu hanya mengangguk setuju
Kemudian Dalbert keluar dari pintu dan meminta Luke yang berada di luar pintu.
"Luke, tolong ambilkan obat di ruangan perawatan,"
"Aku ingin mengobati tangan Reina yang terluka," ucap Dalbert dengan tatapan khawatir
"Master, Kenapa dia bisa terluka? Apakah ada penyusup?" ucap Luke dengan tatapan terkejut dan khawatir kepada tuannya
"Tidak, tidak ada penyusup yang masuk hanya saja Reina tiba-tiba melukai dirinya dengan menggenggam tangannya dengan erat jadinya aku khawatir kepada dirinya,"
"Karena dia menjadi orang yang berbeda sejak dia bangun dari tidur berhari-hari itu," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan perasaan khawatir
"Mungkin saja nona trauma dengan kejadian penculikan yang terjadi kepada dirinya, karena bagaimanapun itu terjadi secara mendadak,"
"Master tenang saja, nona pasti akan baik-baik saja,"
"Saya akan pergi mengambil obatnya terlebih dahulu,"
"Master silahkan menjaga nona nanti saya akan masuk ke ruangan," ucap Luke kemudian pergi meninggalkan tuannya
Kemudian Dalbert kembali masuk ke dalam ruangan itu sedangkan Reina sebenarnya mengetahui percakapan antara kedua orang yang berada di depan pintu dengan sihir yang di milikinya berpura-pura seolah-olah tidak mengetahui apapun.
'Ternyata aku berusaha seperti apapun itu tetap tidak berarti dimatanya,'
'Padahal tubuh ini adalah tubuh yang sama, tapi kenapa?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan kosong dan senyum pahit
"Reina, jika menurutmu jawaban dari kakak tidak memuaskan dirimu,"
"Kakak minta maaf karena kakak tidak tau harus melakukan apa jika itu benar-benar terjadi,"
"Tapi kakak akan berusaha menerima kenyataan itu," ucap Dalbert sambil menggenggam tangan Reina dengan erat dingin
__ADS_1
Apakah Reina akan mengungkapkan dirinya yang sebenarnya? Kenapa Reina bisa terluka? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA