Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 180 Sepertinya aku terpojok


__ADS_3

"Reina, perkataan yang kamu katakan sungguh berani,"


"Bagaimana jika kamu kalah atau salah dalam perkataanmu?" ucap seorang laki-laki yang berjalan ke arah keributan


"Tenang saja, Derick aku tidak akan mengotori nama dewan kesiswaan,"


"Karena..."


"Aku akan terima risikonya," ucap Reina dengan tatapan yang tajam dan tangan yang dikepalkan dengan erat


'Dia begitu tidak takut dengan yang terjadi pada dirinya nanti, apalagi kalau sampai harga dirinya di injak,'


'Aku tidak menyangka kalau kerajaan ingin membuang perempuan yang sangat berani mengambil risiko,'


'Apalagi putra mahkota, tidak heran kalau dia tidak memiliki fondasi atau orang yang ingin mendukungnya naik takhta, tunangannya yang seperti permata saja di sia-siakan olehnya,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan pasrah


"Baiklah, kalau itu yang ingin kamu inginkan, aku di sini sebagai saksi dari setiap perkataan yang diucapkan tapi kalau permintaan yang Reina inginkan tidak sebanding dengan yang akan dia terima risikonya maka aku akan menambahkan keuntungan yang di dapatkan apabila itu benar-benar terjadi,"


"Yaitu kalian harus menjadi pelayannya, selama berada di akademi termasuk nona Elena yang memulai pembicaraan ini," ucap Derick sambil tersenyum


"Bagaimana kalian setuju kan? Jika kalian tidak setuju dengan persyaratan ini maka kalian harusnya mengakui kalau dia berhasil sampai pada posisi ini karena kemampuan yang dia miliki bukan karena keberuntungan yang dia miliki,"


"Ditambah lagi kalian harus mengakui kalau dia bukan hanya orang yang tidak berguna karena dia adalah bagian dari dewan kesiswaan di mana di sini hanya di terima murid-murid yang berbakat," ucapnya lagi sambil tersenyum


"Aku tidak setuju karena bagaimanapun aku hanya bertanya tentang masalah yang dia miliki kenapa kalau aku harus menjadi seorang pelayannya karena aku bertanya tentang pemutusan pertunangannya,"


"Ini sangat tidak adil," ucap Elena dengan mata yang berkaca-kaca


"Tidak adil? setiap perkataan merupakan harga diri setiap orang,"


"Dengan hanya menanyakan sesuatu yang begitu mungkin tidak terlihat menyinggung tapi tersirat dengan maksud menyinggung apakah menurutmu itu bukan menyinggung?" ucap Derick dengan tatapan dingin dan tajam ke arah Elena


'Elena adalah gadis yang lembut dan sangat baik di novel, dia tidak mungkin melakukan hal yang serendah itu untuk menjatuh orang lain,'


'Aku yakin ini adalah kesalahpahaman dalam berbicara saja,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap Elena yang tersudukan oleh perkataan Derick


"Derick, aku rasa ini adalah kesalahpahaman,"


"Elena mungkin tidak terlalu tau cara berbicara yang benar karena dia tinggal di tempat yang berbeda dengan kita oleh karena itu mungkin itu bisa kita anggap seperti tidak pernah terjadi," ucap Reina dengan tatapan yang serius

__ADS_1


'Apa aku terlalu menganggapnya mirip seperti kakaknya? Dia jelas lebih lembut dibandingkan dengan Dalbert karena kalau Dalbert dia tidak mungkin membiarkan orang-orang untuk dikasihani atau diampuni,'


'Tapi walaupun begitu aku tetap harus bertindak sesuai dengan peraturan yang ditetapkan,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan dingin menusuk ke arah Elena


"Maafkan aku Reina tapi di akademi ini ada sebuah peraturan siapa pun yang mencoba merendahkan atau berbicara buruk tentang dewan kesiswaan maka akan ditindak lanjut oleh karena itu..."


"Ini adalah hukuman yang terbilang sangat ringan atau tidak memberatkan,"


"Ini adalah keputusanku sebagai ketua dewan kesiswaan,"


"Tidak ada yang bisa membantah keputusan ini,"


"Aku masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan jadi Reina setelah selesai mengajaknya berkeliling pergi ke ruangan dewan kesiswaan karena ada banyak yang harus di kerjakan," ucap Derick dengan tatapan dingin kemudian meninggalkan orang-orang itu di taman


"Baik, terima kasih," ucap Reina dengan kepala tertunduk tidak percaya kalau dia tidak bisa berbuat apa pun untuk orang-orang yang ada di taman


"Elena maafkan aku,"


"Karena tidak bisa membatu apa pun," ucap Reina dengan kepala tertunduk dan bersalah


"Tidak apa-apa, aku hanya perlu mengabdikan diri untuk menjadi seorang pelayan jadi itu tidak masalah untukku," ucap Elena sambil menggigit bibirnya dengan senyum terpaksa ke arah Reina


Di sisi lain ruangan...


"Aku tidak mengetahuinya, tapi aku dengar ada beberapa ruangan yang tidak bisa terbuka di akademi ini dan hanya orang-orang tertentu saja bisa membuka ruangan itu karena dikenal sebagai ruangan yang berbahaya,"


"Mungkin saja itu adalah salah satu kunci dari tes selanjutnya tapi aku tidak yakin di mana tepatnya,"


"Akademi ini sangat luas, ruangan yang dikunci saling berjauhan," ucap James dengan tatapan pasrah


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Biarkan aku yang membukanya, kamu tetap fokus dengan kesehatanmu itu," ucap James sambil berjalan ke arah pintu


"Adakah yang bisa aku bantu?" ucapnya lagi sambil membuka pintu itu


"James, untunglah kamu baik-baik saja," ucap suara yang tidak asing di telinganya


"Paman, kenapa paman ada di sini?" ucap James dengan tatapan bersemangat

__ADS_1


"Aku dengar kamu terluka jadinya aku langsung ke sini untuk memastikan keadaanmu,"


"Tapi untunglah kamu baik-baik saja," ucap Asmodeus sambil tersenyum kecil menatap keponakannya


"Paman tau dari mana aku terluka? padahal tidak seorang pun tau tentang hal ini,"


"Ditambah lagi yang terluka adalah Albern bukan aku," ucap James dengan tatapan penasaran


'Mungkinkah paman juga orang yang terlibat?' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan curiga


"Paman, masuklah dulu," ucap James sambil membuka pintu itu degan lebar


'Seharusnya aku tidak mengatakan tentang masalah itu secara langsung,' ucap Asmodeus di dalam hatinya dengan keringat dingin


"Deus, kenapa kamu ada di sini?" ucap Albern dengan tatapan penasaran


"Aku ingin mengecek apakah kalian berdua baik-baik saja atau tidak," ucap Asmodeus dengan senyuman kaku


"Aku yakin kamu mengetahui hal ini bukan dari sembarangan tempatkan? Karena informasi mengenai kami terluka hanya segelintir orang yang tau," ucap Albern dengan senyuman yang dingin


"Aku tau bukan dari organisasi yang aku masuki tapi aku tau dari Blake," ucap Asmodeus dengan tatapan dinginnya dan tangan terlipat


'Dia bukan orang yang mahir berbohong dengan keluarganya,' ucap Albern dan James di dalam hati dengan tatapan datar


"Baiklah, kalau begitu aku tanya untuk tes selanjutnya,"


"Ada di mana paman?" ucap James dengan tatapan tajam


"Tes apa?" ucap Asmodeus dengan tatapan pura-pura tidak tau


"Hah..."


"Jangan banyak berbohong, katakan yang sejujurnya," ucap Albern dengan helaan nafas panjang


"Baiklah, sepertinya aku terpojok,"


"Aku hanya akan mengatakan satu kali jadi jangan salahkan aku tidak memberi tau kalian berdua dengan baik," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin dan serius


"Jadi tes kedua ada di tempat yang masih berada di akademi dan jarang kalian kunjungi,"

__ADS_1


Apakah tempat yang dikatakan oleh Asmodeus? Siapakah lawan mereka pada saat tes selanjutnya? Mungkinkah Reina berhasil mendapatkan nilai terbaik lagi?


REINKARNASI REINA


__ADS_2