
Melihat pertengkaran yang di lakukan oleh Elena dan Albern yang masih berlangsung, Dalbert dan Derick kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Aku pergi dulu dan jangan ikuti aku Derick," ucap Dalbert sambil berjalan dengan terburu-buru.
"Ish... aku ditinggalkan, teman tidak seberharga adik perempuannya selalu aku yang di tinggal lebih baik aku mencari Asmodeus saja deh," ucap Derick sambil tersenyum kecil
Di depan gerbang...
"Reina, maaf kakak terlambat tadi ada sedikit urusan, kamu sudah menunggu lama?" tanya sang kakak sambil tersenyum
"Tidak kok, lagipula kita sudah lama tidak jalan bersama kakak," ucap Reina dengan tatapan bersemangat
"Giliran ada maunya aja kamu seperti itu, ketika kakak mencarimu kamu melarikan diri seperti rusa kecil," ledek sang kakak sambil tersenyum kecil
"Ehehehe... kan tidak satupun murid yang bisa keluar akademi tanpa izin kalau aku bersama kakak aku bisa jalan-jalan sebentar," ucap Reina sambil tertawa kecil sambil memegang tangan kakaknya
"Ayo kak kita jalan," ucap Reina sambil menarik kakaknya
"Pelan-pelan saja Reina seperti anak kecil saja, kamu sudah tua tau," ucap Dalbert sambil tersenyum kecil melihat tingkah laku adik perempuannya
Setelah keluar gerbang sekolah Alun-alun kota yang luas dan ramai membuat kedua saudara itu sangat antusias untuk berkeliling.
__ADS_1
"Kakak, aku ingin pergi ke toko buku," ucap Reina sambil menunjuk toko buku
"Baiklah tapi daripada ke toko buku dulu, bukankah lebih baik kita berbelanja yang lain dulu," ucap Dalbert sambil menatap adiknya yang berada di depannya
"Kalau begitu, kita ke toko itu saja bagaimana kakak?" tanya Reina sambil menunjuk toko tempat menjual aksesoris
"Baiklah, kita ke sana," ucap Dalbert sambil berjalan mengikuti adiknya
'Tadi melihat dia tidak tersenyum dengan leluasa, sekarang bisa melihatnya begitu puas dan bahagia ketika keliling kota, entah berapa lama dia akan bertahan seperti itu,' ucap Dalbert di dalam hati sambil tersenyum pahit
Didalam toko...
"Kakak, aku akan melihat-lihat disini nanti aku bilang kalau ada yang ingin aku beli," ucap Reina sambil tersenyum
"Eh? Bukankah kakak yang mengajak aku jalan? seharusnya kakak yang bayarkan?" tanya Reina dengan tatapan memelas dan sedih
'Hadeh, makin hari makin bisa mempermainkan emosi orang,' ucap Dalbert di dalam hati sambil menatap adiknya yang menatap dengan tatapan sedih itu
"Kakak hanya bercanda mana mungkin kakak membiarkan perempuan begitu manis membayar belanjaannya, baiklah belilah barang yang kamu inginkan," ucap Dalbert sambil mengusap kepala adiknya
'Kalau begitu ini kesempatanku untuk membelikan kipas yang baru, karena aku telah merusak kipasnya' ucap Reina di dalam hati sambil mengepalkan tangannya
__ADS_1
"Terima kasih kakak, kalau begitu kakak boleh menunggu di luar dulu atau pergi ke tempat lain dulu," ucap Reina sambil menatap kakaknya
"Baiklah, kalau begitu kakak akan menunggumu di restoran dekat sini, belanja lah sepuasnya," ucap Dalbert sambil melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan toko
"Ada yang bisa saya bantu tuan dan nona?" tanya pelayan itu sambil memberikan hormat
"Begini, aku akan meninggalkan adikku disini untuk berbelanja jadi apapun yang di inginkan kirimkan biayanya tagihannya ke keluarga Marques Halmiton," ucap Dalbert sambil tersenyum
"Anda jangan-jangan Pewaris keluarga Marques," ucap pelayan itu dengan tatapan terkejut
"Iya, itu memang benar dan ini adik perempuanku jadi penuhi saja apa yang dia inginkan kakak pergi dulu Reina," ucap Dalbert sambil keluar dari pintu toko
"Iya kakak, terimakasih," ucap Reina sambil tersenyum
"Nona ada yang bisa saya bantu?" ucap pelayan itu
"Begini, aku ingin membeli kipas tangan untuk kakakku apakah ada saran yang bagus untuk kipas tangan disini," ucap Reina dengan tatapan serius melihat berbagai macam kipas tangan
"Nona Halmiton, anda adik perempuan yang baik saya menyarankan 3 kipas ini," ucap sang pelayan sambil menunjukkan kipas tangan yang ada di beberapa kotak.
"Kipas pertama ini memiliki ciri khas timur dan warnanya birunya sangat mirip dengan mata mata kakak, sedangkan kipas kedua ini sangat mirip dengan gaya kakak tapi warnanya hijau walaupun lambang keluarga warnanya hijau tidak mungkin aku beli warna hijau, dan untuk kipas ketiga ini, warnanya ungu bercampur biru ini mencerminkan kepribadian kepimpinan dan keadilan yang dimiliki kakak tapi yah, semuanya cocok untuk kakak, aku pilih yang mana ya?' ucap Reina di dalam hatinya sambil berpikir dengan gaya detektif
__ADS_1
dari ketiga kipas itu kipas mana yang akan di beli oleh Reina? Bagaimanakah jalan-jalan kedua saudara ini selanjutnya? Apakah yang akan terjadi di jalan-jalan mereka berdua? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA