
'Aku harus mengingatnya dengan cepat, kalau tidak semuanya bisa mati di sini,' ucap Reina sambil menggigit bibirnya
"Yuria, buat lingkaran sihir pengekang," ucap Blake sambil menangkis api milik Khimaira namun pedangnya meleleh karena terkena api dengan suhu yang luar biasa panas
"Reina, apa kamu masih belum bisa mengingatnya?" tanya Asmodeus sambil memanah tubuh Khimaira namun itu sia-sia karena Khimaira memiliki tubuh yang sangat cepat untuk memulihkan diri
"SELESAI,"
"Pancing dia ke dalam lingkaran ini," ucap Yuria dengan tatapan tajam
"Aku ingat, kelemahannya berada di mulutnya," ucap Reina dengan tatapan tajam
"Kamu serius?" tanya Elena dengan tatapan tidak percaya
"Tentu saja, kamu meragukan aku," ucap Reina dengan tatapan kesal
"Aku hanya takut malah kamu ingin mencelakkan kita karena kesalahan dirimu dan juga apa kamu tidak lihat kalau pedang milik Blake meleleh ," ucap Elena dengan tatapan polos
"Aku percaya dengan apa yang dikatakan oleh Reina," ucap Yuria dan Albern dengan serentak
"Kalau begitu, biarkan saja dia jadi umpannya, jika dia meyakini apa yang dia yakini maka biarkan saja dia yang jadi umpannya," ucap Elena sambil memandang ke arah Reina
"Kenapa kamu berkata seperti itu? kalau kamu tidak senang dengan Reina tidak perlu sampai menyuruh di menjadi bahan percobaan kan?" ucap Yuria sambil mengernyitkan keningnya dan tatapan kesal
"BISAKAH KALIAN CEPAT, AKU TIDAK BISA MENAHANNYA," teriak Absyara dengan tatapan kesal dan panik karena sudah tidak kuat lagi menahan Khimaira
"Biarkan aku saja yang jadi umpannya, tidak apa-apa aku pasti akan baik-baik saja," ucap Reina dengan tatapan percaya diri sambil melangkah ke dalam lingkaran sihir pengekang
'Kalau mau mati pun aku sudah takdir,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan pasrah
Absyara yang menahan dan mengahlikan perhatian Khimaira langsung berlari menuju Reina, yang lain langsung berada dalam posisi bersiap-siap untuk menembakkan kelemahan Khimaira itu.
"SYUTTT..." dua buah belati yang di lemparkan tepat masuk ke dalam mulut hewan buas itu namun hewan itu belum menunjukkan tanda-tanda akan mati.
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah panah yang dibalut oleh sihir hitam melesat dengan cepat melewati Reina masuk ke dalam mulut hewan buas itu kemudian dengan satu jentikkan jari hewan buas itu mati.
'Semoga sihir hitamku tidak di selidiki oleh kekaisaran, aku tau berbahaya tapi kalau tidak menggunakannya ini akan berakibat fatal, aku akan meminta bantuan Derick saja nanti walaupun aku tidak ingin memiliki hutang budi kepadanya,' ucap Asmodeus dengan kesal dan pasrah
"Reina, kamu membuat aku ketakutan kalau kamu ada apa-apa nanti, siapa yang mendengarkan cerita kisah cintaku dengan Shun," ucap Yuria dengan mata berkaca-kaca berlari sambil memeluk Reina dengan erat
"Kamu masih temanku atau bukan sih Yuria? kamu bukan khawatir kepada keadaanku tapi malah khawatir kepada ceritamu yang tidak akan tersampaikan kepadaku," ucap Reina dengan tatapan datar
"Tentu saja aku khawatir denganmu," jawab Yuria dengan memeluk Reina lagi
"Kamu selalu saja menangani masalah yang berbahaya Reina, aku pikir mayatmu akan di sini lebih cepat," ucap Albern dengan tatapan dingin
"Kalau begitu kita ambil batu sihirnya kemudian melanjutkan perjalanan," ucap Reina sambil tersenyum
"Ada benarnya yang di katakan oleh Reina kita harus bergegas karena nantinya kalau sampai matahari berhasil tenggelam maka akan lebih banyak lagi hewan buas mudah untuk memburu kita," ucap Absyuri sambil mengambil batu sihirnya
"Kalau dilihat habis ini kita harus melewati jembatan gantung kemudian kita akan melewati sungai dan di dekat sungai kita akan mendirikan tenda," ucap Albern sambil menatap peta yang di pegangnya
"Seharusnya kita bisa menggunakan sihir sih untuk berjalan melewati jembatan ini, karena ini kan tempat yang tidak memiliki anti sihir," ucap Absyara sambil menatap ujung jembatan
"Kalau begitu kita harus mencobanya," ucap Absyuri sambil menyentuh jembatan itu seketika jembatan itu menjadi jembatan yang berkilau seperti kristal-kristal es
"Aku akan lebih dulu berjalan, kalian menyusul seperti yang kita lakukan saat memanjat tebing tadi," ucap Absyara sambil melangkah ke atas jembatan kristal-kristal es yang di buat saudara kembarnya
"Aku akan berjalan di belakang Reina, aku khawatir kalau sesuatu yang buruk terjadi dengannya," ucap Albern sambil menatap Reina
"Bagaimana tidak masalahkan Absyara dan Absyuri?" ucap Albern dengan tatapan dingin
"Tidak masalah toh aku terakhir yang akan berjalan," ucap Absyuri sambil tersenyum
Semua orang berjalan melalui jembatan yang buat dari sihir Absyuri, setelah semua selesai berjalan melalui jembatan itu, jembatan yang awalnya berubah kristal-kristal es kemudian menjadi sebuah jembatan rusak seperti di awal. Mereka melanjutkan perjalanan mereka ke sungai dan mencari persediaan makanan untuk makan malam.
"Kalian para perempuan istirahat saja dulu, kami akan mencari apa saja yang bisa di makan, dan membuat tenda untuk bermalam," ucap Absyara sambil tersenyum
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu aku bantu memasak, bagaimana?" ucap Reina sambil tersenyum
"Kamu bisa memasak Reina? padahal kamu selalu dilayani oleh para pelayan sejak kecil, Reina kamu memang hebat," tanya Absyuri sambil menoleh ke arah Reina
"Aku bisa kok memasak karena aku penasaran dengan makanan yang dibuat, jadi seperti itulah, " ucap Reina sambil tersenyum kaku
'Mana mungkin aku bilang aku bisa memasak dari kehidupanku sebelumnya, bisa-bisa aku cap sebagai orang tidak waras karena mengatakan hal-hal yang aneh,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan bersalah karena harus berbohong
"Memasak adalah pekerjaan kasar dan itu adalah tugas pelayan dan koki dapur untuk apa orang berdarah biru harus bersusah payah memasak merusak kulit saja, lebih baik menikmati hasil saja terus bisa-bisa kamu jadi bahan omongan para bangsawan karena melakukan pekerjaan kasar seperti itu," ucap Elena dengan senyum yang merendahkan Reina dan tatapan polos
"Jadi maksudmu aku juga orang yang rendah ya," ucap Asmodeus sambil menatap Elena dengan tatapan tajam
"Eh? aku tidak mengatakan, hanya mengatakan kalau kita para bangsawan tidak perlu melakukan hal yang di lakukan pelayan," ucap Elena dengan perasaan terancam
"Jadi kamu menganggapku rendah kan? bilang saja langsung, dan apa kamu tau nona Elena, orang yang berbicara buruk tentang orang lain adalah lebih rendah dari mereka yang melakukan pekerjaan kotor itu, aku harap nona Elena tidak tersinggung dengan ucapanku," ucap Asmodeus sambil menyeringai
Setelah mendengarkan ucapan Asmodeus,
'CK, Reina selau saja di bela, apa bagusnya di bela terus-menerus, dasar perempuan penggoda,' Elena terdiam tanpa berbicara satu kata pun tidak lama kemudian Elena kembali ke rencana yang di rencanakannya
'Sekarang waktunya untuk menjalankan rencanaku,' ucap Elena sambil menatap Reina
"Reina, kita belum mencari kayu bakar untuk membuat api nanti dan sebentar lagi matahari tenggelam, jadi maukah kamu mencarinya," ucap Elena dengan tatapan polos
"Baiklah, aku akan mencarinya," ucap Reina langsung berjalan menuju hutan
"Hati-hati Reina," ucap Elena sambil tersenyum
'Aku harap kamu tidak selamat dan mati di sana,' ucapnya di dalam hati
Kenapa Elena mengatakan hal seperti itu? Apa yang sebenarnya ingin di lakukan Elena? Apa yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1