Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 39


__ADS_3

"Tentu saja ini tidak adil, kenapa seorang nona bangsawan yang hanya menyakiti orang dari timur dengan bekas cambukan diberikan hukuman penyiksaan dan penjara, itu terlalu kejam di bandingkan itu, bukankah itu tidak ada apa-apanya dengan hukuman penyiksaan dan penjara?" ucap sang pembela pelaku dengan marah ke arah Dalbert dan Derick


"Apa anda bersetongkol dengan orang timur? Perlu anda ketahui bahwa dia hanyalah orang luar yang hadir di akademi dengan tujuan untuk meningkatkan kedamaian antara timur dan barat sedangkan orang di depanmu adalah orang asli barat dan berdarah biru, kamu sedang mempermainkan para bangsawan," Timpalnya lagi


Setelah mendengar ucapan sang pembela, semua orang mulai berbisik-bisik


"Aku yakin banget sih kalau dia membela orang dari timur untuk mendapatkan perhatian," bisik siswa A kepada siswa B


"Kalau begitu keadilan apanya? ini hanya mencari perhatian semata," bisik lagi siswa B kepada siswa A


"Padahal dia memiliki darah orang barat bukan timur, aku mencium-cium aroma penghianat daerah barat sendiri," bisik seorang siswa C kepada siswa A


Semua orang yang berada di sidang terbuka itu, menjadi sangat ribut setelah ucapan itu. Para hakim yang ingin membuat ruangan itu diam dan tidak dapat di kendalikan itu pun hanya bisa diam karena tidak bisa menjawab.


"DIAM KALIAN SEMUA," Teriak Reina sambil menghempaskan kipas tangan yang di ambilnya dari sang kakak. Mendengarkan teriakan itu semua siswa yang awalnya ribut tidak terkendali menjadi kembali tenang.


"Nona Reina, kenapa kamu berteriak seperti itu? Apa kamu ingin menyangkal ucapan mereka semua atau ingin menutupi fakta yang kamu lakukan sekarang di persidangan terbuka ini?" Tanya sang pembela sambil menyeringai ke arah Reina


"Kakakku adalah orang yang adil sedangkan Ketua dewan kesiswaan adalah orang yang bijaksana. Mereka tidak pernah sekalipun menggunakan asal untuk membeda-bedakan orang," Ucap Reina kemudian beranjak dari kursinya dan berjalan maju kehadapan semua orang.


"Mereka memperlakukan semua orang sesuai dengan hukum dan bukti yang telah ada, aku disini bukan untuk membela kakakku ataupun ketua dewan kesiswaan, aku ingin bertanya kepada kalian jika kalian di perlakukan buruk dengan kekerasan fisik dan menggunakan sihir level tinggi, apa kalian yakin bisa menjamin hidup kalian selamat jika tidak diselamatkan langsung? Apa kalian yakin orang yang menyakiti kalian akan mendapatkan hukuman yang setimpal? Aku disini untuk bertanya lagi kepada kalian Apa kalian pernah di berikan hukuman jika tidak melakukan kesalahan apapun?" ucap Reina dengan tegas dengan tatapan serius dan menatap ke arah semua orang

__ADS_1


"Menurut kalian Apakah perbuatan yang menindas manusia itu di benarkan? Tidak peduli dari mana asal kalian menurut kalian Apakah mereka yang melakukan kekerasan harus di biarkan bebas tanpa hukuman yang setimpal? Mungkin kalian yang belum merasakan tidak akan setuju dengan yang aku katakan, tapi sebagai makhluk hidup kita semua bisa merasakan rasa sakit tidak terkecuali hewan yang ingin aku tanyakan rasa kemanusiaan dan hukuman yang pantas untuk orang yang melakukan kejahatan itu bukan tentang asal kalian," ucap Reina dengan tegas dan tatapan yang tajam melihat ke arah sang pelaku yang di borgol


Semua orang di dalam ruangan sidang itu terdiam seribu bahasa, tidak berbicara apapun dan tidak berani membalas ucapan yang di katakan oleh Reina. Sedangkan Albern dan Derick menatap tabjuk melihat sisi tunangan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


Kemudian Reina menoleh ke arah para hakim dan mengucapkan "Lanjutkan," melalui bibirnya sambil menganggukkan kepala


"Baiklah, Apa ada yang ingin menentang atau keberatan dengan hukuman yang diberikan?" Tanya Derick sambil memandang semua orang yang berada di sidang terbuka


"Tok... tok... tok..." palu di ketukan sebagai akhir dari pengumuman sidang terbuka yang telah di setujui oleh semua orang bahkan sang pembela tidak bisa menyangkal lagi dengan hukuman yang di berikan.


"Akhirnya, dia mendapatkan hukuman yang pantas," Gumam Yuria sambil pergi dari ruangan rapat itu


"Apa alasan yang harus membuat aku menunggumu?" Tanya Yuria dengan tatapan sinis


"Bukankah kamu kesepian tidak ada aku dan memiliki cara untuk berbicara denganku?" tanya Shun sambil menyeringai


"Ish... mana mungkin aku kesepian tanpamu, jadi orang jangan selalu melihat kebawa deh," ucap Yuria sambil menatap dengan tatapan kesal


"Akhirnya, mereka bisa berdamai," ucap Reina sambil tersenyum kecil sambil melihat kelakuan kedua orang itu


"Reina, kakak sangat terkejut dengan perkataan yang kamu katakan di depan banyak orang di sidang terbuka," ucap Dalbert sambil tersenyum dan mengelus kepala Reina

__ADS_1


"Dan kakak juga sangat berterima kasih atas yang kamu lakukan saat sidang terbuka," Timpalnya lagi sambil tersenyum kecil


"Aku tidak melakukan apapun kakak, aku hanya merasa kalau omong kosong yang mereka katakan sama sekali tidak berdasar dan aku yakin kalau kakak dan Derick sangat menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran," ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya


"Kamu sejak kapan jadi bermulut manis seperti ini?" tanya Dalbert sambil tersenyum kecil dan mencubit pipi Reina


"Aku belajar dari kakak tentunya," ucap Reina sambil berjalan menjauh dari kakaknya


"Kamu sudah berani ya Reina," ucap Dalbert sambil tersenyum kecil melihat tingkah adiknya


"Hei, Reina kamu mau kemana?" Tanya sang kakak sambil berjalan mendekat


"Bersiap-siap sesuai dengan janji kakak yang kakak katakan tadi siang," ucap Reina sambil menoleh ke arah kakaknya


"Kalau begitu akan kakak tunggu di depan gerbang tapi jangan lama-lama ya kalau lama kakak tinggal kamu," ucap Dalbert sambil tersenyum kecil melihat adiknya


"Kamu terlihat senang Derick, perasaan tadi suasana hatimu sangat buruk pada saat mulai acara. Apa boleh kalau setelah pertunangan adikmu benar-benar berhasil batal aku menjadi tunangannya?" Tanya seseorang yang berjalan dari arah belakang Dalbert


Siapakah orang yang bertanya kepada Dalbert? Seperti apa kisah yang akan terjadi dengan kedua bersaudara ini? Apakah Dalbert akan setuju dengan perkataan orang yang bertanya itu? Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka? Apakah Reina akan berhasil mengubah takdirnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2