Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 183 Karena merekalah yang bersalah


__ADS_3

Di taman yang telah di penuhi oleh tengkorak-tengkorak yang mengerumuni dan di tonton oleh kembaran itu...


"Mereka lemah, apa tuan yakin mereka adalah orang yang berbakat?"


"Dikerumuni oleh tengkorak-tengkorak tidak bisa keluar dari sana, padahal mereka bukan benda yang sulit di singkirkan tapi lemah orang seperti mereka," ucap Absyuri dengan tatapan merendahkan


"Mungkin saja mereka melakukan sesuatu yang membuat tuan mengakui mereka berdua?"


"Jujur ini sangat membosankan, kalau aku tau hal ini akan terjadi aku tidak akan bersenang-senang seperti ini," ucap Absyara dengan kaki yang tersilang dan tatapan yang begitu merendahkan


"Kamu bilang kami berdua lemah?"


"Bukankah kalian berdua lah yang lemah karena hanya mengandalkan kekuatan sihir kalian untuk mengendalikan para tengkorak ini?" ucap Albern sambil tersenyum


'Albern, kenapa dia malah memanaskan suasana yang sedang berada di nyawa yang di taruhkan di sini walaupun tidak bisa mati tapi bisa saja lumpuh,'


'Aku masih belum pernah merasakan yang namanya cinta dan masih belum bisa menjadi seorang petinggi penting di kekaisaran,' ucap James di dalam hatinya dengan air mata yang tidak bisa mengalir


"Aku yakin seorang putra mahkota seperti dirimu adalah orang yang sangat tidak takut mati karena kamu mendapatkan perlindungan langsung dari tuan pemimpin tapi itu tidak akan membuat kami takut kalau kami membuat dirimu lumpuh dan tenang saja kamu tidak akan lumpuh sendirian karena si laki-laki kacamata itu akan juga ikut lumpu," ucap Absyuri sambil berjalan ke arah mereka sambil menginjak tangan milik James


'Aku baru bilang kalau aku akan lumpuh dan sekarang benar-benar akan terjadi,'


'Dan aku harus tetep menahan rasa sakit yang berikan oleh perempuan ini,' ucap James sambil menahan rasa sakit yang terjadi


"Lumpuh? kamu saja mengurung kami dan mengikat kami di dalam tengkorak ini memangnya bisa membuat kami berdua lumpuh?"


"Jangan suka berkata hal-hal yang konyol jika kamu bahkan tidak bisa memperlihatkannya," ucap Albern dengan tatapan yang merendahkan


"Kamu bilang apa barusan?" ucap Absyara yang kemudian beranjak dari kursinya dan memberikan isyarat untuk membuka kurungan tengkorak-tengkorak yang telah membuat mereka hampir tidak bisa bergerak itu kemudian memegang dagu Albern dengan tatapan rendah dan dingin


"Kamu pikir kamu sudah hebat hanya dengan berbicara dan hanya kamu putra mahkota belum tentu kamu tidak akan di penggal atau dibunuh oleh rakyatmu sendiri," ucapnya dengan tatapan yang dingin kemudian menampar muka Albern dengan keras


"Aku tau pastinya nanti akan ada waktunya hal seperti itu terjadi jika aku tidak bisa memimpin kekaisaran ini dengan baik,"


" Tapi sebelum itu..."


"Crak...." tancapan sebuah belati di kaki milik laki-laki itu membuat dirinya meringis kesakitan dan berlutut dengan darah yang mengalir dengan begitu cepat

__ADS_1


"Kamu..."


"Kamu orang yang sangat licik memanfaatkan keadaan menjadi sebuah kesempatan," ucap Absyara sambil mencabut belati itu dari lukanya


"Sebelum itu terjadi pastinya aku akan membuat mereka untuk setuju dengan kesejahteraan yang aku berikan,"


"Dan aku bukan orang yang licik tapi ini adalah hal yang aku lakukan untuk membuat pertahanan diri," ucap Albern sambil berdiri dan membersihkan dirinya sedangkan James yang masih berada dalam keadaan terikat dengan cepat dia dibuka tulang-tulang tengkorak itu dari James


"KAKAK..." teriak Absyuri sambil berlari ke arah Absyara yang terluka itu


"Sekarang kami berada di posisi yang paling menguntungkan,"


"Kami tidak banyak mengharapkan penilaian yang begitu baik, hanya perlu luluskan kami dan berikan clue selanjutnya untuk melalui tes selanjutnya," ucap Albern sambil menodongkan pedangnya sedangkan James membuat sihir yang melingkar supaya keduanya tidak keluar dari lingkaran itu


"Hah..."


"Sepertinya alasan Dezria bisa kalah karena hal yang seperti ini ya,"


"Absyuri, berikan mereka kunci tes selanjutnya, karena kita sudah terpojok," ucap Absyara dengan helaan nafas yang panjang


"Tapi kakak..." ucap Absyuri dengan tatapan tidak terima


"Dan juga aku bisa mati jika tidak langsung diobati," ucap Absyara dengan tatapan yang dingin


"Hah..."


"Baiklah, ini adalah kunci selanjutnya,"


"Ini masih berada di dalam akademi jadi aku harap kalian berhasil menemukannya,"


"Jadi pergilah sejauh-jauhnya dari sini," ucap Absyuri dengan tatapan tidak senang


"Ah iya tunggu..." ucap James yang tidak ingin pergi


"Kenapa?" ucap Absyuri dengan tatapan kesal


"Luka kaki kakakmu, bisakah aku memberikan pertolongan pertama kepadanya?"

__ADS_1


"Karena jika tidak dilakukan aku takut nanti lukanya akan lama penyembuhannya," ucap James sambil tersenyum lembut ke arah Absyuri


"Baiklah, lakukan dengan benar jika kamu membohongi aku aku pastikan kepalamu benar-benar tidak akan ada di atas kepala lagi," ucap Absyuri dengan tatapan yang tajam dan dingin ke arah James


"Aku berjanji, aku tidak akan melakukan hal semacam itu," ucap James sambil mengangkat tangannya untung berjanji


"Genezer," ucap James sambil menghentikan darah yang mengalir itu dengan sihirnya


"Darimana orang seperti dirimu bisa belajar tentang hal seperti ini?" ucap Absyara dengan tatapan tajam


"Aku sejak kecil telah belajar secara diam-diam dari sebuah perpustakaan kecil, karena aku dulunya hanya seorang budak,"


"Jadi hanya beberapa sihir yang menurutku penting saja aku pelajari," ucap James sambil tersenyum tipis


"Kamu bukan dari keluarga darah biru?" tanya Absyuri dengan tatapan terkejut


"Tentu saja bukan, karena aku adalah seorang budak dulunya,"


"Mereka bilang kalau orang tuaku telah meninggalkan dunia ini, jadi aku bisa berada di sana,"


"Nah sudah selesai nanti tinggal langsung di mintai periksa seperti apa efek samping dari luka ini nantinya? dan berapa lama proses penyembuhannya?" ucap James dengan senyuman tipis kemudian menyelesaikan pertolongan pertamanya


"Maafkan atas perbuatan yang dilakukan oleh yang mulia putra mahkota ini karena dia telah melukaimu dengan cara yang terpaksa," ucap James dengan tatapan menghormat


'Bagaimana mungkin laki-laki ini bisa bersikap begitu baik padahal kakak dan aku telah menindasnya?' ucap Absyuri di dalam hatinya dengan tatapan terkejut


"Kenapa kamu yang meminta maaf James? Kamu tidak perlu melakukan hal semacam itu,"


"Karena merekalah yang bersalah," ucap Albern dengan mengerutkan keningnya


'Albern, aku sedang berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa kita berdua tapi kamu malah ingin membuat airnya kembali keruh,' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan yang kesal namun harus tersenyum


"Mereka hanya melakukan sesuai dengan yang petingginya minta jadi jangan berbicara seperti itu," ucap James dengan tatapan dinginnya namun lembut


"Kalau begitu kita harus kembali ke kamar asmara sekarang,"


"Karena pastinya nanti kita akan telat jika terlambat bangun," ucap Albern dengan tatapan dingin dan kesalnya

__ADS_1


Apakah tantangan selanjutnya akan lebih sulit lagi? Mungkinkah untuk si kembar, James dan Albern nantinya menjadi teman? Bagaimanakah kisah selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2