Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 38


__ADS_3

Mendengar suara yang tidak asing itu Reina dan Albern menoleh ke arah ke belakang.


"Nona Elena, Bisakah anda memanggil saya dengan kata Tuan?" tanya Albern dengan kesal


"Memangnya kenapa? Bukankah kita berteman? Padahal kamu sering menemaniku kenapa menjadi tidak boleh memanggil langsung namamu?" Tanya Elena dengan raut muka ingin menangis


"Emmm... maaf mengganggu pembicaraan kalian, tapi jika ada yang ingin kalian bicarakan nona Elena boleh duduk di sampingnya Albern aku tidak keberatan sama sekali dan Albern kamu harus berbicara dengan baik ya karena dia perempuan, aku akan duduk di dekat kakakku," ucap Reina dengan lembut sambil tersenyum pahit


"Terima kasih, nona Reina anda baik sekali mengizinkan aku untuk duduk dan menyelesaikan masalahku dengan Albern," ucap Elena sambil mengusap air matanya


"Kalau begitu, aku pergi dulu kalian bicara lah dengan baik," ucap Reina sambil beranjak dari kursinya


"Reina, tunggu," ucap Albern sambil memegang lengan baju Reina


"Ada apa?" Tanya Reina dengan kebingungan


"Jangan lupa dengan janji kita," ucap Albern dengan tatapan serius


"Baiklah ingat jangan berbicara buruk ya Albern selesaikan dengan baik," ucap Reina kemudian pergi meninggalkan Elena dan Albern


"Kamu puas?" ucap Albern dengan tatapan dinginnya


"Puas apanya? Aku kan hanya ingin berbicara denganmu," ucap Elena dengan tatapan polos


Disisi lain...


"Kakak, apa boleh aku duduk dekat kakak?" tanya Reina sambil tersenyum kecil


"Tentu saja boleh duduk di tempat kakak juga boleh kalau kamu mau, tapi bukankah kamu tadi duduk di dekat Albern? kenapa tiba-tiba mau duduk di dekat kakak?" ucap Dalbert dengan tatapan kebingungan melihat adiknya


"Ummm... itu," ucap Reina sambil memikirkan alasan

__ADS_1


Melihat Reina yang seperti orang mencari-cari alasan Dalbert kemudian melihat ke arah Albern yang duduk di samping murid baru.


"Reina, jujur kepada kakak apa dia memaksamu pindah?" tanya Dalbert dengan tatapan yang kesal


"Tidak, dia tidak memaksaku untuk pindah tenang saja kakak," ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya


"Terus? kenapa kamu mendadak duduk disini?" tanya Dalbert dengan tatapan ingin membunuh


'Hawa dingin ini, apa kakak berniat akan membunuh Albern? aku harus menghentikannya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan ketakutan


"Kakak, aku mengatakan dengan bersungguh-sungguh kalau aku pindah bukan karena paksaan tapi karena ada masalah yang harus di selesaikan gadis itu dengan Albern jadi aku lebih baik tidak ikut campur dengan urusan yang terjadi di antara mereka," ucap Reina sambil menggenggam tangan kakaknya dengan erat


"Baiklah kakak percaya dengan perkataan yang kamu katakan ini tapi jika dia menyakitimu atau membuat rumor yang jelek untuk dirimu jangan pernah larang kakak untuk membunuh dirinya Reina," ucap Dalbert sambil menenangkan dirinya yang hampir akan melakukan pembunuhan di depan semua siswa


"Kenapa lama sekali pidato ketua?" Gumam Reina dengan tatapan bosan


"Karena pidato dari Ketua dewan kesiswaan sudah selesai mari kita mulai persidangan dimulai dari sang korban," ucap Dalbert sambil menatap Shun


Yuria yang melihat Shun mengatakan itu langsung membuat pandangannya terpaku kepada Shun.


"Ini pasti sudah di rencanakan bukan dari dirimu Yuria bilang saja, kalau kamu ingin aku melakukan ini supaya bisa di hukum dengan pengadilan terbuka dan membuktikan bahwa kamu adalah orang yang berjasa," ucap Gadis yang sedang di borgol itu dengan tatapan benci


"Aku dan Shun sama sekali tidak berbicara, selama beberapa hari ini karena aku memang ingin menghindari dirinya oleh karena itu aku bahkan tidak tau kalau dia akan datang dan melindungi diriku," ucap Yuria dengan tegas dan menghempaskan tangannya di atas meja dengan suara yang mampu membuat para penonton tercengang


"Kalau begitu jelaskan kepada kami bagaimana kamu bisa memiliki bukti rekaman itu?" Tanya sang pembela pelaku


"Itu karena, setiap siswa anggota dewan kesiswaan selalu diawasi oleh alat perekam sihir agar mereka tidak menggunakan kekuasan mereka secara semena-mena dan mereka juga tidak bisa menghapus setiap kejadian yang terjadi tanpa izin dari kepala sekolah," Ucap Yuria dengan tatapan tajam


"Bukankah bisa saja kamu sengaja memanfaatkan rekaman itu?" tanya lagi sang pembela


"Aku memanfaatkan rekaman?" Tanya Yuria

__ADS_1


"Hahahaha... Lucu sekali pertanyaan yang kamu tanyakan itu," ucap Yuria sambil tertawa keras


"Biar aku beri tau sesuatu, aku lebih suka melakukan sesuatu secara langsung daripada harus menjebak seseorang dan menggunakan rekaman sebagai bukti," ucap Yuria dengan tatapan seriusnya


"Kalau aku mau aku bisa langsung mematahkan kakimu sekarang, jika kamu ingin mengatakan kalau aku hanya akan mengandalkan rekaman untuk menjebak orang," ucap Yuria sambil beranjak dari kursinya dan berjalan ke hadapan semua orang


"Kamu bilang seperti itu hanya untuk menggertak saja kan, karena bagaimanapun kamu sangat tidak menyukai orang yang membencimu dan kamu memiliki hati yang busuk buat apa di sembunyikan," ucap gadis yang di tengah borgol itu dengan suara yang lemah


"Memang benar aku tidak suka dengan orang yang membenciku tapi aku tidak akan pernah menyingkirkan orang dengan cara seperti itu," ucap Yuria sambil membalikkan badannya dan menatap gadis itu


"Yang benar saja, tidak mungkin ada orang yang di benci. tidak membalas dendam sungguh hati yang murni semurni dewa, kalau begitu orang-orang akan memujamu sebagai seorang dewa," ucap sang pengacara dengan tatapan tajam ke arah Yuria


"Memang aku tidak mungkin tidak suka dengan perlakuan orang yang membenciku tapi aku tidak akan pernah berbuat licik seperti yang kamu lakukan kalau kamu ingin tau kamu telah banyak mengancam siswa-siswa di akademi bahwa kenyataannya kamu yang melukai siswa akademi karena mereka menyukai Shun," ucap Yuria dengan tatapan tajam


"Kenapa kamu menyangkutkan siswa lain?" Tanya sang pembela


"Tentu saja karena semua kasus ini berkaitan dan aku tidak mungkin akan melepaskannya begitu saja, ditambah lagi dia orang yang memiliki obsesi terhadap Shun," ucap Yuria sambil menunjuk ke arah gadis yang ter berogol itu


"KAMU," ucap gadis yang di borgol itu sambil menggigit bibirnya


"Tok...tok... tok..." suara ketukan palu


"Diam-diam kami disini untuk mendengarkan pembelaan dan kebenaran dari sidang ini bukan pertengkaran kalian," ucap Derick sambil mengetuk palu yang ada di atas meja


"Dengan bukti, saksi dan pembelaan yang tidak memiliki dasar yang kuat . Aku memutuskan kalau nona dari keluarga Lunids dinyatakan bersalah atas apa yang kamu lakukan dan mendapatkan hukuman siksaan seumur hidupnya," timpal Dalbert sambil mengetuk palunya


"Ini sama sekali tidak adil," ucap sang pembela pelaku


"Kenapa tidak adil?" tanya Dalbert dengan tatapan tajam dan dingin


Kenapa sang pembela mengatakan tidak adil? Kenapa Reina hanya tersenyum dalam kepahitan menghadapi perkataan itu? Bagaimakah kisah mereka selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2