Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 197 Memusnahkan?


__ADS_3

Dengan tatapan muka yang cemberut dan tertunduk. Ernest berdiri tanpa banyak bicara...


'Tumben perempuan itu pendiam, biasanya mengeluh panjang dan marah-marah,' ucap Dezria di dalam hatinya sambil menoleh ke arah Ernest


'Kakinya sejak kapan terluka? Kenapa dia hanya diam saja dan tidak mengatakan sepatah katapun mengenai kakinya,' ucap Dezria dengan tatapan pasrah melihat perempuan yang suka berdebat dengan dirinya


"Khimaira," ucap Dezria yang tiba-tiba memunculkan seekor binatang iblis yang mirip seperti singa namun dengan ekor ular dan kepala kambing di punggungnya


"Ernest, kamu duduk saja di punggung Khimaira,"


"Aku tidak akan memaksa dirimu untuk berjalan, kalau aku memaksa itu maka aku bukan seorang laki-laki," ucap Dezria dengan tatapan yang dingin dan tajam ke arah Ernest yang masih duduk itu.


Setelah mendengarkan ucapan dari Dezria, Ernest seketika menatap dengan tatapan kebingungan karena orang yang didepannya tidak pernah sekalipun orang yang bertoleransi kepada keadaan seseorang mau dia lemah atau kuat. Karena dia adalah orang yang sangat dingin dan telah kehilangan hati atau perasaan.


"Kenapa kamu masih melamun? Kamu benar-benar ingin ditinggalkan di sini?" ucap Dezria dengan tatapan dingin dan aura membunuh karena kesal melihat perempuan di depannya yang hanya diam dan menatap dirinya seperti orang bodoh


"Eh? Apa maksudmu?" ucap Ernest dengan tatapan yang masih kebingungan nada kesal

__ADS_1


"Hah..."


"Ternyata kalau berbicara dengan orang yang memiliki otak yang sedikit tumpul harus di perjelas ya," gumam Dezria dengan tatapan lelah melihat perempuan yang ada di depannya


"Apa maksudmu? Menurutmu aku tidak bisa mendengarkan ucapan yang baru saja keluar dari mulutmu itu?" ucap Ernest dengan tatapan kesal


"Kalau kamu bisa mendengarkan ucapan ku maka kamu mengerti yang aku katakan sebelumnya,"


"Jadi naiklah ke punggung Khimaira," ucap Dezria sambil membalikkan badannya


'Apakah mereka berdua pacaran? Kenapa hampir setiap hari aku melihat pertengkaran yang dilakukan oleh mereka berdua? aku ingin segera menemukan Reina dan memastikan dirinya baik-baik saja,' ucap Blake di dalam hatinya sambil menatap langit yang begitu cerah


'Tapi kenapa dia masih memiliki sifat yang perhatian kepadaku,' ucap Ernest di dalam hatinya dengan tatapan yang tersipu karena perhatian yang diberikan oleh orang selalu bertengkar dengannya


Di sisi lain sebuah tempat yang dimana hanya berisikan oleh para pemuja dewa di akademi....


"Kepala pendeta, apa anda yakin dengan mengorbankan putri keluarga Marques Halmiton ini maka kita akan diberikan jalan yang memudahkan oleh para dewa?" ucap seorang pendeta sambil menatap Reina yang masih terbaring pingsan di tengah altar dewa

__ADS_1


"Tentu saja kita harus mengorbankan darah dari keturunan seperti mereka karena mereka sama sekali tidak pernah pergi ke katedral untuk berdoa kepada para dewa,"


"Orang seperti mereka memang pantas untuk di hukum oleh dewa dengan cara membunuh orang tersebut sampai karunia dewa di turunkan secara langsung ke sini,"


"Maka kita telah berhasil untuk membuat para dewa memberikan kebahagiaan karena telah memusnahkan hal semacam itu,"


"Kita juga memiliki seorang saint yang nantinya akan menjadi ratu, dari situ kita juga bisa memanfaatkan posisi yang dia miliki untuk memerintahkan seluruh rakyatnya percaya kepada para dewa dan selalu berdoa untuk katedral," ucap kepala pendeta itu dengan tatapan puas dan penuh kemenangan karena semua yang dia rencanakan telah sesuai dengan yang dia inginkan.


"Bagiamana kalau misalnya mereka berhasil menemukan kita dan memutuskan untuk melakukan perang besar suatu hari nanti?" ucap pendeta itu dengan tatapan yang tajam dan kebingungan


"Apa yang perlu ditakutkan orang seperti mereka yang sama sekali tidak pernah mengabdi kepada dewa sekalipun,"


"Lebih baik mereka di musnahkan saja orang seperti mereka sebelum jumlah orang seperti mereka sangat banyak dan menjatuhkan pada dewa," kepala pendeta itu dengan tatapan dan senyuman yang begitu lembut karena mereka akan berhasil membuat para dewa semakin senang kepada orang-orang yang mengabdikan diri kepada mereka


'Mereka bilang apa barusan?'


'Memusnahkan?'

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi dengan Reina? Apakah Dezria benar-benar menyimpan rasa? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2