
"Apa memang benar seperti itu?"
"Bukankah seorang anak-anak hanya harus menikmati waktu yang mereka miliki dengan bermain bukan dengan bersikap waspada kepada orang lain sambil memegang senjata?" ucap Derick dengan tatapan kebingungan
"Tentu saja, ini berbeda dengan kerajaan kita di barat, kalau kerajaan kita memiliki caranya sendiri untuk mengucilkan penerus takhta selanjutnya tapi yang seperti itu jarang dilakukan karena semua pangeran di kerajaan memiliki potensi yang sama untuk menduduki takhta kerajaan,"
"Semua bangsawan bahkan sampai membuat faksi untuk mendukung orang yang ingin duduk di takhta itu, jadi mereka hanya akan mengambil posisi yang enak saja diam dan menunggu pemenang ketika itu muncul maka mereka akan berpindah pihak,"
"Sedangkan di timur tengah mereka mengucilkannya sudah jelas dengan membiarkan anak itu tidak terurus namun dengan pengawasan tapi walaupun di awasi pastinya mereka yang memiliki faksi diam-diam untuk membunuh anak tersebut hingga membuat anak itu menjadi waspada siang dan malam,"
"Sebentar lagi kita akan sampai ke sebuah istana yang lumayan kuno dan tidak terurus jadi harap perhatikan langkah kalian berdua," ucap Dalbert sambil berjalan di depan kedua orang itu untuk mengawasi jalan yang mereka lalui
"Akhirnya kita sampai di pintu masuk,"
"Tempat ini sangat besar dan benar-benar berdebu," ucap Azazel sambil menatap istana yang kuno itu yang telah dipenuhi jaring-jaring laba-laba, tikus, ular dan lain-lain
"Kamarnya ada di lantai atas dari sini kalian harus berhati-hati, karena timur tengah terkenal akan jebakan mereka buat untuk menyimpan harta," ucap Dalbert dengan tatapan serius dan tajam
Setelah mendengarkan ucapan Dalbert mereka langsung naik ke atas menara Istana itu walaupun harus ditemani oleh jebakan yang hampir membunuh nyawa mereka sendiri dari serangga yang menjijikkan, senjata mematikan sampai racun mematikan semuanya ada di sana.
"Akhirnya kita sampai di lantai atas, aku tidak ingin lagi kelak di panggil ke timur tengah untuk menjalankan misi seperti ini, nyawaku bisa melayang karena masalah pangeran terbuang ini," ucap Azazel dengan muka yang pucat karena merasakan sensasi yang menegangkan hampir merenggut nyawanya
"Sekarang kita harus membuka pintu ini saja kan?"
"Kalau orangnya tidak ada lebih baik kita pulang saja dan mencari orang untuk berada di posisi itu," ucap Derick dengan tatapan yang lemas karena hampir mengalami kematian di negeri orang.
__ADS_1
"Azazel buka pintu ruangan ini," ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Kenapa aku? Bukankah kamu bilang kamu yang akan memimpin jalannya?" ucap Azazel dengan tatapan ketakutan
"Oh, sudah berani membantah ucapan dariku," ucap Dalbert dengan senyuman yang dingin namun mengisyaratkan kalau nyawanya akan hilang jika menolak perkataan dari laki-laki itu
"Baiklah, akan segera aku lakukan," ucap Azazel dengan tatapan pasrah dan membuka pintu ruangan itu pada saat bersamaan setelah dia membuka pintu ruangan itu
"Set..." suara belati yang tiba-tiba muncul dari dua arah ke arah leher Azazel yang membuka pintu
'Aku akan mati di timur tengah karena perbuatan atasan sendiri,' ucap Azazel di dalam hatinya dengan keringat dingin
'Bagaimana bisa ada yang mengendalikan sihir untuk mengarahkan belati ke arah leher orang lain? Jika salah sedikit saja orang yang di arahkan belati kemungkinan akan mati tapi dia bisa dengan mudah mengarahkan belati itu,'
'Aku rasa memang benar orang yang aku cari berada di dalam ruangan,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil menyeringai
"Kami bersungguh-sungguh tidak memiliki maksud yang jahat ke sini, hanya saja aku memiliki tawaran yang sangat menguntungkan untuk dirimu,"
"Aku harap kamu ingin berbicara dengan kami, karena dengan tawaran yang kami tawarkan anda bisa membalaskan perbuatan yang dilakukan oleh keluarga kerajaan timur tengah kepadamu dan membuat mereka tunduk setiap mereka melihat kaki milikmu," ucap Dalbert dengan senyuman bisnis dari luar pintu itu
"Syung..." suara belati yang kembali ke arah sosok seorang laki-laki
"Baiklah, aku ingin dengar tawaran seperti apa yang ingin kamu tawarkan kepadaku?"
"Aku harap yang kalian tawarkan menarik untuk dibicarakan jika tidak aku akan membunuh kalian karena telah membuang-buang waktuku,"
__ADS_1
"Ditambah lagi kalian telah mengetahui kekuatan sihir yang telah aku sembunyikan selama ini," ucap laki-laki yang bertubuh kecil itu dengan tatapan aura yang menekan dan ingin membunuh
'Bagaimana bisa ada anak kecil seperti dia yang bisa mengeluarkan aura seperti itu? Kehidupan seperti apa yang membuat dirinya haus akan darah dan hidup dalam kewaspadaan?' ucap Derick di dalam hatinya dengan perasaan kedinginan
"Terima kasih atas waktunya yang mulia, saya yakin saya tidak akan membuat anda kecewa dengan tawaran yang saya tawarkan," ucap Dalbert sambil tersenyum dan memberikan hormatnya kepada orang yang duduk di depannya dengan begitu mendominasi
"Karena kami telah di berikan waktu maka kami tidak akan berbicara basa basi, kami akan memberikan anda pasukan pemberontakan, pembelajaran mengenai kondisi masyarakat yang ada di timur tengah, ilmu politik, ilmu pengetahuan, berpedang, strategi, sihir dan lain-lain serta kami akan ikut turun melakukan pemberontakan di sisi anda,"
"Jika kurang jelas ini adalah rincian dari isi perjanjiannya dan rencana yang telah kami rencanakan,"
"Saya harap anda ingin melakukan pertimbangan," ucap Dalbert sambil menyerahkan segulung kertas yang telah di tulis isi perjanjian dan rencana begitu detail
'Laki-laki ini bagiamana dia bisa menulis semua ini dengan begitu terperinci bahkan setiap kekurangan di dalam rencana yang ditulisnya berisikan solusi yang bisa meminimalisir kekurangan itu,'
'Aku rasa dia memang datang ke timur tengah memang ingin mengajakku melakukan kerja sama ini hingga begitu lengkap tanpa kekurangan sedikitpun dalam rencananya,' ucap laki-laki di depannya dengan tatapan terkejut setelah melihat isi dari gulungan kertas yang di berikan
"Baik, aku telah melihat isi dari gulungan kertas ini, isinya memang sangat menarik bahkan dari keuntungan dan kerugian dalam perjanjian ini ditulis dengan sangat jujur,"
"Ini pertama kalinya aku melihat isi perjanjian seperti ini dalam melakukan tawar-menawar,"
"Aku ingin tau kenapa sampai kamu membuat ini dengan sangat rinci sampai kekurangan dalam kontrak di tulis bukankah itu sangat merugikan dirimu?" ucap laki-laki di depannya dengan tatapan dingin
"Tentu saja saya sadar dengan kekurangan ini yang mulia pangeran, tapi kerja sama yang saya lakukan adalah dengan seorang yang akan menjadi pemimpin negara berpasir emas ini bagaimana mungkin saya menambahkan hal-hal yang licik ke dalam kontrak,"
"Jadi bagaimana apakah anda setuju?" ucap Dalbert dengan senyuman pebisnis
__ADS_1
Apakah pangeran timur tengah akan setuju? Apakah mereka bertiga bisa mendapatkan anggota baru? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA