Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 67


__ADS_3

Di mansion kediaman Marquees


"Tuan, saya kesini menyampaikan informasi dari dari tuan Absyara dan nona Absyuri mereka mengatakan kalau nona pingsan karena shock di hakimi oleh para siswa karena mendorong seorang siswa," ucap sang pelayan sambil memberikan hormat


"Jadi, itu saja yang dia sampaikan?" Tanya Dalbert dengan tatapan dingin


"BAGAIMANA BISA REINA PINGSAN?" teriak seseorang yang masuk melalui pintu


"Ayah, tenangkan diri ayah dulu," ucap Dalbert dengan tatapan khawatir


"Aku hanya sebentar meninggalkan akademi sudah ada kejadian seperti ini, besok aku akan kembali ke akademi untuk melihat Reina jadi ayah tenang saja," ucap Dalbert sambil memegang bahu ayahnya


"Bagaimana bisa tenang? Putra mahkota itu tidak bisa melindunginya buat apa jadikan dia tunangan Reina," ucap sang ayah dengan tatapan marah membuat semua ruangan tertelan oleh kegelapan.


"Uhuk... Tuan saya mohon anda memaafkan saya," ucap sang pelayan


"Ayah, tenangkan diri ayah, jika ayah marah dengan tidak mengontrol sihir ayah bisa-bisa ibu tertelan dalam kegelapan," ucap Dalbert sambil mengerutkan keningnya


"Baiklah, ayah akan menyerahkan masalah ini kepadamu dan kamu harus melaporkan secara langsung tentang keadaan Reina setelah kamu bertemu dengannya," ucap sang ayah sambil duduk di kursi


Ruangan yang awalnya tertelan kegelapan kembali menjadi seperti semula.


'Siapa yang berani membuat adikku seperti ini? keluarga yang melakukannya aku rasa di hancurkan saja tidak cukup,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan kesal dan marah


"Kamu, kembalilah ke tuanmu dan bilang kepada mereka besok aku akan kembali ke akademi dan temui aku di ruangan wakil kepala akademi," ucap Dalbert sambil menatap ke luar jendela


"Baik tuan," ucap sang pelayan yang kemudian menghilang


"Tapi ayah bagaimana dengan para tikus-tikus di faksi itu?" tanya Dalbert menoleh ke arah ayahnya


"Ayah akan mengurusnya, kamu urus saja adik perempuanmu itu dan awasi orang yang mengganggunya kalau bisa kamu berikan peringatan untuk dia," ucap sang ayah sambil mengangkat cangkir teh


"Ajak adikmu pulang setelah ujian selesai, dan rahasiakan dari ibumu masalah Reina yang shock sampai pingsan kalau tidak ibumu akan mendatangi akademi dan menuntut kepala sekolah," ucap sang ayah sambil beranjak dari kursinya


"Baik ayah," ucap Dalbert sambil tersenyum tipis


Keesokan harinya di akademi...


"Reina, kamu sudah selesai pr yang di berikan guru sejarah?" tanya Yuria dengan tatapan suram

__ADS_1


"Eh? guru dan kelas kita kan berbeda jadi kelasku tidak ada pr sama sekali dan lusa nanti sudah ujian, nilaimu akan terjun bebas kalau seperti ini," ucap Reina dengan tatapan datar


"Ah... iya aku baru ingat," ucap Yuria dengan suram


"Albern, kamu kenapa tidak menungguku?" tanya seorang gadis berlari ke arah Albern


"Kenapa aku harus menunggumu," ucap Albern dengan tatapan dingin


'Sudah aku duga mereka sangat cocok, tapi melihat dia begitu cocok hatiku sangat sakit seperti luka karena terkena goresan dan dada ku begitu sesak ya,'


'Apa iya aku iri dengan kebahagiaan milik orang lain? Reina kamu harus tetap semangat walaupun tidak bisa cocok dengan Albern,' ucap Reina sambil tersenyum pahit menatap sosok laki-laki itu dengan perempuan lain


"Perempuan itu ingin rasanya aku patahkan tulangnya kemudian merebusnya dalam air mendidih," ucap Yuria dengan tatapan benci ke arah Elena


"Yuria, kamu mau jadi pembunuh?" tanya Reina dengan perasaan merinding


"Tidak mungkin... itu... mana mungkin... Reina, aku... hanya bercanda," ucap Yuria dengan terbata-bata


"Kamu... tidak menganggap serius kan?" tanya Yuria sambil menatap Reina


"Gadis bodoh seperti dia mana mungkin bisa membunuh jangankan membunuh lihat darah saja dia sudah menjerit-jerit yang seperti dia mustahil saja," ucap Shun sambil mengacak-acak rambut Yuria


"Puff... hahaha," tawa Reina dengan riang melihat kedua temannya


'Syukurlah aku masih bisa melihat senyuman dia, walaupun dia tidak pernah tersenyum saat berada di depanku lagi,' ucap Albern sambil melirik ke arah Reina dari kejauhan


"Kalian masih bisa bergosip sebelum kelas di mulai ya," ucap suara datang menghampiri mereka bertiga


"Yahoo~" ucap kedua suara yang menyusul berjalan di belakang


"Absyuri, Absyara, hai apa kabar?," ucap Reina sambil melambaikan tangan sambil tersenyum


"Kami baik-baik saja, sudah lama tidak melihatmu Dalbert," ucap Absyara sambil menyeringai


"Eh? ini kakak beneran? aku merindukan kakak," ucap Reina sambil memeluk sang kakak


"Hanya ucapan manis di mulutmu, emangnya ada kakak yang palsu?" tanya Dalbert sambil tersenyum dengan tatapan sedih ke arah adiknya


"Tidak ada sih, urusan kakak sudah selesai?" tanya Reina dengan tatapan penasaran

__ADS_1


"Sudah kok, nanti saat selesai ujian kita pulang bersama, dan ini untukmu," ucap Dalbert sambil meletakan buku novel di atas kepala adiknya


"Ini novel yang aku inginkan, darimana kakak tau?" tanya Reina dengan tatapan berbinar-binar


"Tentu saja kakak tau tentang adik perempuan kakak," ucap Dalbert sambil tersenyum


"Terima kasih kakak, aku akan menyimpannya dengan baik kalau bisa aku akan menggunakan sihir mengamankan buku ini," ucap Reina dengan tatapan tajam dan serius


"Iya sama-sama Reina," ucap Dalbert sambil mengelus kepala adiknya


'Dasar pecinta adik perempuan sebegitunya lengkap tau informasi adik perempuannya,' ucap mereka di dalam hati dengan serentak dengan tatapan yang datar menatap Dalbert


"Reina, kakak dengar kamu pingsan karena shock ucapan para siswa yang melakukan penghakiman ya," ucap Dalbert dengan serius dan tatapan khawatir


"Itu... itu benar kakak... tapi kakak aku... sudah baik-baik saja kok sekarang," ucap Reina sambil menundukkan kepalanya


"Hah... Reina, kita berdua adalah keluarga katakan kepada kakak jika ada yang melakukan hal buruk kepadamu, kakak pastikan dia akan menyesali perbuatannya dan kakak akan selalu berada di pihakmu," ucap Dalbert sambil berlutut di hadapan adiknya dan memegang tangannya


"Kamu memiliki banyak orang yang menyayangi dirimu jadi jangan menanggungnya sendiri, mengerti kan?" tanya sang kakak sambil tersenyum tipis


"Aku mengerti kakak, sekali lagi terima kasih karena telah menghiburku," ucap Reina sambil tersenyum


'Tidak heran jika dia sangat menyayangi adiknya, Reina sama sekali tidak tau kejamnya dunia mulai perlahan-lahan membuka diri untuk mengetahui kejamnya dunia,' ucap Absyuri di dalam hatinya sambil menatap Reina


'Kalau seandainya terjadi sesuatu kepada Absyuri aku juga pasti akan melakukan apapun untuk membuat dia tersenyum kembali,' ucap Absyara di dalam hatinya sambil menatap Dalbert dan Reina


"Tapi, entah kenapa kakak dari tadi melihat tunanganmu dengan seorang gadis yang pada saat di persidangan itu sekarang dari sini," ucap Dalbert sambil tersenyum dingin


"Mereka sangat membuat siapapun kesal kan?" tanya Yuria dengan tatapan marah


"Yuria, tenanglah," ucap Shun sambil memegang tangan Yuria


"Kakak, sudahlah biarkan saja, kalau kakak ikut campur urusannya akan semakin kusut seperti benang," ucap Reina dengan pelan dan menarik lengan kakaknya


Melihat adiknya yang mengatakan jangan ikut campur dia memutuskan untuk menganggap tidak melihat masalah yang terjadi dengan Albern dan seorang gadis.


'Reina, lihatlah tunanganmu ini akan bersama aku sekarang, ini membuktikan bahwa dibandingkan dengan dirimu gadis yang mendapatkan pandangan buruk dari para siswa tentu saja akan membuat hubungan dirimu lebih renggang,' ucap Elena di dalam hatinya sambil menyeringai menatap Albern


"Apakah perpisahan seperti ini akan berakhir indah? Apakah sungguh mereka sudah saling melupakan? Apakah yang akan di lakukan dengan Dalbert selanjutnya? Bagaimana kisah mereka selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2