
"Tidak apa-apa, ketua dewan kesiswaan mataku hanya kemasukan debu," ucap Elena sambil mengusap air matanya
"Mana mungkin mata kemasukan debu bekas air matanya sampai menetes seperti itu," Ucap Derick sambil menatap Elena kemudian menatap Reina
'Bagus dengan bertanya seperti itu, aku bisa membuat dia di hukum,' ucap Elena di dalam hatinya dengan perasaan senang
"Itu... Tenang saja, Reina tidak bermaksud untuk mengatakan hal buruk kepadaku," ucap Elena dengan polos sambil mengusap air matanya
"Dia hanya memintaku untuk menjauh dari Albern tapi dia satu-satunya temanku jadi aku merasa sedih kalau aku harus mendadak menjauh dari dirinya dan dia sepertinya tidak suka aku berteman dengan Albern begitu dekat," ucap Elena sambil mengeluarkan air matanya lagi
"Reina, apa itu benar?" tanya Derick sambil menatap Reina
Dengan rasa tidak bersalah dan percaya diri Reina mengatakan "Iya memang benar, aku mengatakannya seperti itu, tapi aku mengatakan itu karena aku merasa itu tidak baik untuk keluarganya sendiri bisa dibilang itu bisa mempermalukan keluarganya sendiri karena dekat dengan laki-laki yang memiliki tunangan sampai hampir tiap hari bertemu dan duduk tanpa jarak."
"Nona Elena, kamu sudah dengarkan Reina mengatakan kalau dia khawatir dengan dirimu atau kamu perlu juga melakukan sidang seperti yang dilakukan kemarin untuk memastikan kebenaran?" ucap Derick dengan tatapan tajam
'Kenapa jadi seperti ini? seharusnya kan dia membelaku karena aku perempuan yang tertindas,' ucap Elena di dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya
'Gadis ini, sepertinya sangat licik aku bahkan bisa merasakan aura kebenciannya meluap-luap sudah pasti dia akan menjebak Reina, memang benar kalau aku berada di pihak netral dalam pertengkaran mereka,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap tajam ke arah Elena
"Aku mengerti, maaf telah salah paham terhadap dirimu," ucap Elena sambil membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari Reina dan Derick
"Apa kamu baik-baik saja Reina?" tanya Derick sambil menatap Reina yang diam
__ADS_1
"Aku baik-baik saja kok hanya saja sepertinya ucapanku sedikit salah seharusnya tadi aku tidak berbicara seperti itu kepadanya, pasti dimatanya aku terlihat begitu kasar," ucap Reina sambil tersenyum murung
"Jangan murung seperti itu, nanti kakakmu akan memenggal kepalaku Reina," ucap Derick sambil mengelus kepala Reina
"Eh?" ucap Reina mendadak sadar kalau kepalanya di elus oleh Derick
'Lembutnya rambut Reina, membuatku ingin mengelusnya terus,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap Reina
"Aku benar-benar tidak apa-apa kok, dan kakakku mana berani melakukan itu kepadamu," ucap Reina sambil tersenyum kaku
"Ah... maafkan aku, aku tidak bermaksud bertindak lancang kepadamu Reina, aku hanya ingin menghiburmu," ucap Derick dengan terbata-bata
'Dia menyentuh kepalaku, padahal aku takut dengan kematian yang akan
"Aku tidak berniat menyentuh dirimu seperti itu
"Reina, Ketua, ada apa kalian berada di lorong seperti ini," ucap Blake dari kejauhan sambil menahan kesalnya dirinya yang melihat Derick yang mengelus kepala Reina seenaknya
"Tadi ada sedikit masalah antara Reina dengan siswa perempuan," ucap Derick dengan tatapan dingin
'Terus kenapa kamu mengelus dia seenak jidatmu,' ucap Blake sambil menahan rasa cemburunya dengan tersenyum
"Ah begitu ya, Reina apa kamu baik-baik saja?" tanya Blake dengan tatapan khawatir
__ADS_1
"Tenang saja, aku kan kuat jadi aku baik-baik saja," ucap Reina sambil tersenyum kecil
"Kalau begitu aku pergi duluan ya, Blake jaga Reina dengan baik kakaknya menitipkannya padaku kalau ada apa-apa aku harus tanggungjawab," ucap Derick sambil berjalan menjauh
'Humm... tumben sekali orang yang begitu menyayangi adiknya tiba-tiba menitipkan adiknya kepada seorang ketua dewan, alurnya ceritanya juga sudah banyak berubah,' ucap Blake di dalam hatinya dalam lamunannya
"Iya tenang saja, aku pasti akan menjaga dia dengan baik," ucap Blake sambil tersenyum menatap Reina
"Kenapa kamu berada di lorong Reina?" tanya Blake sambil menatap lembut Reina
"Aku mau pergi ke perpustakaan, untuk membaca beberapa buku," ucap Reina sambil tersenyum
"Apa boleh aku ikut?" tanya Blake sambil tersenyum lembut
"Tentu saja, aku baru saja mendapatkan ruangan khusus di perpustakaan jadi kita bisa bicara di dalam ruangan khususnya," ucap Reina sambil tersenyum
"Seharusnya butuh waktu lama untuk mendapatkan ruangan ini bagaimana bisa kamu mendapatkannya?" tanya Blake sambil berjalan di samping Reina
"Itu ceritanya panjang, nanti aku ceritakan," ucap Reina sambil tersenyum kecil
"Kenapa Blake merasa cemburu dengan Derick? Apa yang akan di lakukan oleh Elena selanjutnya? Bagaimanakah kisah mereka di perpustakaan selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1