
"Dalbert, menurutmu siapa yang akan memenangkan pertarungan ini," ucap Derick yang berdiri di belakang Dalbert
"Aku tidak boleh memberikan pendapat yang memihak, jadi jangan memancingku untuk melakukan sesuatu," ucap Dalbert sambil menulis dokumennya sedangkan Derick menonton pertarungan yang mempertaruhkan nyawa orang lain
"BRAK..." Suara pintu yang terbanting dengan keras membuat semua sihir di ruangan batal
"Bisakah membuka pintu dengan sopan tindakan yang kamu lakukan sangat tidak sopan, bahkan tikus saja tau apa yang dilakukan ketika dia berada di depan pintu sedangkan dirimu tidak ada sopan santun," ucap Luke dengan tatapan merendahkan
"Maafkan aku jika aku menerobos secara tiba-tiba, tapi aku memiliki firasat buruk mengenai keponakanku jadi aku mencarinya melalui sihir yang digunakan olehnya,"
"Aku khawatir dia terjebak dalam hal yang berbahaya," ucap Asmodeus dengan kepala tertunduk
"Aku mengerti, Asmodeus,"
"Aku hanya ingin menguji kemampuan orang yang berada di sisi putra mahkota yang bahkan tidak ingin posisi yang sangat berharga di organisasi ternyata dia adalah orang yang merupakan keluargamu juga tidak heran kalau kamu juga hanya diam saat kami membahasnya di dalam rapat besar," ucap Dalbert sambil menyeringai karena semuanya berjalan sesuai dengan keinginannya
'Aku sudah menduganya kemampuan Luke yang bisa didekat oleh Dalbert tidak mungkin dia membiarkan Luke bertindak untuk mengambil nyawa seseorang tanpa merencanakan sesuatu,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan yang tidak terkejut lagi
"Maafkan tuan pemimpin, jika dia melakukan kesalahan tapi dia adalah anggota keluargaku yang tersisa jadi aku harus menjaganya dari semua konflik ini, aku mohon jangan memberikannya hukuman karena aku tidak ingin dia menerima semua beban yang berat," ucap Asmodeus sambil berlutut di hadapan Dalbert
'Seberapa hebat keluarga Halmiton hingga paman berlutut di hadapannya, aku juga harus berlutut untuk memohon ampun atas yang aku lakukan,' ucap James di dalam hatinya kemudian berlutut di hadapan orang yang di depan untuk tidak memberikan hukumannya
"Dalbert, sepertinya kamu terlihat seperti orang yang suka memberikan orang hukuman ya, sampai semua orang berlutut di depanmu," ucap Derick sambil menatap dingin ke arah Asmodeus
"Di sini aku yang membuat keputusan jangan sampai aku membuat dirimu yang menanggung hukuman Derick," ucap Dalbert dengan tatapan yang ingin membunuh, Derick yang melihat tatapan itu langsung terdiam dan memperhatikan yang akan di lakukan oleh Dalbert
"Asmodeus karena kamu datang tiba-tiba ke dalam pertarungan ini, maka aku rasa isi perjanjian ini sama sekali tidak berlaku tidak ada yang menang ataupun kalah,"
"Jadi aku harus memberikan sebuah putusan baru, aku akan melepaskan mereka kalau mereka ingin bekerja di bawahku secara langsung terutama James Clover, aku ingin dia sebagai tangan kanannya salah satu NHBNTA karena aku yakin kamu jika berada dibawahnya bisa membuat perkembangan yang menjanjikan,"
__ADS_1
"Bagaimana apakah kamu setuju?" ucap Dalbert sambil mengangkat alisnya
"Aku tidak setuju," ucap James dengan tiba-tiba tanpa berpikir panjang
'Kenapa anak ini membuat masalah,'
'James, kamu tau kan kalau dia adalah orang yang paling berpengaruh di dunia bawah jadi tolong menurutlah,' ucap Asmodeus di dalam hatinya dengan tatapan yang gelisah
"Kenapa kamu tidak setuju?" ucap Dalbert dengan tatapan terkejut
"Aku adalah bawahan yang mulia putra mahkota dan setiaku berada di kakinya jadi aku tidak akan berpihak dengan mudah,"
"Jika kamu ingin membuat syarat yang menguntungkan antara kedua belah pihak maka aku bisa mempertimbangkannya," ucap James sambil mengangkat kacamatanya dengan tatapan yang serius
'Ternyata tidak bisa di bujuk dengan hal yang semacam itu ya, yah aku mengetahui ini sejak awal surat kerja yang dikirimkan untuk dirinya saja di tolak langsung olehnya jadi aku tidak lagi heran,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil memperhatikan dengan tatapan dingin
"Kesetiaan yang luar biasa, baiklah katakan apa yang kamu inginkan untuk menyetarakan hal yang menurutmu ini menguntungkan," ucap Dalbert sambil tersenyum dingin
"Aku merasa sedikit tersanjung dengan apa yang kamu katakan barusan,"
"Baiklah, jika memang hanya itu maka aku akan menyetujui hal ini,"
"Derick, masukan mereka sebagai tamu khusus nantinya dan masukan ke dalam dewan kesiswaan supaya mereka nantinya mudah untuk di lakukan pemanggilan," ucap Dalbert sambil menoleh ke arah belakangnya
"Baik, tuan pemimpin,"
"Semua yang anda inginkan adalah perintah," ucap Derick sambil menganggukkan kepalanya dengan hormat
"Baiklah karena semua masalah telah terselesaikan, kalian bisa keluar sekarang aku memiliki segudang pekerjaan yang harus di selesaikan," ucap Dalbert sambil tersenyum dingin menatap semua orang yang berada di dalam ruangan
__ADS_1
Di sisi lain...
"Apa memang harus aku terima tawaran sebagai anggota dewan kesiswaan?"
"Memang tidak di jelaskan kalau Reina di dalam novel ditawarkan untuk bergabung ke sana tapi itu memang tidak pernah dilakukan olehnya,"
"Sekarang semuanya sudah berbeda, aku bukanlah orang yang terikat dengan perasaan yang tertulis di atas kertas dan juga bukan orang yang akan merasakan sakit hati ketika menjadi orang ketiga nantinya dalam hubungan orang,"
"Aku rasa tidak perlu ikut ke dalam organisasi seperti itu, dan harus fokus ke masa depanku saja," Gumam Reina sambil menatap langit-langit kamarnya kemudian tertidur dengan pulas sampai hari pertama pembelajaran di akademi di mulai
"Hari ini aku harus bisa menjalankan sesuai dengan yang aku inginkan," ucap Reina sambil berjalan menatap lorong-lorong yang ada di akademi sampai dia tidak memperhatikan jalan yang ada di depannya
"BRAK...."
"Ugh... maafkan aku," ucap Reina sambil berusaha berdiri
"Apa kamu baik-baik saja? maafkan aku yang tidak melihat jalan jadinya menabrakmu," ucap seorang laki-laki dengan tatapan yang lembut ke arah Reina dan menjulurkan tangannya
"Aku baik-baik saja," ucap Reina sambil menggapai tangan itu
"Terima kasih dan maafkan aku telah menabrak juga karena tidak melihat jalan yang ada di depan," ucap Reina sambil memohon maaf
"Tidak apa-apa, aku juga salah satu murid baru di akademi ini, jadi aku hanya fokus melihat sekitar bangunan yang ada di akademi ini," ucap laki-laki itu dengan tatapan lembut
'Juga? memangnya aku ada mengatakan kalau aku adalah murid baru juga?' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan kebingungan
"Apa boleh aku bertanya siapa kamu nona?" ucap laki-laki itu sambil tersenyum dengan tatapan yang lembut
'Siapakah laki-laki lembut itu? Kenapa dia tau kalau Reina juga siswa baru? Apakah Reina akan memiliki takdir yang mulus?
__ADS_1
REINKARNASI REINA