
Setelah surat itu di bacanya dan membuat perasaan gundah itu datang kepadanya dengan cepat dia pergi ke lokasi yang telah tertulis di surat itu...
"Brak..." suara pintu yang terbanting dengan keras terdengar membuat semua orang menoleh ke asal suara itu
'Semoga saja, masih ada waktu untukku merubah pikirannya,' ucap Albern di dalam hatinya dengan kepalan tangan yang erat
"Albern, kenapa dia ada di sini?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan
'Apa dia ke sini sampai banting pintu karena dia marah denganku? Kenapa aku ketakutan ya? Padahal aku tidak memiliki salah karena menemani Olivia pergi mencari pasangan,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan yang takut
Albern yang melihat gadis yang di cintainya langsung berjalan dengan cepat ke arah mejanya dan menarik tangannya keluar dari ruangan itu dengan terburu-buru sehingga meninggalkan Olivia sendirian di dalam ruangan itu.
'Jujur aku kenapa ketakutan melihat ekspresi wajah Tuan Albern? Aku merasa seperti membawa calon istri orang kabur dari pernikahan, tapi seharusnya kebalik aku yang dibawa kabur nona,' ucap Olivia dengan tatapan dingin
Albern membawa Reina sampai ke tempat yang jalannya lumayan sepi. Kemudian dengan kemampuan sihirnya melalui satu kali jentikan jari dan bayangan yang ada pikirannya membuat semua bunga-bunga jatuh berterbangan di sekitar mereka...
Kemudian Albern dengan cepat berlutut di hadapan perempuan itu dan mengeluarkan kotak yang telah berlapis emas itu...
"Reina, jadilah pendamping hidupku sampai maut menjemput nanti,"
"Dan jangan bosan denganku," ucap Albern dengan tatapan serius membuat Reina yang melihatnya terkejut dan air mata yang mengalir dari wajahnya
"Reina, kamu boleh menolaknya jika kamu tidak menyukainya,"
"Jadi tidak perlu sampai menangis ya? Karena aku tidak ingin merebut kebahagiaan yang kamu miliki dengan cara seperti ini," ucap Albern yang kemudian berdiri dan menyeka air mata perempuan itu
"Tidak, aku tidak menangis karena tidak menyukainya,"
"Aku hanya terkejut karena aku dilamar dengan cara seperti ini,"
"Aku pikir kamu sedang marah denganku karena aku pergi menemani Olivia pergi bertunangan tanpa mengirimkan surat itu," ucap Reina dengan gelengan pelan
"Reina, aku tidak akan pernah marah kepada dirimu tapi aku malah berpikir kalau mungkin jika aku tidak cepat untuk memiliki dirimu kamu akan menjadi milik orang lain karena kamu bosan menungguku siap,"
"Jadi aku bersyukur dengan cepat aku bisa mendapatkan dirimu," ucap Albern sambil memeluk Reina dengan erat
"Kamu menangis Albern?" ucap Reina yang mendengarkan seperti ada orang yang menangis
"Aku tidak menangis," ucap Albern yang memeluk Reina dengan erat supaya dirinya tidak bisa melihat wajah laki-laki itu
"Baiklah, menangislah sepuasnya,"
"Aku tidak akan melepaskannya," ucap Reina sambil tersenyum kecil
Beberapa bulan kemudian...
Hari penobatan raja baru berjalan dengan lancar dengan langsung di berikan gelar Duke untuk Albern. Setelah itu selesai, dengan cepat dia langsung di umumkan pernikahan dirinya dengan gadis yang di cintainya membuat semua orang terkejut karena mereka adalah orang yang memutuskan hubungan dan kembali menjadi pasangan...
__ADS_1
"Nona, anda harus bangun hari ini adalah hari pernikahan anda,"
"Apa anda yakin ingin melakukan hal ini sama seperti hari biasa?" ucap Olivia sambil menarik selimut nonanya
"Tentu saja tidak, oleh karena itu ini aku sudah bangun," ucap Reina yang kemudian beranjak dari kasurnya dan mempersiapkan diri
"Brak..."
"Reina, ayah sudah menunggu di depan,"
"Apakah kamu masih memerlukan waktu yang lama?" ucap Dalbert yang masuk secara tiba-tiba ke dalam ruangan adik perempuannya dengan tatapan terkejut
"Kakak, bisakah mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke dalam ruangan ini," ucap Reina dengan tatapan dingin
"Kamu sudah besar ya, padahal kemarin kakak yakin kamu masih sangat kecil,"
"Dan meminta untuk batal menikah dengan laki-laki itu tapi sekarang kamu yang menikah dengannya," ucap Dalbert dengan senyuman tipis ke arah adik perempuannya
"Bisakah kakak tidak mengingatnya, entah kenapa aku jadi yang malu mengingat kejadian itu,"
"Kakak, aku sudah siap jadi bantu gandeng aku sampai ke hadapan ayah," ucap Reina dengan senyuman tipis
"Baiklah, tuan putri kecil,"
"Kalau laki-laki itu membuat dirimu menangis atau terluka selalu ingat keluarga kita adalah keluarga yang kuat walaupun tidak memiliki gelar Duke," ucap Dalbert sambil tersenyum
"Dan terima kasih karena selalu melindungi aku dan selalu menyayangi aku," ucap Reina sambil tersenyum tipis
Disisi lain di tempat yang sepi terdapat sebuah makam yang tertulis...
"Kamu lihat hari ini, kamu bisa membuat seseorang menikah dengan bahagia,"
"Rei-"
"Tidak tapi Elice, sekarang kamu pasti bahagia kan?" ucap laki-laki yang berdiri di atas makam itu sambil tersenyum
"Iya Azazel, aku cukup bahagia terutama melihat orang bodoh berdiri di depan makamku begitu lama," ucap seorang perempuan yang berdiri di belakangnya
"Kamu tidakkah bisa menjadikan ini sebagai adegan yang sedikit dramatis?" ucap Azazel dengan senyuman tipis ke arah perempuan itu
"Aku hanya bereinkarnasi, bukan mati dengan serius,"
"Dan juga aku sekarang bisa menjalankan kehidupanku dengan baik dengan dirimu karena kamu yang menemukan aku dulu,"
"Jadi jangan berpikir kalau aku adalah perempuan yang banyak maunya nanti," ucap perempuan itu sambil tersenyum dengan bangga
"Mana mungkin aku menyesali kehidupan ini, aku susah payah mencari dirimu ke seluruh dunia ini artinya aku siap untuk menerima segala resikonya, Elice tersayang," ucap Azazel sambil mencium manis perempuan itu
__ADS_1
"Apa kamu mau lihat pernikahan mereka?" tanya Azazel sambil memeluk manis perempuan yang disayanginya
"Hummm... kalau kamu tidak masalah, aku mau saja, tapi jangan terlalu dekat dengan Dalbert Charles Halmiton ya," ucap Elice dengan tatapan serius
"Baiklah," ucap laki-laki itu sambil tersenyum
Pernikahan yang disiapkan dengan mewah itu dikatakan, kalau itu adalah pernikahan terbesar dan termewah di waktu itu, karena itu pernikahan yang di buat dengan bantuan para penyihir elite hanya untuk membuat semua acara berjalan lancar...
"Acaranya sebentar lagi di mulai, akhirnya aku tidak perlu mendengarkan dirimu mengoceh tentang calon istrimu," ucap James dengan tatapan dingin
"Kamu tidak akan mendengarkan ocehan tentang calon istri tapi ocehan tentang istriku nantinya karena kamu masih bekerja untukku James," ucap Albern sambil tersenyum
"Hah..."
"Aku akan duduk di ujung," ucap James yang kemudian pergi meninggalkan Albern yang berdiri di tempatnya untuk menunggu Reina
"Mempelai wanita memasuki ruangan," ucap seorang pemandu acara
'Aku tidak menyangka kalau aku benar-benar bisa menikahi dirinya,'
'Padahal dia dulu menolak bertunangan denganku,' ucap Albern di dalam hatinya sambil tersenyum menatap perempuan yang dicintainya itu berjalan ke hadapannya di temani oleh ayahnya
"Aku serahkan putriku kepadamu, tolong bahagiakan dirinya,"
"Dan jangan buat aku yang memenggal kepalamu kalau membuat dirinya menderita," ucap laki-laki paruh baya itu dengan tatapan dingin dan tajam
"Aku tentu saja akan membahagiakan dirinya, dan aku pastikan akan menjadi perempuan yang paling-paling bahagia di dunia ini," ucap Albern sambil tersenyum memegang tangan Reina yang telah di lepaskan dari tangan sang ayah
"Tuan Albern Haricyz Erlan, apa anda bersedia menerima Reina Elice Halmiton menjadi istri anda baik suka duka, miskin kaya, dan cantik atau buruk," ucap paus itu
"Aku bersedia," ucap Albern dengan tatapan serius
"Nona Reina Elice Halmiton, apa anda bersedia menerima Albern Haricyz Erlan menjadi suami anda baik suka duka, miskin kaya, dan tampan atau buruk," ucap paus itu
"Aku bersedia," ucap Reina sambil tersenyum
"Baiklah, mulai hari ini takdir kalian akan terus terhubung, dan mulai sekarang kalian pasangan suami istri," ucap paus itu yang kemudian di lanjutkan keduanya dengan melakukan pertukaran cincin...
'Aku merasa sangat berterima kasih karena telah memberikan aku kehidupan yang baru ini karena mungkin tanpa reinkarnasi ini aku tidak akan tau seperti apa kehidupan bahagia itu,'
'Aku sangat berterima kasih, karena aku bisa memutar kembali waktu dan menghargai perempuan yang selalu mencintaiku,'
'*Aku harap hari ini dan seterusnya akan menjadi hari yang membahagiakan bersama dirimu, apapun masalahnya,'
'Aku yakin kita bisa menghadapinya bersama-sama*,'
~***TAMAT~
__ADS_1
Reinkarnasi Reina***