Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 91


__ADS_3

"Ah... bisakah kita berisitirahat sebentar?" ucap Elena dengan tatapan kelelahan


"Hah? kita baru berjalan tidak sampai dari 17 menit 45 detik, fisikmu lemah sekali," ucap Yuria sambil mengerenyitkan dahinya


"Aku tau kamu hebat dan aku bukan perempuan seperti dirimu yang selalu berlari-lari di lorong dan menghukum murid seenaknya dengan kasar," ucap Elena dengan tatapan polos


"KAMU..." ucap Yuria sambil mengepalkan tangannya dan bersiap untuk meninju muka Elena


"Sudahlah, kita istirahat sebentar saja dulu benarkan ketua?" ucap Reina sambil menatap Derick


"Baiklah, kalau begitu kita istirahat 5 menit," ucap Derick sambil menganggukkan kepalanya?


"Reina, kenapa kamu mendukungnya perjalan kita masih jauh padahal tinggal kita tinggalkan saja di belakang," ucap Yuria dengan tatapan marah


'Aku harus menjawab apa ya? Kenapa aku bisa berada di tengah-tengah pertengkaran mereka?' ucap Reina di dalam hatinya


"Emm... bagaimanpun kita tidak boleh seperti itu Yuria, kerja sama tim adalah salah satu nilai yang di perlukan, dan juga Elena kamu tidak boleh berbicara kepada teman satu timmu seperti itu karena bagaimanapun kamu pasti akan memerlukan bantuan dari Yuria," ucap Reina dengan kaku


'Sudah aku duga dia mampu mengatasi hal ini,' ucap Derick sambil tersenyum kecil


"Aku memerlukan bantuan Yuria? tidak mungkin aku adalah seorang pemilik kekuatan suci tidak ada hal yang aku takutkan," ucap Elena sambil menyeringai sombong


'Dia percaya diri sekali, tapi aku dan adikku harus tetap waspada akan bahaya yang akan datang, tidak ada yang tau kapan bahaya akan datang ke sini, untuk membunuh seseorang, terutama yang harus aku lindungi adalah nona muda Halmiton, tuan pemimpin akan membunuh kami berdua jika hal buruk terjadi,' ucap Absyara dengan gemetaran mengingat tekanan yang di berikan oleh Dalbert kepadanya.


"*Tuan pemimpin, saya harap anda menghentikan tekanan anda kepada pewaris takhta kerajaan selanjutnya," ucap Absyara sambil berlutut di hadapan Dalbert


"Terus kenapa? kalau dia seorang pewaris tahta kerajaan, kamu takut kalau keluarga kerajaan akan membunuh kita," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan perlahan-lahan memberikan tekanan kepada Absyara


"Tidak tuan pemimpin, maksud saya anda membunuh demi nona Reina atau demi menyingkirkan orang yang membuat nona Reina menderita? Apa menurut tuan pemimpin nona akan bahagia setelah ini? Apa menurut tuan pemimpin nona akan menerima kenyataan kalau dia adalah pemilik sihir hitam yang terlarang dan menyingkirkan orang yang membuatnya menderita adalah pemilik sihir hitam," ucap Absyara dengan perasaan ketakutan menatap ke arah Dalbert


"Reina, tidak akan mengetahui apapun setelah ini dan aku pastikan kalau dia hanya akan merasakan kebahagiaan," ucap Dalbert sambil berjalan ke arah Absyara


"Absyara, kamu tau aku memilihmu dan adikmu karena apa? karena kamu memiliki orang yang akan kamu lindungi dan seharusnya kamu bisa memikirkan itu dengan baik jika adik perempuanmu berada di posisi adikku, kamu seharusnya pah-"


"Sampai kapan anda akan melindungi nona Reina? kebahagiaan apa itu akan menjamin kalau dia akan hidup dengan baik? Aku tidak akan melakukan hal yang sangat egois untuk Absyuri karena aku rasa banyak hal yang harus dia pahami tentang dunia yang kejam ini tidak hanya harus kebahagiaan selalu, dan jika seandainya aku tiada nanti, aku berharap kalau dia sangat siap menjalani dunia ini tanpa dirimu oleh karena itu aku tidak sepenuhnya memberikan dirinya kebahagiaan dan membuatnya merasakan beberapa hal dari sulitnya kehidupan," sela Absyara sambil mengigit bibirnya menatap Dalbert dengan tatapan tajam


"Jadi...? kamu berani menyela setiap perkataanku dan menganggap setiap perkataanku salah?" ucap Dalbert sambil tersenyum dingin


"Kalau begitu aku akan membuatmu tiada dulu sebelum aku meniadakan dia," ucap Dalbert sambil mengeluarkan pedangnya*


"Absyara, mukamu pucat, apa kamu baik-baik saja?" ucap Asmodeus dari atas pohon


"Ah... tenang saja,Aku baik-baik saja,"

__ADS_1


"Tidak ada yang harus di khawatirkan," ucap Absyara tiba-tiba kembali sadar dengan gemetaran


'Aku tidak menyangka kalau di sini sekarang adalah orang-orang penting berada, tuan pemimpin itu benar-benar mengamankan adik perempuannya dengan orang-orang yang duduk di kursi NHBNTA termasuk diriku,' ucap Asmodeus sambil menatap kebawah


"Deus, bisakah kamu turun sekarang? kamu tidak kebagian cemilan nanti," ucap Derick menggunakan telepatinya sambil menyeringai


"Bisakah kamu tidak berbicara denganku dengan telepati dan jangan panggil aku Deus," ucap Asmodeus melalui telepati sambil mengernyitkan dahinya


"Baiklah, kita sekarang harus melanjutkan perjalan kita," ucap Derick sambil tersenyum


"Reina, barang bawaanmu terlihat banyak biar aku saja yang membawanya," ucap Blake sambil menatap tas yang di bawa Reina


"Eh? tidak apa-apa aku masih bisa membawanya kok, dibandingkan itu bukankah barang bawaanmu juga banyak Blake," ucap Reina sambil menatap tas yang begitu besar di balik punggung Blake


"Biar aku saja yang bawa, kamu urus saja tas bawaanmu sendiri Blake," ucap Albern dengan ketus dan dingin sambil mengambil tas Reina dengan paksa


"Tapi... aku masih bisa membawanya sendiri, bukankah kamu juga membawa banyak barang Albern?" ucap Reina sambil menatap tangannya yang penuh dan tas yang berada di punggungnya


"Suka-suka kepada aku jika aku ingin membawa barang-barang milikmu juga," ucap Albern dengan tatapan dingin dan berjalan di depan Reina


'Ini semua gara-gara Azazel yang menyiapkan barang semuanya di bawa darinya dan dia khawatir berlebihan denganku seakan-akan aku akan mati disini dalam waktu singkat dan Reina tidak ingin menitipkan tasnya kepada aku kan jadinya,' ucap Blake di dalam hatinya dengan kesal


'Kenapa gadis itu perhatian kepada orang lain sedangkan kepadaku jangankan perhatian berbicara tidak ada, perempuan itu selalu saja seperti itu,' ucap Albern di dalam hatinya dengan perasaan cemburu


'Kenapa dia tiba-tiba begitu? Tidak sopan padahal dia bisa bertanya pelan-pelan kepadaku tapi malah ambil tasku seenaknya,'


Melihat yang dilakukan oleh Blake dan Albern membuat Yuria berinisiatif untuk melakukan hal yang sama kepada tunangannya.


"Shun, sini aku bantu bawakan barang bawaanmu juga, pasti beratkan?" ucap Yuria sambil tersenyum


'Bukankah terbalik? seharusnya aku yang menawarkannya karena aku adalah laki-laki? aku harus menolaknya demi harga diriku,' ucap Shun di dalam hatinya dengan tatapan suram melihat yang ingin dilakukan oleh Yuria


"Maafkan aku aku masih bisa membawanya sendiri ini tidaklah berat sama sekali dan Yuria biarkan aku saja yang membawa barangmu," ucap Shun sambil memegang lengan tas yang dibawa oleh Yuria


"Humm... baiklah aku tidak masalah kalau lelah biarkan aku saja nanti yang membawanya," ucap Yuria sambil tersenyum dan menyerahkan tasnya


"Derick, bawa tas aku ini berat dan perjalannya masih jauh," ucap Asmodeus sambil melemparkan tasnya ke arah Derick


"Deus, kamu masih bisa membawa tasku sendiri, kenapa harus aku?" ucap Derick dengan tatapan kesal


"Kamu ingat kamu adalah asisten pribadiku jadi tugasmu adalah membawanya," ucap Asmodeus sambil menyeringai


"Baiklah, nilaimu nanti akan aku minta potong dengan panitia penyelenggara," ucap Derick dengan tatapan dingin

__ADS_1


"Terserah, lakukan sesukamu," ucap Asmodeus sambil menyeringai sambil menatap muka Derick yang sudah begitu masam


"Kalau begitu, Absyuri sini tasmu kakak bawakan kamu bisa lelah karena tidak pernah melakukan jalan jauh seperti ini," ucap Absyara yang menatap adiknya membawa tas yang sama beratnya dengannya


"Tapi kan kakak nanti bisa kelelahan?" ucap Absyuri dengan tatapan khawatir


"Tidak akan tenang saja," ucap Absyara dengan percaya diri dan mengambil tas bawaan adiknya


"Kalau berat gantian kepadaku kak, habis ini kita harus memanjat tebing untuk mencapai titik tujuan jadi biarkan aku yang membawanya, kakak tidak mahirkan yang seperti itu?" ucap Absyuri sambil menatap kakaknya


"Baiklah, kakak akan menyerahkannya kepadamu nanti," ucap Absyara sambil tersenyum


"Aduh... tasku berat apa ada yang bisa membantuku membawa tasku?" ucap Elena dengan air mata aktrisnya


Tidak seorangpun yang mendengarkan ataupun menatap Elena yang berpura-pura lemah.


"Blake, apa kamu tidak ingin membantuku membawa tasku?" ucap Elena dengan mata berkaca-kaca


"Apa kamu tidak lihat tasku juga berat? mustahil untukku membawanya untuk dirimu," ucap Blake dengan tatapan dingin


'Aku tarik ucapanku barusan kepadamu Azazel, terima kasih atas tasnya yang berat aku bisa menghindari dari perempuan ini, lihat tingkahnya saja membuatku risih apalagi membantunya,' ucap Blake di dalam hatinya dengan suram


'Ck, kenapa semuanya dibantu membawa tasnya, terutama Reina, bukankah seharusnya dia bertengkar dengan Albern kenapa mereka bisa akrab lagi,'


'Tapi tunggu saja sebentar lagi kebahagiaanmu yang sesaat itu akan hancur,' ucap Elena di dalam hatinya sambil menggigit bibirnya kemudian tersenyum tipis


'Entah kenapa tiba-tiba aku memiliki firasat buruk? Tapi apa ya? Kenapa tidak begitu tenang? Aku harap ini cuma firasat aku saja,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan khawatir tapi berusaha tenang


"Reina, apa kamu baik-baik saja?" tanya Albern sambil menatap Reina


"Aku baik-baik saja, hanya sedikit yang membuatku khawatir tapi tidak apa-apa," ucap Reina sambil tersenyum


"Kalau begitu jangan banyak berpikir yang tidak-tidak ya," ucap Albern sambil menyentil dahi Reina


"Sakit tau," ucap Reina sambil mengelus sakit yang di lakukan oleh Albern dengan tatapan kesal


"Kalau begitu..." ucap Albern sambil tersenyum kemudian mencium dahi Reina yang sakit


"Tidak sakit lagi kan?" ucap Albern sambil menatap Reina


"Kamu... kamu... hump!!" ucap Reina dengan ekspresi ngambek


'Hanya sebentar saja kebahagiaanmu, selanjutnya kamu akan merasakan sakit...' ucap Elena dengan tatapan tajam ke arah Reina

__ADS_1


Kenapa Elena berkata seperti itu? Apakah yang dimaksud oleh Elena? Apakah semuanya akan berjalan dengan lancar?


REINKARNASI REINA


__ADS_2