
'Aku ada di mana? Ruangan ini ruang perawatan sepertinya aku benar-benar pingsan?' ucap Albern di dalam hatinya sambil memandang keadaan sekitarnya tiba-tiba matanya tertuju kepada seseorang yang duduk tidak jauh dari tempat tidurnya.
"Sudah bangun? Kenapa tidak sekalian mati saja? Jadinya tidak menyusahkan negara," ucap laki-laki itu dengan ketus
'Kenapa James yang berada di sini? perasaan seorang perempuan yang tidak asing membawaku kemari, tapi kenapa dia yang ada di sini,' ucap Albern di dalam hatinya menatap James dengan tatapan tajam
"Kenapa kamu menatapku terus? otakmu sudah bergeser?" ucap James dengan tatapan merinding menatap Albern
"Tidak, tidak ada apa-apa,"
"Aku merasa kalau kamu sedikit berubah menjadi dingin dari perkiraanku dan kasar,"
"Ditambah lagi kenapa kamu ada di sini aku ingat sudah memecatmu kemarin," ucap Albern dengan tatapan dingin
"Aku hanya ingin menyerahkan surat pemunduran diri ini, karena aku tidak sudi di pecat olehmu dan juga aku mulai besok langsung di luluskan dari sekolah," ucap James sambil menaikkan kacamatanya dan menyerahkan sebuah berkas pemunduran dirinya
"Kenapa kamu bisa lulus secepat itu?" tanya Albern dengan tatapan kebingungan
"Aku mulai besok menjadi sekretaris yang mulia menggantikan orang yang pernah merawatmu sejak kecil,"
"Dan aku juga tidak akan bersikap sopan kepadamu karena aku bukanlah orangmu lagi apalagi bertingkah seperti itu,"
"Aku bukanlah orang yang membawamu ke ruang perawatan tapi seorang gadis yang akan kamu batalkan pertunangannya itulah yang menolongmu, dan saranku kamu lebih baik meminta maaf kepadanya karena banyaknya kesalahan yang kamu perbuat,"
"Aku sekarang harus pergi dulu, karena besok aku harus berangkat pagi-pagi sekali," ucap James dengan tatapan dingin kemudian pergi meninggalkan ruangan perawatan
'Dia bilang apa gadis ja***g itu? dia pasti bohong\, mana mungkin dia bersikap seperti itu kepadaku\,' ucap Albern di dalam hatinya dengan perasaan yang tidak percaya
"ALBERN!!" teriak seorang gadis yang menerobos pintu tanpa mengetuk pintu
"Elena, bagaimana kamu bisa tau aku telah bangun?" tanya Albern dengan tatapan curiga
"Aku tadi berpapasan dengan James dia bilang kamu sudah bangun jadi aku langsung ke sini untuk menjengukmu," ucap Elena sambil menggenggam tangan Elena
"Aku sangat merindukanmu Albern," ucap Elena dengan tatapan manja
"Aku juga merindukanmu," ucap Albern sambil mengelus rambut Elena
__ADS_1
'Ah, iya aku bisa memastikannya melalui Elena, mungkin saja James berbohong kepadaku' ucap Albern di dalam hatinya sambil menatap Elena
"Elena, apa kamu tau siapa yang membawaku ke ruangan perawatan?" tanya Albern sambil menatap Elena dengan tatapan penuh kasih sayang
"Aku tidak tau, aku juga tau dari orang-orang," ucap Elena dengan tatapan polos
'Sepertinya memang perempuan licik itu,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan dingin
"Elena, luka yang ada di tanganmu itu luka apa?" ucap Albern sambil menatap luka yang ada di tangan kekasihnya
"Ah... ini bukan apa-apa kok," ucap Elena sambil tersenyum lembut
"Katakan yang sebenarnya kenapa tanganmu bisa terluka seperti ini,"
"Elena, aku pasti akan melindungimu, jadi katakan kenapa kamu bisa luka seperti ini,"ucap Albern dengan tatapan khawatir
"Itu... jika aku mengatakannya maka dia akan terus melukaiku jadi, aku tidak bisa mengatakan namanya," ucap Elena dengan mata berkaca-kaca
"Elena, apa yang kamu takutkan? aku ada di sini, siapa pun pasti tidak akan bisa melukaimu," ucap Albern sambil menyeka air mata yang akan tumpah itu
"Perempuan itu adalah Reina, dia memukulku dan mengatakan kalau aku tidak pantas untuk berdiri di sampingmu,"
"Aku di cambuk olehnya kemudian dia minta aku untuk pergi meninggalkan akademi," ucap Elena dengan air mata yang mengalir dan perasaan tertekan seolah-olah dia adalah korban dan Reina adalah pelaku
"Dia memang perempuan yang sangat kejam, karena iri dia melakukan apa saja untuk menindas orang,'
'Kalau di pikir-pikir bagaimana mungkin gadis itu menolongku tanpa menginginkan apa pun, pasti dia menolongku karena menginginkan takhta ratu,' ucap Albern di dalam hatinya sambil mengelus kepala Elena dan memeluk Elena
"Tenang saja, aku akan melaporkannya kepada dewan kesiswaan dan meminta peradilan dari para murid lainnya untuk memberikan hukuman kepada Reina, dan juga aku akan langsung memutuskan pertunangan di depan publik," ucap Albern sambil berusaha menenangkan Elena
"Terima kasih Albern telah ingin membantuku, aku sangat mencintaimu," ucap Elena sambil memeluk Albern
"Iya, aku juga Elena," ucap Albern membalas pelukan Elena
Disisi lain...
"Reina, kenapa kamu melamun dari tadi?" tanya Yuria dengan tatapan kebingungan
__ADS_1
"Tidak kenapa-kenapa, tapi aku hanya merasa akan ada hal buruk yang akan menimpa aku," ucap Reina dengan tatapan suram
"Mana mungkin, kamu ditimpa hal buruk,"
"Kamu lihat itu di depan kamu, ada cowok yang menyukaimu berjalan ke sini," ucap Yuria sambil menunjuk ke arah Blake yang berjalan ke arah mereka
"Emmm... maaf tapi dan Blake cuma teman jadi jangan suka berfantasi yang aneh-aneh Yuria," ucap Reina dengan tatapan tajam
'Padahal sejak dulu dia selalu terang-terangan melakukan hal yang romantis untuk Reina, tapi Reina adalah makhluk dengan tembok baja,' ucap Yuria di dalam hatinya dengan perasaan kesihan kepada Blake
"Reina, Yuria, ada apa kalian berdua kalian terlihat begitu semangat di sini," ucap Blake sambil berdiri di depan kedua gadis itu
"Tidak, ada yang penting sih dari pembahasan kami berdua hanya membahas tentang sekolah," ucap Reina sambil tersenyum
"Kamu ada apa kesini Blake?" tanya Yuria yang langsung menyambung pembicaraan antara Blake dan Reina
"Aku ingin menyampaikan kalau nanti ada rapat dadakan yang akan di adakan,"
"Hah... Reina rapat kali ini membahas tentang dirimu yang dikatakan telah menyalahgunakan kekuasaan dewan kesiswaan untuk menindas Elena," ucap Blake dengan tatapan serius dan khawatir
"BAGAIMANA BISA REINA MENYALAHGUNAKAN KEKUASAAN?!"
"REINA SELALU MENJALANKAN KODE ETIK DEWAN KESISWAAN DENGAN BAIK,"
"KITA HARUS SEGERA MENCABUT TUNTUTAN INI," teriak Yuria dengan tatapan kesal dan marah
"Aku ragu kita bisa mengatasi masalah ini karena hampir semua siswa di akademi telah menandatangani sebuah petisi untuk membuktikan penindasan itu dan membuka sidang itu mau tidak mau di setujui oleh ketua dewan kesiswaan," ucap Blake sambil menggelengkan kepalanya dengan tatapan khawatir
'Sudah dekat dengan kematianku ya, padahal aku sudah memutuskan untuk pembatalan pertunangan,'
'Aku harus cari tau kenapa ini bisa terjadi, sebelum tiba-tiba kepalaku telah ada di depan istana kekaisaran,' ucap Reina di dalam hatinya sambil berusaha menenangkan dirinya
'Aku harus berhasil melindungi orang yang aku sayangi untuk kedua kalinya,' ucap Blake di dalam hatinya dengan genggaman tangan yang erat
Apakah Reina akan benar-benar mati? Apakah Blake bisa menyelamatkan orang yang dia cintai untuk kedua kalinya? Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1