Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 178 aku seperti angin yang berhembus


__ADS_3

"Kalau aku tidak melihat kondisi korban yang telah di buat terluka oleh bawahanku, aku tidak memiliki hati nurani,"


"Dan juga adikku begitu perhatian denganmu padahal kalian telah memutuskan pertunangan,"


"Kamu seperti masih memiliki perasaan yang dalam kepada adikku dan kamu mungkin tidak sadar tapi ekspresi wajahmu yang tipis itu tidak bisa menyembunyikan semuanya,"


"Adikku juga sama sekali tidak mengetahui kalau kamu masih memiliki perasaan kepadanya, begitu polos dirinya sampai dia tidak mengetahuinya,"


"Jadi menurutmu bukankah kamu sangat beruntung bisa mendapatkan yang seperti itu?" ucap Dalbert dengan tatapan dingin


'Dalbert, memang tidak pernah sekalipun setuju dengan perasan yang aku miliki kepada Reina bahkan dia orang yang selalu melindungi Reina dari dunia politik,'


'Dia adalah orang yang sangat kuat dan juga sekarang dia adalah seorang atasanku jadi aku tidak bisa menentang yang dia katakan,'


'Sedangkan aku hanya orang yang bisa meminta bantuan orang lain,'


'Menyedihkannya aku ini, kenapa dia mengatakan kalau aku beruntung?' ucap Albern di dalam hatinya dengan kepala tertunduk


"Tidak, aku tidak merasa kalau keadaan yang aku rasakan sekarang adalah keberuntungan,"


"Karena aku masih tidak bisa melakukan hal yang lebih dengan kemampuan yang aku miliki sekarang,"


"Padahal aku hanya ingin bisa melindungi orang yang aku cintai dan hidup bersamanya tapi aku masih harus terlibat dengan musuh-musuh dibalik kegelapan,"


"Hidup dan matiku di pertaruhkan di dalam hitam dan putih papan,"


"Jadi menurut dirimu apakah aku merasa beruntung?" ucap Albern dengan masih kepala tertunduk sambil me menggelengkan kepalanya


'Dia memikirkan sesuatu dengan penyesalan dan sadar akan posisinya yang tidak mungkin mampu jika tidak memiliki kekuatan dibelakangnya,'


'Apa aku harus turun tangan? Bagaimanapun dia bisa kembali ke masa lalu karena aku yang di masa depan memberikan dirinya kesempatan kedua untuk menyelamatkan Reina dari kematian,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan yang dipenuhi kebimbangan


"Jika itu adalah pendapat darimu,"


"Ini adalah air suci yang aku dapatkan dari orangku jadi sembuhkan lukamu yang mengganggu itu dan dapatkan pengakuan dari para anggota dewan jika kamu merasa benar-benar layak untuk diberikan kesempatan kedua itu,"


"Aku bukan mendukung dirimu tapi karena kebahagiaan Reina di atas segalanya," ucap Dalbert dengan kening yang berkerut


Di ruangan dewan kesiswaan...

__ADS_1


"Jadi, karena kamu baru saja hadir hari ini untuk mengikuti pembelajaran,"


"Aku rasa kamu harus mengetahui tata letak akademi terlebih dahulu karena kamu harus tau kalau kamu tidak akan bisa pergi ke kelas atau ke kantin jika tidak tau dimana tata letaknya dengan baik," ucap Derick sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya


"Itu memang benar, tapi bukankah semua siswa sedang berada di jam pelajaran?" ucap seorang gadis dengan tatapan yang polos


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Masuk saja," ucapan Derick sambil membuka pintu dengan sihirnya


"Aku ke sini untuk melaporkan diriku yang bergabung dengan dewan kesiswaan," ucap Reina sambil berjalan masuk ke dalam ruangan


'Ruangannya ternyata sangat luas dan mewah seperti ruangan kerja ayah,' ucap Reina di dalam hatinya sambil berjalan masuk


"Reina kebetulan sekali kami sedang membutuhkan orang," ucap Derick sambil tersenyum


"Bisakah kamu langsung mengerjakan tugas pertama?


"Tugasnya mudah antar gadis ini keliling Akademi,"


"Kamu bisa kan? Yah aku harusnya yang menemani siswa baru untuk berkeliling akademi tapi aku sedang memiliki banyak pekerjaan, jadi ini adalah tugas pertama untukmu bagaimana?" ucapnya lagi dengan tatapan yang tajam


'Menumpuk darimana dokumen itu?' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap tumpukan dokumen yang tidak terlihat memenuhi meja itu


"Aku mau saja mengerjakan pekerjaan ini tapi aku masih harus merawat seseorang di ruangan perawatan,"


"Aku juga tidak tega meninggalkannya di ruangan itu sendirian,"


"Bukankah ketua dewan tau kalau dia sedang terluka parah sekarang jadi aku harus merawatnya," ucap Reina dengan tatapan bersalah


"Kamu tenang saja nanti jika ada anggota dewan kesiswaan yang lewat atau masuk ke sini akan aku minta dia untuk menyampaikan pesan ini kepada Albern,"


"Ditambah lagi aku yakin dia pasti akan mengerti kalau ini adalah tradisi yang harus di hormati karena mereka adalah murid baru," ucap Derick sambil tersenyum kecil


'Aku tidak bisa memberikan alasan yang jelas dan masuk akal lagi untuk menolak pekerjaan pertama ini,'


'Sepertinya memang aku harus mengerjakannya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan yang sedih


"Baiklah, akan aku lakukan,"

__ADS_1


"Tapi sebelum itu, apakah aku boleh tau nama anda nona," ucap Reina sambil menatap gadis yang berada di depannya dengan tatapan yang penuh hormat dan sopan


"Karena ini adalah akademi jadi aku hanya akan memperkenalkan diriku secara langsung,"


"Perkenalkan namaku adalah Elena, dan aku merasa sangat tersanjung karena di antar langsung keliling oleh siswa terbaik di akademi ini," ucap Elena sambil tersenyum dengan lembut ke arah Reina


'Elena? Dia bukankah tokoh utama novel ini, dia muncul di hadapanku secara langsung,'


'Ditambah lagi dia terlihat seperti deskripsi novel gadis yang baik dan lembut,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap Elena dengan tatapan senang


"Eh? Kamu tau tentangku?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan


"Tentu saja aku tau, kamu adalah Reina Elice Halmiton putri keluarga Marques yang sangat di sayangi dan murid yang berprestasi pada saat pendaftaran masuk ke dalam akademi,"


"Jadi siapapun pasti akan mengagumi dirimu," ucap Elena dengan tatapan yang tertarik


'Dia bahkan tau aku siapa? betapa baiknya dia mengingat keluargaku yang tidak sehebat keluarga bangsawan lainnya kecuali soal skandal pemutusan pertunangan itu aku yakin berita itu lah yang membuat keluargaku populer di kalangan masyarakat-masyarakat ibu kota,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan yang tidak enak


"Terima kasih atas pujiannya,"


"Tapi aku harap aku bisa di perlakukan seperti siswa biasa lainnya," ucap Reina dengan senyuman kaku


"Ah iya, bagaimana kalau kita langsung berkeliling akademi sekarang?"


"Karena akademi ini tidak akan ada habisnya untuk dikunjungi oleh karena itu mari kita pergi sekarang," ucapnya lagi dengan tatapan yang ramah


"Kalau begitu mohon bantuannya nona Reina," ucap Elena sambil memberikan hormat kepada Reina


"Tidak perlu memanggilku dengan kata Nona cukup Reina," ucap Reina sambil menggenggam tangan Elena keluar dari ruangan


'Aku rasa adik dan kakak itu tidak memiliki sopan santun dalam mengetuk pintu ataupun pergi keluar ruangan tanpa berbicara,'


'Dia menganggap aku seperti angin yang berhembus,'


'Padahal aku sedang didepan mereka, tapi aku juga tidak bisa bertindak semena-mena,'


'Karena nyawaku bisa langsung ada di tangannya,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan yang pasrah akan dunia


Bagaimanakah jalan-jalan bersama tokoh utama? Apakah Derick akan memberi tau hal yang terjadi kepada Dalbert? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2