
"Derick, kamu sejak kapan di sana dan mendengarkan pembicaraan kami?" ucap Luke dengan tatapan tajam
"Kalau aku tidak ingin memberi tau dirimu bagaimana?"
"Kamu ingin bertarung denganku tapi tuan pemimpin ada di belakangku loh, kamu yakin ingin ribut denganku?" ucap Derick sambil menyeringai
"Kamu," ucap Luke dengan menggigit bibirnya
"Kalau begitu sudahlah ribut-ributnya, kita di sini karena masalah darurat ini," ucap seorang laki-laki yang berada di sebelah perempuan itu
"Absyara, kamu sepertinya semakin hari semakin mirip perempuan," ucap Derick dengan tatapan menyidik
"Aku sedang diam ya, jangan buat aku emosi," ucap Absyara dengan tatapan dan senyuman dinginnya
"Jika putra mahkota bisa menangani masalah di kegelapan ini, kita tidak perlu turun tangan tapi tetap awasi setiap pergerakannya,"
"Dan juga para bangsawan sekarang telah mundur sedikit demi sedikit karena pengaruh putra mahkota tapi untuk urusan pendeta dari katedral mereka setiap harinya mulai melakukan perkembangan pemberontakan ditambah lagi muncul seorang gadis yang memiliki sihir cahaya menyebabkan sebagian rakyat menjadi lebih percaya kepada katedral," ucap seorang laki-laki bertudung itu sambil berjalan ke arah kursinya
"Aku ada dengar kalau gadis itu berasal dari keluarga baron, tapi yang benar saja dia berasal dari keluarga yang egois dan haus akan kekuasaan walaupun begitu belum ditemukan bukti-bukti dia memberontak,"
"Ditambah lagi dia akan masuk ke akademi pada saat satu minggu setelah peresmian penerimaan para siswa baru, kita harus mengawasinya," sambung Derick sambil menghela nafas panjang
"Kalau begitu Absyara dan Absyuri kalian berdua masuk ke dalam akademi untuk mengawasi perempuan itu sekalian menjaga nona muda kalian yang masuk ke dalam akademi," ucapnya lagi sambil menatap kedua orang yang kembar itu
"Kenapa harus kami berdua, aku tau kalau kamu menganggap kami berdua masih kecil tapi kami sudah dewasa ditambah lagi tanpa pergi ke akademi, kami telah belajar dan di latih," ucap Absyuri dengan tatapan tajam
"Hoh... jadi kalian merasa malu aku paham,"
'Entah kenapa aku merasakan firasat buruk tentang masalah ini,' ucap Dezria di dalam hatinya dengan suram
__ADS_1
"Tenang saja, Dezria juga akan ikut masuk ke dalam akademi sebagai seorang siswa," ucap Derick sambil menatap laki-laki yang sedang bermalas-malasan
'Sepertinya instingku tidak pernah meleset, sudah aku duga hal semacam ini akan terjadi,' ucap Dezria di dalam hatinya dengan tatapan suram
"Aku tidak setuju dengan ini, aku akan menjadi pemimpin negara timur tengah jadi..." ucap Dezria tiba-tiba terpotong ketika melihat tatapan dari sang pemimpin yang tajam
"Baiklah, akan aku lakukan," ucap Dezria sambil menundukkan kepalanya dengan gemetaran
'Tuan pemimpin sangat menyeramkan, dia menatapku dengan sinis tanpa berbicara satu kata pun,' ucap Dezria di dalam hatinya dengan gemetaran
'Kenapa semuanya hanya takut kepada Dalbert? Bukan kepadaku? Padahal kami hanya selisih sedikit tapi kelakuan mereka kepadaku berbeda,' ucap Derick di dalam hatinya sambil mengangkat cangkir tehnya
"Jadi si kembar bagaimana? kalian yakin tidak ingin ikut? Kalian lihat Dezria saja dengan sukarela ikut," tanya Derick sambil menyeringai
"Jika kalian berdua tidak ingin ikut maka aku pastikan kalian akan aku berikan pembelajaran enam kali lipat lebih berat dari sebelumnya," ucap Dezria melalui senyuman yang dinginnya secara tiba-tiba
'Kenapa Dezria tiba-tiba tersenyum begitu menyeramkan dan dari senyumannya dia akan memberikan pelajaran lebih berat,' ucap Absyara di dalam hatinya dengan perasaan merinding ketika melihat gurunya menatapnya begitu tajam dan dingin
"Tunggu Kak, kenapa kakak setuju dengan ini langsung dan tidak menanyakan pendapatku, bagaimanapun aku belum berbicara setuju," ucap Absyuri dengan tatapan terkejut
"Apa kamu yakin Absyuri? kakakmu sendiri sudah menyetujui tentang masuk ke dalam akademi ini, dan kamu artinya akan terpisah dengan kakakmu," ucap Derick sambil tersenyum
'Yuri, kamu lihat gurumu yang mengajar itu, dia sedang mengancam kita untuk setuju masuk ke dalam akademi kalau tidak dia akan memberikan kita pelajaran enam kali lipat lebih berat dari sebelumnya dan juga bukankah kamu tau kita sedang berada di fase untuk belajar, jadi daripada diberikan tugas yang lebih berat dan nyawa terancam lebih baik kita setuju,' ucap Absyara dengan telepati
'Baiklah, kalau begitu aku akan setuju,' ucap Absyuri dengan telepati
'Mereka berdua masih sempat melakukan telepati untuk setuju atau tidak masuk ke dalam akademi,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap kelakuan di antara keduanya
"Karena aku tidak ingin terpisah dengan kakakku maka aku akan setuju untuk ikut masuk ke dalam akademi," ucap Absyuri dengan tatapan dingin ke arah Derick
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengurus identitas kalian selama berada di akademi dan tentu saja aku akan memasukkan kalian ke dalam dewan kesiswaan supaya nantinya tidak banyak materi di akademi yang bisa kalian ikuti ditambah lagi kalian boleh tidak masuk karena di dalam dewan kesiswaan, ini adalah keuntungan yang akan aku berikan kepada kalian jadi tenang saja kalian tidak akan mendapatkan pekerjaan yang berat sebagai dewan kesiswaan," ucap Derick sambil menyeringai
Beberapa hari kemudian pesta besar yang akan di adakan oleh keluarga Halmiton tiba dan seluruh tamu dari seluruh negeri hadir untuk ikut berbahagia atas keberhasilan seorang perempuan di keluarga Halmiton yang berhasil meraih sebuah prestasi yang luar biasa.
Tok... tok.....tok..... Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan
"Reina, kakak masuk ya?"
"Apa kau sudah siap?" tanya Dalbert sambil membuka pintu ruangan kemudian terdiam melihat adik perempuannya yang begitu cantik
"Wah.. wah... wah..."
"Kamu memakai pakaian itu seperti ikan yang biasanya mengembang itu kamu tau kan?" ledek sang kakak sambil menyeringai
'Pantas saja dia tidak pernah disukai oleh para perempuan dengan perempuan saja dia tidak ada sopan santunya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan tertusuk
"Kakak tidak bisa jadi orang yang memuji perempuan yang berdandan apa?" ucap Reina dengan muka yang mengambek
"Kamu mengambek seperti itu malahan akan membuat dirimu semakin mirip seperti ikan itu," ledek lagi sang kakak sambil menyeringai kemudian melihat jam sakunya
"Reina, kakak hanya bercanda,"
"Kamu terlihat cantik dan manis, melebihi seorang utusan dewa," ucap Dalbert sambil tersenyum manis
"Tidak ada perempuan yang akan langsung terpana ketika mendengarkan pujian setelah hinaan," ucap Reina dengan tatapan datar
"Nanti akan kakak belikan apa pun yang kamu inginkan kalau begitu tapi sudahi marahmu itu," ucap Dalbert dengan tatapan pasrah
"Baiklah, aku setuju," ucap Reina sambil menganggukkan kepalanya kemudian menggandeng uluran tangan kakaknya
__ADS_1
Pesta seperti apa yang menanti Reina? Apakah semuanya akan seperti di masa lalu? Bagaimanakah takdir Reina selanjutnya?
REINKARNASI REINA