Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 198 Bunuh lah aku


__ADS_3

Setelah mendengarkan perkataan orang-orang misterius untuk Reina. Reina berpura-pura memejamkan matanya karena dia tau pastinya tidak akan ada keadaan yang baik setelah dia mengetahui semua informasi itu.


"Yang anda katakan benar kepala pendeta,"


"Keluarga mereka sejak turun-temurun memang jelas tidak pernah ingin berdoa dan memohon kepada dewa sudah jelas kalau mereka adalah contoh yang membuat sebagian bangsawan tidak ingin percaya lagi kepada para dewa,"


"Kalau keluarga mereka dibiarkan malah para bangsawan akan semakin berkurang untuk memberikan dana kepada katedral dan kepercayaan mereka kepada dewa akan semakin sedikit," ucap salah seorang pendeta dengan tatapan merendahkan ke arah Reina yang sedang berpura-pura tidur itu


"Kalau sampai nantinya mayat perempuan ini di temukan maka kita bisa memberikan alasan bahwa dia adalah salah satu contoh orang yang melakukan perjanjian dengan iblis hingga membuat dirinya di hukum oleh dewa,"


"Dan mungkin dari hal itu nantinya semua orang akan kembali kepada para dewa, karena selama dia tidak hidup dan mengatakan kebenarannya maka kita bisa membuat sebuah kebohongan," ucap kepala pendeta sambil berjalan ke arah Reina


'Mereka membicarakan hal buruk tentang keluargaku dan itu adalah pihak dari katedral,'


'Aku sangat tidak menyangka kalau mereka adalah orang-orang seburuk itu menggunakan nama dewa untuk melakukan hal keji seperti ini,'


'Aku jadi mengerti kenapa kakak dari dulu selalu melarang aku untuk pergi ke katedral,'


'Kemarahan yang aku lakukan dulu ternyata dulu adalah perbuatan bodoh dan sia-sia,'


'Baru aku sadari sekarang kalau kakak sebenarnya sangat-sangat menyayangi aku,'


'Kalau nantinya aku masih bisa kembali dengan selamat aku akan meminta maaf kepada kakak karena telah berbicara buruk dan melakukan hal buruk tentang dirinya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan menyesal dan bersalah karena baru menyadari ucapan dari orang yang disayanginya


Tiba-tiba suasana yang tadinya ramai menjadi sepi, walaupun Reina tidak mengetahui alasan menjadi sepinya ruangan itu dia tetap berpura-pura tidur supaya dia bisa mengetahui lebih lanjut mengenai apa yang terjadi.


"Bagaimana perempuan itu? Apa dia sudah sadar? Untung saja kepala pendeta berada di akademi hingga rencana ini tidak mudah di curigai oleh para dewan kesiswaan,"


"Ditambah dia akan dianggap sebagai orang yang lari dari tuntutan, karena perasaan bersalah," ucap seseorang yang berjalan masuk ke dalam ruangan itu dengan tatapan meremehkan ke arah Reina yang masih terbaring itu


'Suara ini...'


'Apakah dia benar-benar Elena? Seharusnya Elena yang berada di dalam novel adalah sosok orang yang lemah lembut,'

__ADS_1


'Tidak mungkin jika dia adalah orang yang memiliki pemikiran yang seperti ini,'


'Tapi kalau memang benar, novel yang aku tulis malah akhirnya pemeran antagonis berakhir tragis karena perbuatan yang aku lakukan,'


'Ini adalah hukuman yang adil,' ucap Reina di dalam hatinya dengan senyuman pahit


"Akhirnya aku tidak perlu melihat wajah sombong orang seperti dirimu Reina,"


"Karena apa? Semenjak dirimu di umumkan sebagai tunangan putra mahkota maka harapanku untuk duduk di kursi ratu dan mendapatkan kekuasaan,"


"Hilang begitu saja, semua usaha yang aku lakukan menjadi sia-sia,"


"Dan karena dirimu jugalah orang tuaku sering sekali melakukan kekerasan kepadaku sampai pada akhirnya aku mendapatkan sihir cahaya yang bisa menyembuhkan berbagai luka dan penyakit,"


"Kekuatan dewa yang seperti inilah yang membuatku yakin kalau para dewa masih mencintai aku," ucap Elena sambil tersenyum dan menginjak-injak tubuh Reina


'Aku tidak boleh mengeluhkan rasa sakit ini, karena jika aku melakukannya aku pasti akan dibunuh olehnya,' ucap Reina di dalam hatinya sambil berusaha menahan suaranya dengan menggigit lidahnya sendiri namun walaupun dia menahan sakit wajahnya yang menahan kesakitan itu terlihat oleh Elena


'Ternyata dia sudah sadar dari tadi dan mendengarkan semua pembicaraan yang aku katakan dari tadi,'


Setelah itu diinjaknya lagi kaki dan tangan Reina sampai berbunyi, Reina memutuskan untuk berteriak.


"AKH..."


"HENTI...KAN IN...I AK...U MO...HON," ucap Reina dengan meringis kesakitan memohon supaya dirinya dilepaskan oleh Elena


"Akhirnya kamu sadar juga, aku pikir kamu akan selama-lamanya berpura-pura tidur," ucap Elena sambil tersenyum sinis menatap ke arah asal suara itu


"Dan kamu bilang apa barusan Reina? mohon kepadaku?"


"Puff..."


"Hahaha,"

__ADS_1


"Kemana perginya sifat milikmu yang angkuh dan sombong itu? Aku rasa baru kemarin kamu menunjukkan taringnya kepada diriku,"


"Bahwa kamu bisa mendapatkan posisi teratas karena usaha yang kamu lakukan sendiri, tapi sekarang kamu malah memohon dibawah kakiku seperti seorang budak,"


"Sungguh menyenangkan melihat dirimu hancur, karena kamu tidak pernah merasakan rasa sakit yang aku rasakan sejak aku masih kecil,"


"Sekarang aku bahagia karena melihat dirimu yang akan lumpuh tidak bisa berdiri ditambah dirimu yang sebentar lagi akan menghancurkan kehormatan keluargamu sendiri karena perbuatan yang kamu lakukan sendiri," ucap Elena dengan tatapan tajam dan dingin ke arah Reina yang dengan tatapan meringis itu


"Apakah menurutmu dengan menghancurkan aku, kamu bisa langsung naik ke posisi puncak?"


"Kenapa kamu begitu yakin kalau dengan hancurnya aku kamu bisa di posisi yang aku duduki?"


"Apakah kamu tidak merasakan sesuatu Elena? kalau nantinya kamu yang akan menjadi sebuah boneka pengganti setelah aku tiada,"


"Jadi apapun yang kamu kejar semuanya akan menjadi ilusi saja,"


"Kamu tidak akan pernah menemukan kebahagiaan sejati jika kamu merebut sesuatu dengan cara yang kejam seperti ini," ucap Reina dengan terbata-bata karena luka yang sangat dalam untuk dirinya


"Kenapa aku harus mendengarkan perkataan bodohmu itu? Aku tau kalau kamu hanya akan membuat diriku untuk menyerah dan melepaskan dirimu,"


"Jadi jangan pernah kamu pikir aku bodoh,"


"Jika kamu berusaha mengatakan hal-hal yang omong kosong maka aku pastikan salah satu tubuhmu akan terpotong-potong oleh belati ini," ucap Elena dengan tatapan yang begitu haus darah sambil mengulurkan sebuah belati ke arah tubuh Reina


'Aku yakin dia telah menjadi gila, karena dia tidak bisa mendapatkan yang dia inginkan,'


'Kalau begini ceritanya aku bisa mati dengan nama yang buruk, keluargaku pasti akan kecewa karena aku adalah anak yang hanya bisa mengotori nama keluarga,' ucap Reina di dalam hatinya dengan mata yang berkaca-kaca


"Baiklah, aku mengerti,"


"Jika kamu sangat-sangat membenci maka bunuh lah aku, tapi Elena pesan terakhirku sebelum aku mati bahwa kamu adalah orang yang terlalu egois untuk meminta cinta,"


"Kamu adalah orang yang paling menyedihkan di dunia ini," ucap Reina dengan terbata-bata dan kesulitan namun masih dengan senyuman yang lembut

__ADS_1


Apakah Reina benar-benar akan mati di sini? Apakah Elena benar-benar sudah menjadi orang yang gila? Apakah yang membuat Elena menjadi seperti ini? Seperti apakah kisah mereka selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2