
Setelah beberapa hari pencarian Reina di temukan dan sidang besar yang menodai nama Reina dicabut karena tidak terbukti kebenarannya. Gadis yang terluka itu dibawa ke ruangan khusus perawatan di akademi, ruangan ini dikhususkan untuk orang-orang yang terluka berat.
"Aku berterima kasih kepada yang mulia putra mahkota karena telah menolong adik perempuanku disaat aku tidak bisa berada di sisinya,"
"Jadi bagaimana dengan keadaan adikku yang mulia?" ucap Dalbert yang memberikan hormat dan perasaan terima kasih kepada Albern
"Beberapa tulangnya patah dak juga ada beberapa luka dalam yang belum bisa di obati,"
"Untuk mengobati lukanya, kita harus melakukan perawatan instensif kata beberapa dokter kerajaan,"
"Biarkan aku yang bertanggungjawab atas Reina," ucap Albern dengan senyuman lembut menatap Reina
'Dia sebenarnya mungkin sadar kalau dia tidak bisa melupakan Reina atau meninggalkan perasaan cintanya dengan Reina,'
'Ditambah lagi memang tulus mencintai Reina namun dia tidak pernah memaksa Reina dan malah mendukung semua yang Reina inginkan,'
'Tapi dia masih berusaha menjaga jarak dan menganggap dirinya sebagai seorang teman untuk Reina,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil menatap Albern dengan dingin
"tok... tok... tok..." Suara ketukan pintu
"Ada apa?" tanya Dalbert sambil mengunakan sihirnya untuk membuka pintu ruangan itu
"Master, saya baru dapat laporan kalau para bangsawan sudah mulai bergerak untuk melancarkan pemberontakan dengan alasan pendukung pangeran kedua," ucap Luke sambil berlutut menghormat di hadapan atasannya
"Tidak heran, sejak insiden katedral yang membuat katedral mundur dan kehilangan sebagian kepercayaannya maka ini adalah saat yang tepat untuk melakukan pemberontakan dan juga mengingat putra mahkota terlibat dalam insiden tersebut,"
"Mereka mengira kalau putra mahkota sedang dalam kondisi yang lemah,"
"Oleh karena itu mereka akan melakukan pemberontakan secara besar-besaran,"
"Kemampuan mereka untuk melakukan pemberontakan seperti ini patut di apresiasi karena kita tidak perlu lagi secara diam-diam membunuh mereka yang merusak tanaman yang tumbuh di kekaisaran," ucap Dalbert sambil menatap Luke dengan tatapan serius dan seringaian
"Mereka mengira kalau aku tidak mengetahui mereka bergerak,"
"Luke, kumpulkan semua anggota NHBNTA untuk rapat pembasmian hama di kerajaan secara besar-besaran," ucap Dalbert dengan nada perintah dan tatapan dingin
"Akan saya kumpulkan Master," ucap Luke sambil memberikan hormat kepada Dalbert kemudian pergi meninggalkan ruangan itu
__ADS_1
"Albern, kamu ingin ikut ke dalam rapat atau tidak? Aku telah mendengar semuanya langsung dari mulut Derick," ucap Dalbert dengan tatapan serius
"Aku berencana untuk ada di sisi Reina sekarang sampai dia bangun, jadi bisakah aku diberikan keringanan untuk menjaga Reina," ucap Albern dengan tatapan serius
"Baiklah, aku mengerti,"
"Nanti akan aku sampaikan kepadamu hasil dari rapat hari ini, jadi tolong jaga Reina dengan baik," ucap Dalbert sambil menahan pintu yang terbuka itu kemudian dia keluar dari ruangan
'Aku tidak ingin hal-hal buruk terulang lagi kepada Reina, jadi aku harus mengorbankan diriku kali ini untuk kematiannya jika benar-benar diperlukan,' ucap Albern sambil memegang tangan Reina dengan penuh cinta kasih
"Ugh..."
"Ini ada dimana?" ucap Reina dengan suara yang hampir tidak bisa di keluarkan karena sudah beberapa hari tidak sadarkan diri
"Reina, akhirnya kamu sadar,"
"Minum air ini dulu," ucap Albern sambil membantu Reina untuk minum
'Kenapa dia yang menjaga di sini? bukankah dia sama sekali tidak pernah peduli denganku,'
'Aku tau ini adalah kepalsuan yang dia lakukan, hanya supaya dia bisa melakukan yang dia inginkan,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan tajam dan dingin namun sambil meminum air yang diberikan
"Aku ingin berbicara denganmu Albern," ucap Reina dengan tatapan yang serius
"Mau berbicara apa? Bagaimana kalau tunggu keadaan dirimu lebih baik daripada kondisi sekarang,"
"kamu masih kesulitan berbicara karena tenggorokan milikmu masih kering bukan?" ucap Albern dengan tatapan penuh perhatian
"Tapi ini adalah hal yang ingin aku bicarakan," ucap Reina dengan tatapan yang serius
"Baiklah, kalau begitu setelah kamu bertanya dan aku menjawabnya, aku ingin kamu berisitirahat,"
"Mengerti Reina?" ucap Albern sambil mengelus kepalanya
Setelah mendengarkan perkataan Albern, Reina hanya mengangguk setuju.
"Jadi, apakah kamu serius dengan perkataan yang kamu katakan terakhir kali?"
__ADS_1
"Dan kenapa kamu ingin mencintai aku? Dan apa alasanmu mencintai aku?" ucap Reina dengan tatapan serius
"Aku sangat serius dengan perasaanku ini dan aku mencintai Reina dengan tulus, aku tidak pernah memandang Reina kaya atau miskin, jelek atau buruk dan kurang atau lebih dirinya,"
"Aku tulus mencintai jiwanya bukan tubuh fisiknya," ucap Albern dengan tatapan serius membuat Reina terkejut dengan perkataan terakhir Albern seolah-olah dia memberi tau kalau dia hanya mencintai Reina yang sesungguhnya bukan orang yang berbicara dengan dirinya sekarang
'Dia? Bagiamana dia mengetahui kalau aku bukan Reina sesungguhnya?' ucap Reina dengan tatapan terkejut
"Aku tau kamu bukan jiwa Reina yang asli tapi aku merasa kalau kita memiliki hubungan yang tidak asing,"
"Artinya kamu adalah masa lalu Reina bukan? Tolong jawab pertanyaan aku sekarang," ucap Albern dengan tatapan serius
"Kenapa kamu merasa aku bukan Reina? Padahal kita sudah sering bersama Albern? Masa lalu apa yang kamu katakan? Kamu sedang bercanda bukan denganku?" ucap Reina dengan tangan yang dingin
"Firasat aku mengatakan kalau kamu bukan Reina,"
"Dan juga caramu berbicara seperti orang yang memiliki kebencian terhadap diriku,"
"Jadi aku yakin kalau jiwa yang ada ditubuh ini bukan jiwa milik Reina,"
"Jadi katakan dimana jiwa milik Reina?"
"Aku tidak akan segan-segan membunuh dirimu jika menggunakan tubuh dia untuk berbohong seperti ini," ucap Albern dengan tatapan dingin dan menodongkan senjata kepada dirinya
"Kamu sudah menjadi orang yang yakin dengan perasaan milikmu itu untuk Reina ya?"
"Di masa lalu kamu meninggalkan banyak luka disaat kematian yang menghampiri aku,"
"Tapi kamu hanya mencintai Reina di masa ini?" ucap Reina dengan senyuman pahit dan kepala tertunduk
"Kamu bilang masa lalu? Apakah itu adalah kehidupan sebelumnya?" ucap Albern dengan tatapan terkejut
"Lebih tepatnya dua kali masa lalu sebelum Reina palsu masuk ke dalam tubuh ini jadi bisa di bilang aku adalah jiwa asli dari tubuh ini,"
"Dan aku sangat ingat pada saat aku mengalami dua kali kematian sampai pada akhirnya Reina palsu masuk ke dalam tubuh ini untuk menggantikan takdir hidup yang aku jalani," ucap Reina dengan tatapan yang dingin dan tubuh yang gemetaran
"Kamu tau aku mati dengan cara apa di dua kehidupan sebelum Reina palsu memasuki tubuh ini?" tanya Reina dengan tatapan yang serius
__ADS_1
Seperti apakah kematian Reina jiwa asli? Apakah Reina yang dianggap sebagai Reina palsu bisa kembali ke tubuh itu? Apakah benar-benar bisa Albern menerima kenyataan yang menampar dirinya?
REINKARNASI REINA