
"Apa kamu telah memberi tau mereka tentang tawaran yang menguntungkan itu?" ucap Blake dengan tatapan dingin
"Aku telah memberi tau mereka tentang tawaran yang menguntungkan itu kepada mereka dan mereka menerimanya,"
"Mereka begitu mudah terhasut, ini akan menjadi menyenangkan," ucap Azazel sambil tersenyum
"Tentu saja, setelah Reina selesai membatalkan pertunangannya dengan dia, kita akan menjalankan rencana ini,"
"Aku sangat ingin menghabisi nyawanya secara langsung karena telah memainkan ini seperti pion catur untuk dia naik ke takhtanya," ucap Blake sambil tersenyum dingin
"Hah... Kamu bersikap lembut kepada seorang gadis tapi bersikap begitu kejam dengan para tikus-tikus itu,"
"Apa kamu tidak takut Reina membenci dirimu? atau bahkan kamu tidak takut dengan kematian jika kamu gagal menjalankan rencana ini?" ucap Azazel sambil menyeringai
"Sudah setengah jalan rencana ini berjalan, jika kamu ingin menyerah sekarang sama saja tidak akan bisa mencapai tujuan malah akan berujung kematian,"
"Aku juga hanya menjalankan salah satu motto NHBNTA,"
"Habisi mereka yang melakukan tindakan kotor dan haus kekuasaan,"
"Utamakan perintah sang pemimpin berada di atas segalanya, korbankan nyawamu untuk sang pemimpin dan jangan pernah membuat kerugian untuk sang pemimpin," ucap Blake dengan tatapan dingin menatap Azazel yang tersenyum
"Hah... padahal waktu itu kamu hanyalah seorang anak laki-laki yang menawarkan sebuah perjanjian sekarang kamu begitu kejam bahkan melebihi diriku," ucap Azazel dengan perasaan bangga
"Aku penasaran kenapa orang seperti kalian berdua bisa berbicara hal yang begitu besar di belakang tuan pemimpin,"
"Ternyata kalian ingin membuat kekacauan terhadap sistem pemerintahan negara ini,"ucap seorang gadis berjalan ke depan Blake dan Azazel
"Apa ini masalah untuk bibi-bibi seperti dirimu?" ucap Blake dengan tatapan sinis
"Siapa yang kamu panggil bibi, aku belum menikah dan aku juga belum tua," ucap perempuan itu dengan tatapan kesal
"Hah... berkat kemampuanmu dalam menghancurkan katedral yang memiliki isi yang begitu busuk, tuan pemimpin juga tidak akan memungut orang seperti dirimu," ucap Blake sambil menyeringai
__ADS_1
"Kamu... kamu..." ucap perempuan itu sambil menunjuk Blake dengan emosi yang akan meledak
"Jika kalian berdua punya begitu banyak waktu di sini, lebih baik kalian pergi bertemu dengan tuan pemimpin dan memberikan laporan,"
"Azazel Dan Blake ucapan yang kamu katakan barusan, aku sudah mendengarkan semuanya,"
"Aku ingin menyetujui semua yang kamu lakukan tetapi jika itu tidak ada untungnya untuk Master aku sarankan untuk berhenti melakukannya," ucap Luke sambil menaikan kacamatanya
"Kenapa kalian semua ada di akademi? ini bukan tempat yang bagus untuk rapat," ucap Blake dengan tatapan dingin
"Itu karena aku habis bertemu dengan Master untuk membahas rencana menjatuhkan kepercayaan rakyat terhadap katedral karena bagaimanapun katedral memiliki keinginan yang lebih dalam menguasai kekaisaran," ucap Luke dengan tatapan dingin
"Eh? tuan pemimpin sudah mulai merencanakannya?" ucap perempuan itu dengan tatapan haus darah
"Iya, lakukan pekerjaanmu dengan baik Ernest karena ini adalah keahlianmu seorang mantan orang suci," ucap Luke sambil menyeringai
"Tuan pemimpin ingin menyulut apinya? kalau begitu aku akan ikut bermain," ucap seorang laki-laki yang duduk di atas pangkuan seekor monster
"Baiklah, aku mengerti tapi bukankah kalau lebih baik kita membuat kekacauan sekarang? karena mereka menganggap hewan iblis yang begitu imut ini sebagai makhluk yang kejam dan jahat pastinya akan membuat mereka menjadi waspada," ucap Dezria sambil menyeringai
"Intinya jangan lakukan apapun, kalau kamu melanggarnya kamu tidak akan di ajak untuk pergi menjalankan tugas," ucap Luke dengan tatapan tajam ke arah Dezria
"Sudahlah, menurut saja kalau kamu tidak ingin mati, lagipula Luke bisa berada di posisinya yang sekarang karena dia sangat ingin menjadi pelayan yang sangat setia kepada tuannya jadi sebaiknya kamu menurut Dezria," ucap Ernest sambil mengelus-elus kepala Dezria
"Cuih... tidak butuh pendapat dari seorang perempuan tua yang tidak laku," ucap Dezria dengan tatapan dingin dan tajam
"Bisakah kamu menjadi anak kecil yang imut? ini sungguh membuat aku resah Dezria," ucap Azazel sambil tersenyum
"Aku dibandingkan dengan perempuan tua ini, aku lebih tua jadi jangan perlakukan aku seperti anak kecil," ucap Dezria dengan tatapan kesal
"Kalian ingin bertengkar dan diskusi bisakah kalian lakukan di tempat lain? Ini adalah akademi tempat untuk belajar bukan tempat untuk target kalian membuat kekacauan,"
"Aku lelah karena baru selesai mengerjakan semua pekerjaanku jadi jangan memberikan beban yang tidak berguna kepadaku," ucap Derick dengan tatapan kesal menatap anggota NHBNTA yang seenaknya berdiam diri di hutan sekolah
__ADS_1
"Derick, apa kamu tidak merindukan ayahmu ini," ucap Azazel dengan senyuman lembut
"Pergi atau kita ribut di sini," ucap Derick dengan tatapan dingin dan mulai mengaktifkan tekanan
"Hah... baiklah, kamu tidak seru Derick kami semua akan kembali ke menara saja," ucap Ernest dengan tatapan bosan
"Sebelum kalian kembali, aku ingin menyampaikan kalau minggu depan pertemuan NHBNTA akan di adakan sampaikan kepada semua anggota untuk hadir,"
"Karena kali ini... kita benar-benar akan menggulingkan pemerintahan negara yang buruk," ucap Derick dengan tatapan dingin
"Baiklah, kami akan sampaikan nanti kepada yang lain, kalau mengharapkan mereka bisa-bisa kita tidak rapat," ucap Dezria dengan tatapan dingin kemudian melakukan teleportasi di ikuti dengan yang lain kecuali Blake
"Blake aku harap kamu tidak bertindak melibatkan Reina, dan rencana yang kamu jalankan ini jangan kira aku tidak mengetahuinya,"
"Walaupun aku mengetahui rencana yang kamu jalankan aku tetap berdiam diri karena ini akan membuat langkah kita begitu menguntungkan dan membuat satu pion menjadi hilang,"
"Tapi tetaplah tau akan batasannya, tuan pemimpin tidak akan memberikan toleransi jika orang yang dia sayang hilang begitu saja di depan matanya,"
"Jika itu terjadi maka kita juga tidak bisa melawan yang di inginkan olehnya, oleh karena itu jangan sampai tuan pemimpin kehilangan batasannya,"
"Batasannya hilang maka begitu juga dengan kekuatan gelapnya yang akan semakin memikat dan membuat dunia ini menjadi berantakan, kekuatan suci tidak akan membuat dunia ini menjadi terang malah mereka akan di telan hidup-hidup oleh kegelapan dan menjadi kekuatannya," ucap Derick dengan tatapan serius sambil berjalan ke arah Blake
"Hanya sedikit kata saja yang ingin aku sampaikan padamu Blake, aku menyetujui rencana milikmu, dan rencanamu yang aku setujui ini adalah yang akan di bahas oleh tuan pemimpin,"
"Jangan kecewakan sang raja yang duduk di singgasananya dan jangan menyentuh yang di miliki sang raja, jika kita tidak ingin menderita lagi," ucap Derick sambil tersenyum kecil
"Aku mengerti dan terima kasih telah memberikan peringatan kepadaku jika tidak mungkin aku bisa merencanakan hal yang melanggar kesetiaanku," ucap Blake sambil tersenyum
'Semua yang dikatakan oleh Derick adalah hal yang mutlak, karena dia salah satu orang yang memiliki kekuatan yang hampir sebanding dengan Dalbert, aku harus tetap waspada dan mendengarkan semua perkataannya jika ingin nyawaku selamat,' ucap Blake di dalam hatinya dengan tatapan dingin
Rencana apakah yang akan di bahas? Kenapa Derick sampai memberikan peringatan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1