
"Ini di labirin, jadi yang selama ini bejalan adalah ilusi?"
"Tidak heran jika Albern bertindak begitu dingin kepadaku walaupun dia memang sering berbuat dingin kepadaku tapi dia tidak seperti itu," Gumam James sambil memperhatikan luka yang di alaminya
'Albern, belum kembali? apa jangan-jangan dia masih terjebak di dalam ilusi itu? Apakah tidak ada cara untuk masuk ke dalam ilusi milik orang lain?' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan khawatir
"James, kamu berhasil menyelesaikan ilusi itu?" ucap Albern sambil memegang luka di tangan kanannya
"Albern, kamu terluka kita harus segera mengobatinya kalau tidak luka itu bisa membuat kondisi dirimu menjadi buruk," ucap James dengan tatapan panik dan khawatir
"Luka ini? tidak apa-apa, hanya sedikit dibandingkan itu waktu yang kita miliki untuk menyelesaikan ini hanya beberapa menit,"
"Sekarang kita harus bisa keluar dari labirin ini dan ruangan ini," ucap Albern sambil menatap jam saku yang ada di tangannya
"Baiklah, kalau begitu tapi beri tau aku jika lukamu memang parah," ucap James sambil menganggukkan kepalanya dengan tatapan yang sedikit khawatir
'Daritadi walaupun kami keliling, tapi labirin ini tidak ada habisnya seolah-olah ini terus berubah setiap beberapa menit sekali tapi untuk membuktikan ini tidaklah mudah dan bisa saja yang aku perkirakan ini salah,' ucap Albern sambil memperhatikan lorong-lorong jalan yang ada di depannya
"Albern, apa boleh aku tau apa yang ada di ilusimu hingga kamu terluka parah? dan bagaimana bisa kamu mengalahkan dirinya," ucap James yang membuka pembicaraan di antara kesunyian itu
"Kamu serius ingin mengetahuinya? Aku yakin kamu tidak akan percaya," ucap Albern sambil tersenyum tipis
"Tentu saja, aku harus mengetahuinya karena mungkin saja kita bisa menyelesaikan ini dengan cepat," ucap James sambil menaikkan kacamatanya dengan tatapan begitu serius
"Baiklah, akan aku katakan,"
"Di ilusi yang aku alami ada dirimu yang melakukan pemberontakan untuk membalas dendam dan juga kamu berniat untuk menggantung kepalaku di alun-alun kota,"
"Dan luka ini adalah hasil dari pertarungan itu,"
__ADS_1
"Sedangkan untuk bagaimana cara aku mengalahkan dirinya, tidak banyak yang bisa aku lakukan,"
"Aku hanya banyak memberikan sedikit bumbu-bumbu dalam berbicara hingga membuat dirinya marah dan celah itu aku anggap sebagai kesempatanku untuk membunuh ilusi itu," ucap Albern sambil tersenyum pahit
"James, kamu juga begitu bukan? aku muncul di dalam ilusimu dan menjadi musuhmu," ucap Albern dengan tatapan yang serius
"Kenapa kamu berpikir seperti itu? Bukankah kita memiliki ilusi yang berbeda?" ucap James dengan tatapan kebingungan
"Itu mudah, karena kamu terlihat sangat terkejut setelah mendengar yang aku katakan jadi aku simpulkan kalau aku juga ada di dalam ilusi yang kamu miliki," ucap Albern dengan tatapan yang serius
"Untuk keluar dari ilusi itu sendiri kamu harus membunuhku bukan?" ucapnya lagi dengan tatapan serius
"Hah... aku memang tidak bisa menyembunyikan sesuatu kepadamu ya? Maafkan aku jika aku melakukannya walaupun hanya ilusi," ucap James dengan kepala tertunduk
"Tidak apa-apa, gunakan kemampuan itu ketika aku menyimpan dari kebenaran dunia,"
"Karena aku yakin nantinya aku akan tersesat di dalam baik dan buruk," ucap Albern sambil tersenyum dingin
"Karena kamu bukan ilusi tentu saja aku percaya dengan kemampuan yang kamu miliki," ucap Albern dengan tatapan dingin
"Baiklah, kalau begitu,"
"Kita kembali ke awal tempat kita memulai perjalanan masuk ke dalam labirin," ucap James dengan seringaian
"Kenapa kamu memikirkan kalau awal dari labirin ini adalah tempat akhir dari labirin ini? Dan bagaimana cara kita untuk pergi kembali ke awal labrin?" tanya Albern dengan tatapan yang kebingungan
"Karena itu adalah jawabannya nanti akan aku jelaskan apabila kita telah berhasil sampai di sana dan untuk kembali ke awal serahkan kepadaku,"
"Chaser," ucap James yang tiba-tiba ada garis yang bersinar yang hanya bisa dilihat olehnya
__ADS_1
"Ini adalah sihir yang aku kembangkan dari ajaran pamanku, dia bilang kalau sihir ini tidak mungkin bisa berguna tapi aku tidak menyangka kalau sekarang malah sihir modifikasi ini adalah sihir yang paling berguna,"
"Terus ikuti aku jangan sampai kita terpisah," ucap James sambil menyeringai dan berjalan di depan Albern untuk menuntun jalan di labirin yang rumit itu
"Dezria, mereka berhasil keluar dari ilusi yang kamu buat bukankah artinya kamu harus sedikit menghargai kemampuan mereka?" ucap Derick sambil menatap cermin itu
"Walaupun mereka berhasil memangnya mereka bisa keluar? ini adalah labirin yang aku buat dan yang aku ubah setiap menitnya posisi dari jalan labirin itu hingga mustahil mereka bisa mengetahui ini," ucap Dezria dengan tatapan dingin
"Aku tau tapi sekarang, apa yang sedang mereka berdua lakukan? kenapa mereka berjalan ke arah sebaliknya?" ucap Derick yang memperhatikan cermin yang ada di depannya
"Itu mustahil," ucap Dezria dengan tiba-tiba setelah melihat ke arah cermin
"Apanya yang mustahil Dezria?" ucap Derick dengan tatapan kebingungan
"Tentu saja mustahil jika mereka telah mengetahui trik untuk keluar dari labirin ini,"
"Bahkan raja dan pangeran pertama negara timur tengah tidak pernah bisa keluar dari permainan yang aku buat tapi bagaimana bisa mereka dengan mudahnya keluar dari labirin ini," ucap Dezria dengan tatapan yang kesal
'Untuk orang yang membunuh orang tua dan keluarganya sendiri, dia bisa bersikap seolah-olah dia tidak memiliki hubungan dengan kematian yang dialami keluarganya sendiri dan menganggap kalau mereka adalah penjahat di timur tengah,'
'Dia bukan orang yang selalu terlihat menyedihkan tapi memiliki hati yang telah tidak berperasaan atau telah beku semenjak keluarganya memutuskan untuk membunuh dirinya dan menyingkirkan dirinya dari posisi takhta,'
'Semuanya berjalan sesuai dengan rencananya semenjak dia berhasil bergabung dengan NHBNTA bahkan tidak pernah sekalipun kegagalan berada di sisinya seperti orang yang memiliki keberuntungan yang diberkati namun karena kemampuannya dia menjadi orang yang tidak percaya dengan campur tangan orang lain,'
'Itulah kenapa dia bisa bersikap kesal seperti sekarang seperti anak-anak yang gagal dalam bermain,' ucap Derick sambil memperhatikan Dezria yang sedang dalam kondisi yang panik dan khawatir akan kegagalan yang telah di rencanakan olehnya
"Dezria, walaupun kamu gagal bukan berarti kamu akan di usir atau di keluarkan dari NHBNTA, jadi tidak perlu kamu bertindak sampai ingin membunuh mereka,"
"Karena kamu layak di posisi ini bukan karena keberuntungan yang kamu miliki tapi kemampuan yang kamu miliki," ucap Derick dengan tatapan serius
__ADS_1
"APA MAKSUDMU AKU HARUS MEMBIARKAN MEREKA DENGAN MUDAH MASUK KE DALAM ORGANISASI NHBNTA?" teriak Dezria dengan marah dan emosi yang tidak terkontrol
Apakah mereka berdua bisa menyelesaikan tepat waktu? Apakah yang akan Dezria lakukan kepada dua orang itu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?